
selamat membaca
saat ini Raja Zhu terlihat sangat marah, ini merupakan aib yang sangat dan paling memalukan, seorang pangeran dengan saudari ibunya sendiri, yang tiada lain adalah bibi kandungnya.
"kurung pangeran Ang Zhi di dalam kamarnya, jika tidak ada perintah dari ku, jangan biarkan dia keluar." perintah Raja Zhu.
"dan untuk nona Sou Lu, kau akan di pulangkan ke kediaman mu lagi, di kediaman jendral Xiang, kau tak akan mempunyai kediaman di istana lagi." sambung Raja Zhu lagi.
setelah mengatakan semua itu, Raja Zhu membalikkan badannya dan menatap semua orang yang sedang menyaksikan kejadian tak senonoh tersebut.
"Kasim Yong....!!!" panggil sang Raja dengan raut wajah yang sangat gelap.
"ya yang mulia..." jawab Kasim Yong di belakang sang Raja.
__ADS_1
"pastikan semua kejadian ini tidak keluar istana, dan berikan hukuman yang pantas untuk mereka yang membicarakan keluarga Raja." perintah Raja sekali lagi.
"baik yang mulia." jawab Kasim Yong.
setelah mengatakan semua itu, Raja kembali ke kediamannya dengan wajah penuh emosi, keluarga jendral Xiang sudah dari dulu selalu membuatnya tertekan, terakhir kali mereka memaksa untuk menjadikan Sou Lu sebagai calon putri mahkota untuk menggantikan Xia'er.
"keluarga dari sang Ratu sudah selalu membuat yang mulia merasa pusing." ucap Kasim Yong ketika mereka sudah berada di dalam kediaman sang Raja, lebih tepatnya di dalam kamarnya Raja Zhu.
"tapi kita harus tetap waspada, bisa jadi mereka berbelok arah dan menjadikan pangeran Ang Zhi sebagai calon penerus Tahta selanjutnya menggantikan putra Mahkota." balas Kasim Yong kembali.
"itu bisa jadi, andai saja pertunangan Putra Mahkota dan Xia'er tak batal, semuanya akan berjalan lancar dengan adanya dukungan dari Jendral Yu." ucap Raja Zhu lagi sambil memijit pelipisnya karena merasa pusing dengan masalah Tahta.
sedangkan Ratu Xiang bersama dengan Sou Lu sudah berada di dalam kediaman Ratu, dan untuk pangeran Ang Zhi, ia langsung di bawa ke kediamannya untuk di kurung di dalam kamarnya.
__ADS_1
"kenapa bisa menjadi seperti ini...?" teriak Ratu Xiang dengan penuh emosi sambil membanting semua barang yang ada di kamarnya.
"Jiji...., maafkan aku..., kami memang sudah bersama cukup lama, tapi kali ini pasti ada yang dengan sengaja membakar kediaman ku, pasti ada seseorang yang dengan sengaja menargetkan kami berdua." ucap Sou Lu dengan penuh amarah juga.
"apa kau pikir aku bodoh dan tak tau hubungan kalian berdua selama ini...?, kalau seperti ini tak ada jalan lain lagi, kalian harus menikah dan kita akan menjadikan kalian berdua Raja dan Ratu selanjutnya." ucap Ratu Xiang.
"dayang Wu.....!!!" panggil Ratu Xiang, setelah itu ia menuliskan beberapa kalimat di suratnya.
"hantarkan surat ini ke ayah ku, pastikan ia menerimanya sendiri." perintah Ratu sambil memberikan surat tersebut.
"baik yang mulia." jawab dayang Wu, setelah itu ia menunduk dan memberikan hormat dan keluar untuk menjalankan tugasnya.
sedangkan di kediaman Xia'er, ia merasa sangat senang dengan pertunjukan yang dia lakukan tadi, tapi itu belum cukup untuk memusnahkan keluarga Xiang, apalagi mereka bekerjasama dengan Manteri Tao, jika Xia'er berniat untuk meninggalkan kerajaan untuk mengembara, ia harus lebih dulu membuat keluarganya aman dari para makhluk serakah itu.
__ADS_1