Perjalanan Reynata Mencari Cinta Sejati

Perjalanan Reynata Mencari Cinta Sejati
Part 67


__ADS_3

selamat membaca


di saat yang lainnya masih dalam pertarungan, tiba-tiba terdengar suara teriakan dari dalam perisai kubah tanah milik sang ketua bandit, tak berselang lama, perisai kubah tersebut hancur secara perlahan dan terlihatlah sang ketua bandit yang sedang terlilit oleh tumbuhan merambat, tapi yang lebih mengejutkan adalah, sang ketua bandit terlihat sangat tua, tubuhnya kurus kering, itu karena tumbuh milik Xia'er menghisap semua energi kehidupan milik sang ketua bandit.


"itu balasan untuk binatang bejat seperti mu, kau membunuh, menjarah, memperkosa dan menindas orang-orang yang lebih lemah dari mu." ucap Xia'er sambil mendekat ke arah sang ketua bandit.


"selama ini kau merasa seperti orang yang terhebat dan merasa bangga atas itu, kau hanya belum mengetahui jika dunia ini luas, ingatlah ...., masih banyak yang lebih hebat dari mu, dan jika kau merasa hebat, maka gunakan kekuatan mu untuk melindungi yang lemah, bukan sebaliknya." sambung Xia'er lagi sambil menatap merendahkan sang ketua bandit.


sedangkan para anggota sang bandit sudah merasa sangat ketakutan melihat ketua mereka yang seperti orang tua yang renta, mereka dengan cepat mencoba bangun dan memohon ampun atas tindakan mereka, dan berjanji tak akan melakukan tindakan yang jahat lagi.

__ADS_1


"tuan dan nona muda...., kami mohon ampuni nyawa kami, kami berjanji tak akan melakukan tindakan yang dapat merugikan orang lain lagi, kami bersumpah demi langit dan bumi, jika kami melanggar, kami akan di sambar petir penghakiman." ucap mereka sambil bersujud memohon, begitu juga dengan sang ketua bandit yang ikut bersujud dan bersumpah.


"jika nona mengampuni kami satu kali ini, aku berjanji akan melindungi dan membantu desa ini dari segala bahaya, aku berjanji nona." sambung sang ketua bandit itu lagi masih dalam posisi bersujud.


"baiklah...., karena kalian memohon dan bersungguh-sungguh untuk berubah, aku akan memberikan kalian kesempatan, tapi ingatlah...., aku akan selalu memperhatikan kalian semua." ucap Xia'er dan mulai menyembuhkan sang ketua bandit dan yang lainnya.


"setelah aku menyembuhkan kalian, jangan berfikir kalian akan bebas begitu saja, aku tak sebaik yang kalian pikirkan." ucap Xia'er lagi sambil membaca sebuah mantra kutukan untuk para bandit tersebut, dan muncullah sebuah tanda mawar terlilit ular di samping leher mereka semua.


"kami tak akan melanggar perintah nona." ucap mereka bersamaan sambil menunduk hormat.

__ADS_1


"Jiangheeng...., sudah waktunya kita melanjutkan perjalanannya lagi." Xia'er dan Jiangheeng langsung meninggalkan kedai tersebut, tapi sebelum itu, Jiangheeng memberikan kompensasi kepada pemilik kedai.


"bagaimana kabarmu Sanchai...?, sepertinya kalian sudah kenyang, jadi kita bisa melanjutkan perjalanan." ucap Xia'er sambil membelai kudanya dengan lembut, setelah itu Xia'er dan Jiangheeng langsung memacu kuda mereka berdua dengan cepat.


dalam perjalanan mereka, Xia'er menyempatkan untuk bertanya tentang gaya bertarung Jiangheeng yang sangat akrab dengan dunia modern.


"Jiangheeng...." panggil Xia'er, ia sedikit melambatkan pacuan kuda nya.


"ia nona..., ada apa...?" jawab Jiangheeng yang juga melambatkan pacuan kudanya.

__ADS_1


"siapa yang mengajarimu teknik bertarung mu tadi...?" tanya Xia'er, ia cukup penasaran sedari tadi di kedai.


"itu ibu ku nona, aku sudah di latih olehnya sejak umur 5 tahun." jawab Jiangheeng dengan jujur.


__ADS_2