Perjalanan Reynata Mencari Cinta Sejati

Perjalanan Reynata Mencari Cinta Sejati
Part 143


__ADS_3

selamat membaca


mendengar penjelasan panjang tentang kegunaan pil tersebut, tuan besar Yu dan juga Qiangfang paham akan tujuan dari pil tersebut, tapi tak cukup sampai di situ, Xia'er kembali mengeluarkan tiga kitab.


"ini adalah buku kitab yang di berikan oleh guruku, karena ini tidak berguna untuk ku, aku akan memberikan ini kepada ayah dan Gege saja." ucap Xia'er sambil mengeluarkan tiga kitab.


"dua kitab ini untuk ayah, dan yang satu ini untuk Gege." sambung Xia'er lagi dan menyodorkan kitab tersebut kepada mereka berdua.


"teknik api naga dan teknik panah petir." ucap tuan besar Yu sambil menatap wajah putrinya.


"tarian gelombang api." ucap Qiangfang juga dan keduanya saling menatap tak percaya.


"ini adalah teknik baru yang belum pernah ayah dengar, dari mana gurumu mendapatkan ini ...?, kita juga tak bisa bertanya lagi karena dia sudah tiada, tapi teknik ini adalah teknik tingkat tinggi, ayah dan Gege mu akan mempelajari ini dan berlatih keras lagi, kami juga akan menggunakannya ke jalan yang baik, agar kami tidak mengecewakan gurumu." ucap tuan besar Yu dengan wajah yakinnya, begitupun juga dengan Qiangfang.

__ADS_1


"jika begitu Xia'er undur diri dulu ayah .... Gege..." ucap Xia'er sambil berdiri dan memberikan hormat.


"baiklah...., kau bisa pergi, ayah yakin kau masih mempunyai urusan yang lain." jawab tuan besar Yu dan Xia'er langsung meninggalkan keduanya untuk kembali ke paviliun nya.


"ayah ...., aku juga akan kembali, aku ingin segera berlatih." ucap Qiangfang juga sambil memberikan hormat.


"baiklah...., pergilah...." jawab tuan besar Yu dan Qiangfang juga langsung menuju paviliun nya, sedangkan tuan besar Yu akan melakukan beberapa tugas dulu dan melaporkan beberapa hal kepada pihak kerajaan, setelah itu memberikan urusan kediaman kepada asistennya yang paling setia untuk menangani masalah selama ia dan yang lainnya melakukan pelatihan tertutup.


sedangkan Xia'er tak langsung pergi menuju ke paviliunnya, ia terlebih dahulu menuju tempat Yun Shang berada.


"biasanya tuan muda berada di tempat latihan prajurit nona." jawab Xiongling.


"baiklah...., ayo kita ke sana, ada sesuatu yang harus ku berikan kepada Yun Gege." ucap Xia'er dan berbalik arah yang tadinya menuju ke paviliun nya kini menuju tempat pelatihan prajurit.

__ADS_1


terdengar suara aduan pedang dan juga suara latihan para prajurit keluarga Yu, Xia'er yang sudah sampai tak langsung masuk dan hanya memperhatikan para prajurit tersebut yang sedang berlatih.


"memang pantas jika prajurit kediaman kita menjadi prajurit terhebat di kerajaan ini." gumam Xia'er yang sedang memperhatikan pelatihan mereka.


"walaupun demikian, ini masih belum seberapa di bandingkan dengan cara ibunda melatih ku." sambungnya lagi, setelah itu ia masuk dan langsung di sambut dengan para prajurit.


"selamat datang nona Xia He." ucap mereka serentak saat melihat Xia'er datang.


"maaf mengganggu pelatihan kalian, kalian boleh melanjutkannya." jawab Xia'er dengan lembut.


"selamat datang nona, apa ada sesuatu yang nona butuhkan dari kami." ucap salah satu kepala prajurit yang datang menghampiri Xia'er.


"tidak...., aku tidak membutuhkan apapun, aku hanya mencari Yun Gege saja, apa dia ada di sini...?" Jawa Xia'er sambil menengok kiri dan kanan mencari sosok tampan kesayangannya.

__ADS_1


"Jendral Yun biasanya ada di ruangannya, saya bisa mengantarkan nona ke sana." jawab kepala prajurit lagi dengan hormat.


__ADS_2