Perjalanan Reynata Mencari Cinta Sejati

Perjalanan Reynata Mencari Cinta Sejati
Part 217


__ADS_3

Selamat Membaca ☺️☺️☺️


Setelah selesai berbincang dengan pihak kerajaan, semua meninggalkan tempat pelelangan tersebut.


pihak kerajaan sampai ke istana, Baginda raja Wei yang merasa lelah dan juga sedikit malu dengan masalah permaisuri Tiang Zhi yang sudah mulai tersebar gosip miring, kini bertambah stres akibat di sambut oleh histeris sang permaisuri yang berlari menghampirinya dengan tampilan yang cukup berantakan dan sedikit memalukan, karena permaisuri Tiang Zhi hanya memakai pakaian tidurnya saja.


"Baginda.....!!!, wanita sial itu datang lagi....!!!, ia ingin merebut mu dari ku....!!!, wanita muraha* itu juga bilang akan membunuh ku...!!!" ucap permaisuri Tiang Zhi yang sudah berada di hadapan Baginda raja dengan wajah paniknya.


"apa yang kalian lakukan selama ini .....???, kenapa kalian membiarkan permaisuri keluar dari istananya....???" teriak Baginda raja Wei dengan wajah memerah karena marah.


"ampuni kami yang mulia .....!!!" ucap para dayang yang tidak berhasil mengejar permaisuri.


"tutup mulut kalian....!!!, cepat bawa permaisuri kembali, jika hal ini terjadi lagi, aku akan menghukum kalian semua....!!!" ucap raja Wei lagi dan berlalu pergi meninggalkan permaisuri Tiang Zhi.

__ADS_1


"Baginda..... Baginda....., yang mulia.....!!! teriak permaisuri Tiang Zhi yang memanggil-manggil yang mulia raja Wei sambil meronta-ronta tak ingin kembali ke istananya.


"yang mulia tidak bisa membiarkan ku begini ....!!!, yang mulia.....!!!" teriaknya lagi masih terus berusaha meronta.


sedangkan Baginda raja Wei sampai ke ruangan pribadinya, ia terlihat cukup muak dengan kejadian beberapa hari ini, permaisuri Tiang Zhi selalu bersikap seperti orang tidak waras lagi.


"apa dia sudah tidak waras lagi....???, bagaimana mungkin wanita yang sudah mati bangun kembali dan mengincar nyawa mu...???, dia membuat ku muak saja." ucap Baginda raja Wei dengan marah.


"akan segera kami hantarkan yang mulia....!!!" ucap pelayan tersebut dari balik pintu.


meninggalkan cerita di istana, kini Xia'er dan juga para anggotanya sedang membaca surat dari pangeran Wei Xiang


"ternyata pergerakan pangeran Xiang bergerak cukup cepat, bisa-bisa masalah ini selesai saat festival." ucap Xia'er setelah membaca surat tersebut.

__ADS_1


"bukankah kita masih memerlukan waktu nona...???" tanya Leng Meng penasaran.


"aku kira juga seperti itu, tapi pangeran Xiang sudah berhasil menghubungi para anggota militer kakek mu, dan mungkin butuh sekitar beberapa hari sehingga semuanya berkumpul." jawab Xia'er sambil menunjukkan isi surat tersebut kepada Leng Meng.


"rupanya seperti itu, ini berarti saat festival nanti, semuanya harus kita ungkapkan kepada para bangsawan yang hadir di acara tersebut." ucap Jiangheng


"itu boleh juga, permaisuri Tiang Zhi sudah di anggap gila di dalam istana, raja Wei juga sepertinya sudah muak dengan masalah permaisuri." sambung Chyou yang bergelayut manja di lengan Jiangheng.


"kita juga harus menyertakan bukti kejahatan tersebut, para bangsawan tidak akan mudah percaya begitu saja." ucap Xioling menimpali juga.


"jie jie benar...., para bangsawan selalu menimbang-nimbang pihak mana yang lebih menguntungkan untuk mereka, jika kita memiliki bukti kuat, mereka tidak akan berkutik lagi." ucap Xia'er


"aku memiliki nya nona, aku datang hari ini bertujuan untuk memberikan bukti ini." ucap Chyou sambil mengeluarkan sebuah buku catatan dari dalam cincin dimensinya.

__ADS_1


__ADS_2