
selamat membaca
mendengar isi pikiran Xiang Sou Lu, Xia'er hanya tersenyum misterius di balik cadarnya, ia tidak menyangka jika Sou Lu bisa mendapatkan ide yang sangat cemerlang di saat kondisi yang sedang genting.
"hmmmm....., dia cukup pintar, tapi sangat di sayangkan karena aku bisa membaca isi pikiran mu." gumam Xia'er dan langsung berdiri dari duduknya.
"ada apa nona Xia....?" tanya putri Lien Hua saat melihat Xia'er tiba-tiba berdiri.
"tidak apa-apa, aku hanya ingin menghampiri seseorang yang kukenal, berbicara tentang perpisahan terhadap kenalan, bukankah itu etika yang baik....?" jawab Xia'er kepada putri Lien Hua.
suara teriakan dan erangan kesakitan terdengar sangat merdu di telinga Xia'er, saat proses penghancuran Meridian, itu akan sangat menyiksa, seolah-olah seluruh tubuh terasa remuk dan hancur, mungkin karena rakyat di dunia ini sudah hidup terbiasa dengan mana.
__ADS_1
dengan langkah yang sangat anggun Xia'er turun dari atas, gaunnya yang berjuntai indah melayang-layang tertiup angin, suasana yang ribut dan kacau seakan senyap saat Xia'er melangkah.
"itu nona Yu Xia...., katanya dia yang berhasil mengalahkan raja Kai saat peperangan terjadi."
"dia terlihat jauh berbeda dari yang dulu."
"katanya dia juga jauh berubah, kita tak pernah mendengar dia berulah lagi."
"bukankah dia terlihat seperti seorang Dewi....???".
itulah bisik-bisik yang di dengar dari kalangan masyarakat, mereka semua kehilangan fokus saat melihat Xia'er, tak ada lagi yang memperhatikan para keluarga pemberontak itu.
__ADS_1
Xia'er kini berubah yang dulu nya sampah dan pembuat onar, kini menjadi pahlawan wanita yang sangat anggun, tapi tidak akan ada yang menyangka, wajah cantik yang terlihat lemah lembut itu tertanam jiwa yang sangat kejam.
jangan salah, jiwa Reynata yang bersemayam di tubuh Xia'er adalah jiwa yang sangat keji, ia dan adiknya Roy seringkali mengikuti ayah dan ibunda-nya ke markas mafia milik ayahnya, mereka juga tak segan untuk menyiksa orang saat melakukan misi yang di tugaskan oleh orang tua mereka.
"bagaimana perasaan mu Tao Li Wei....???" tanya Xia'er sesaat ia berdiri di hadapan Li Wei yang sedangkan membungkuk menahan rasa sakit.
"argrrrrr......!!!, sial......., ini semua karena dirimu, andai saja waktu itu kau tidak mengacaukan kehidupan ku dan pangeran, aku tidak akan seperti ini." ucap Li Wei sambil menahan rasa sakitnya.
"ummmmm......., apa maksudnya dengan aku mengacau, asal kau tau saja, walaupun aku hanya duduk diam melihat mu dan pangeran, akan ada seseorang yang akan merebutnya dari mu." jawab Xia'er yang kini ikut berjongkok di samping Li Wei yang kesakitan.
"apa maksud mu.....???" tanya Li Wei yang tak mengerti.
__ADS_1
"apa kau merasakan selama ini tidak di manfaatkan.....???, kau dan ayah mu menjadi seperti ini akibat siapa ....???, pikirkan itu dengan baik....???" jawab Xia'er dan kembali berdiri dan berjalan ke arah Xiang Sou Lu yang juga sedang kesakitan.
"kau terlihat sangat marah...., tapi apapun itu, kau tak akan bisa melangkah lebih jauh lagi." ucap Xia'er dan menoleh ke arah Li Wei yang sedang menatapnya, setelah itu ia kembali berjalan meninggalkan area eksekusi untuk kembali ke kediamannya, Xiongling dan Chyou yang melihat nonanya langsung mengikuti Xia'er menuju kereta kuda.