
selamat membaca
Xia'er cukup terkejut mendengar jika yang mengajari Jiangheeng adalah ibunya sendiri, tapi itu ia rasa lebih baik dari pada orang lain, Xia'er berpikir jika itu ibu Jiangheeng, maka dia akan lebih mudah di ajak bicara nantinya.
"hmmmm ...., itu cukup mengejutkan ku, apa ibumu seorang kultivator yang hebat...?" tanya Xia'er lagi.
"beliau hanya seorang pelayan biasa, tapi karena ia cukup berbakat, maka ayah ku menyukainya, tapi ia sudah meninggal 2 tahun yang lalu." ungkap Jiangheeng, ada raut kesedihan dan kerinduan di dalam tatapan matanya.
"maafkan aku, aku sudah membuat mu mengingat sesuatu yang menyedihkan." ucap Xia'er sedikit menyesal.
"nona tidak salah, aku akan menceritakan nya nanti, kita akan sampai di perbatasan kerajaan Wei saat tengah malam nanti, apa kita akan langsung masuk ke perbatasan atau menunggu sampai besok pagi nona ...?" tanya Jiangheeng untuk tujuan selanjutnya.
__ADS_1
"kita akan beristirahat dulu di perbatasan sebelum masuk ke kerajaan Wei, ada prajurit ayah ku yang sedang bertugas menjaga perbatasan karena serangan monster akhir-akhir ini." jawab Xia'er lagi dan memacu kudanya lebih kencang untuk mengejar waktu.
"baiklah nona...." balas Jiangheeng dan ikut memacu kudanya dengan cepat juga.
sepanjang jalan mereka terasa lancar-lancar saja, sampai saat mereka dekat dengan perbatasan, Xia'er dan Jiangheeng di hadang oleh satu monster yang tiba-tiba muncul di hadapan mereka dan membuat kuda yang mereka tunggangi menjerit dan hampir membuat mereka jatuh, untung saja mereka berdua adalah orang yang ahli.
"oh ****....." kata-kata dunia modern akhirnya keluar juga dari mulut Xia'er karena kaget dengan kemunculan monster yang tiba-tiba.
"aku baik-baik saja, ini sudah tengah malam, pasti monster ini akan menyerang bagian perbatasan lagi, aku harus menghentikan nya segera." jawab Xia'er sambil melompat dari kudanya dan langsung menyerang monster tersebut.
"bom bom bom..." suara ledakan yang di akibatkan oleh serangan Xia'er, tapi sepertinya itu masih belum bisa menumbangkan sang monster.
__ADS_1
"nona .., aku akan membantu mu." teriak Jiangheeng dan hendak melompat dari kudanya, tapi langsung di hentikan oleh Xia'er.
"jangan mendekat...., dia bukan tandingan mu, kamu akan membantu ku nanti setelah aku mengobati dantian mu, saat itu aku akan membiarkan mu menjaga ku." ucap Xia'er dengan cepat sebelum Jiangheeng turun dari kudanya.
"kalian para monster yang membuat ayah ku pusing akhir-akhir ini, maka kalian akan membayar nya untuk itu, aku akan memusnahkan kalian semua." ucap Xia'er dan menggunakan kekuatan cahaya nya dalam skala besar, membuat tekanan di sekitar mereka menjadi berat.
"ini kekuatan nona sebenarnya....?, sungguh luar biasa..." gumam Jiangheeng yang merasakan tekanan tersebut, padahal ia sudah cukup jauh dari pertarungan Xia'er.
seluruh tubuh Xia'er bercahaya dan muncullah seperti zirah di tubuh Xia'er, setelah itu Xia'er melejit menyerang sang monster dengan kecepatan kilat, dalam sekejap sang monster terpotong dalam beberapa bagian.
"wow...., nona muda ku sungguh luar biasa, ia mengalahkan nya hanya dalam beberapa menit saja." gumam Jiangheeng lagi, ia sangat kagum dengan kecepatan Xia'er, ia bahkan tak bisa melihat pergerakannya, yang terlihat hanyalah sebuah cahaya yang berpindah-pindah saja.
__ADS_1