Perjalanan Reynata Mencari Cinta Sejati

Perjalanan Reynata Mencari Cinta Sejati
Part 162


__ADS_3

selamat membaca


melihat kejadian itu membuat raja Kai dan para sekutunya terkejut, tapi mereka tak cukup merasa khawatir dengan keberadaan Xia'er, karena mereka berpikir jika Xia'er hanyalah wanita lemah saja.


"jika kau berhasil lolos dari pengaruh obat itu, seharusnya kau diam saja, jika seperti ini kau malah hanya akan mengantar nyawa mu sendiri." ucap raja Kai sambil memperhatikan wajah Xia'er yang tertutup cadarnya.


"pangeran....., bangunlah sekarang...., aku sudah bosan melihat sandiwara ini, jadi lebih baik cepat di bereskan saja." ucap Xia'er sambil menunduk menatap ke arah pangeran mahkota Zhu Zhang.


"ah......, tapi aku baru saja mendapatkan peran yang baik, Xia'er....., kau sungguh tidak sabaran, sifat mu sudah seperti itu sejak kau kecil dulu." ucap pangeran mahkota Zhu Zhang.


"hei ....., panggil aku nona .....!!!, ucap Xia'er lagi.


"kita tidak usah bersandiwara lagi, lagian sekarang sudah tidak di perlukan lagi seperti waktu di taman." jawab pangeran lagi.

__ADS_1


"apa yang kalian bicarakan....???, apa yang sebenarnya terjadi ....?, kenapa kalian tidak terkena racun pelumpuh itu....?" tanya jendral Xiang dengan wajah pusatnya, karena raja Zhu Shixing dan anggota kerajaan lainnya sudah tidak berpura-pura lagi terkena pengaruh racun tersebut.


"hahaha....., aku kan sudah bilang jika kau akan menyesali ini semua." jawab raja Zhu Shixing tertawa terbahak-bahak.


"kalian saja tidak akan membuat ku takut...., pasukan ku ada di luar, kalian semua akan ku musnahkan sekarang....!!!" teriak jendral Xiang dan segera memanggil pasukannya, tapi yang terdengar di luar adalah suara pertempuran.


"apa yang terjadi sebenarnya... ???, lebih baik aku segera pergi dan menyiapkan pasukan ku." ucap raja Kai dalam hatinya dan langsung menggunakan artefak untuk segera menghilang.


"raja Kai...., apa yang kau lakukan....???, kau mau melarikan diri ....???." tanya jendral Xiang yang melihat raja Kai yang pergi melarikan diri.


"duar......." Suara ledakan dari petir penghakiman milik Jiangheeng.


"urkkkkk........, sial .....ada apa dengan kekuatan itu ....???" ucap jendral Xiang yang sudah terluka parah.

__ADS_1


"lawan mu ada di sini, kalian tidak bisa berbuat apa-apa lagi." ucap Jiangheeng dan melirik ke arah pangeran Zhu Ang Zhi, selir Xiang Sou Lu dan ratu Xiang yang sudah seperti orang gila akibat ulah Chyou yang memakai ilusi kematian.


"apa.....apa yang kau lakukan kepada keluarga ku....???" tanya jendral Xiang dengan wajah pucat nya.


"tidak ada ..., aku hanya memperlihatkan mereka apa itu kematian yang sesungguhnya." jawab Chyou dengan santainya.


tak lama setelah itu, suara peperangan di luar sudah menghilang, dan jendral besar Yu dan kedua tuan muda muncul dari balik pintu.


"lapor yang mulia...., semua pemberontak sudah di musnahkan." ucap jendral besar Yu sambil memberikan hormat di ikuti kedua tuan muda Yu.


"bangunlah....., aku berterimakasih atas kerja keras kalian, kalian akan di berikan hadiah yang besar untuk jasa ini." jawab raja Zhu Shixing dengan senyum.


"bagaimana...... bagaimana bisa kau berada di sini....?, bukankah kau masih berada di perbatasan....?" tanya jendral Xiang dengan wajah yang sangat konyol.

__ADS_1


"tanyakan itu pada gadis kecil di sebelah sana." jawab tuan muda Yu Qiangfang sambil menunjuk ke arah Chyou.


__ADS_2