
selamat membaca
setelah acara diskusi para Manteri dan penjabat pemerintah lainnya selesai, maka di ambil kesimpulan bahwa fenomena gempa bumi yang mengguncang daratan tengah adalah sesuatu yang mungkin di sebabkan oleh monster beast yang berada di tingkat yang lebih tinggi sedang mengamuk dan mengakibatkan para monster beast yang berada di tingkat yang rendah ketakutan dan berlari keluar dari lapisan ke lima hutan terlarang, para anggota kerajaan tetangga juga sudah di pulangkan karena masalah ini.
sedangkan Sou Lu saat ini sedang mengamuk dan membanting seluruh barang yang ada di ruangannya, wajahnya memerah karena amarah yang belum terlampiaskan kepada Xia'er siang tadi.
"dasar jalan* sialan..., kenapa dia selalu saja bisa lolos dari orang-orang suruhan ku..?, apa mungkin Jendral Yu menempatkan seorang penjaga yang handal di sisi Xia'er...?." gumam Sou Lu mencoba kembali berfikir kembali.
"ah....sial...., ini semakin memuakkan saja." gumamnya kembali.
"apa yang membuat sang Dewi penyembuh ini memasang wajah cemberutnya...?" gumam pangeran ke dua, pangeran Zhu Ang Zhi sambil memeluk Sou Lu dari belakang.
__ADS_1
"jalan* itu selalu saja lolos dari orang-orang suruhan ku, aku yakin sekali jika kami meninggalkannya seorang diri, apa mungkin ada seseorang yang membantunya ..?" jawab Sou Lu Tampa berbalik menghadap ke arah pangeran Ang Zhi.
"sayang...., aku akan menghibur mu agar amarah mu hilang sejenak, aku juga akan membantu mu, jadi mari kita bersenang-senang dulu, aku sangat menginginkan mu saat ini." ucap pangeran Ang Zhi sambil membelai seluruh tubuh Sou Lu sehingga membuat Sou Lu mendesah menikmati belaian dan kecupan pangeran Ang Zhi.
"bibi dan keponakan kandung menjalani hubungan yang mendalam, hehehe.....,kalau begitu aku akan menambahkan kalian pemanas hingga suasananya semakin membara." gumam Xia'er yang sedang mengintip pangeran Ang Zhi dan Sou Lu yang masih menikmati erangan masing-masing, ia menjentikkan jarinya menggunakan sedikit kekuatan api untuk membuat gorden terbakar.
karena terlalu asyik dengan pergulatan panas, mereka tidak menyadari jika api sudah membakar sebagian dinding di belakang mereka.
"ah...ah...sayang ...., aku merasa kepanasan....." ucap Sou di tengah pergulatannya.
"bukan....bukan itu, ini terasa seperti kita sedang di tengah kobaran api." jawab Sou Lu dan di saat ia membuka matanya, ia langsung saja berteriak.
__ADS_1
"ah ......... kebakaran....." teriaknya sambil bangkit dan mencoba lari.
"ah....sial....., kenapa bisa terjadi kebakaran..." teriak pangeran Ang Zhi sambil ikut berlari ke luar.
sedangkan di luar orang-orang sudah pada berkumpul di depan kediaman Sou Lu, termaksud Raja dan Ratu, melihat Sou Lu dan pangeran Ang Zhi yang berlari keluar dari dalam kamar Sou Lu dengan pakaian tidak lengkap membuat semua orang yang ada membuka mulutnya dengan lebar.
"pangeran.....!!!, apa yang sedang kalian lakukan....?" teriak Raja dengan wajah muram.
"a.....ayah ..., ini bisa aku jelaskan, ini semua cuma salah paham saja." ucap pangeran Ang Zhi sambil berlutut di depan Raja.
plak....plak ....
__ADS_1
dua tamparan melayang di wajah pangeran Ang Zhi, membuat Ratu sang ibu kandung langsung berlutut memohon ampun untuk pangeran kedua.
"yang mulia....., mohon ampuni pangeran Ang Zhi, aku yakin mereka berdua sedang di jebak yang mulia, tolong tegakkan ke Adilan untuknya." ucap Ratu Xiang dengan bersujud di hadapan Raja.