
selamat membaca
ruang dimensi Xia'er jauh berbeda dari sebelumnya, air surgawi yang dulunya hanya sebuah danau kecil, kini telah berubah menjadi danau besar dengan air terjun, dulunya hanya sebuah gunung, kini gunungnya ada di empat penjuru dengan masing-masing musim yang berbeda.
ada lagi hamparan berbagai macam bunga dan juga tumbuhan herbal di masing-masing wilayah, dan yang lebih menakjubkan adalah bangunan indah yang ada di atas air terjun surgawi nya.
ilustrasi gambar
"bangunan apa yang indah itu...?" gumam Xia'er yang terpesona dengan hal menakjubkan di hadapannya, dan saat ia menginjakkan kakinya di depan gerbang, ia lalu di sambut oleh pelayan wanita yang berjejer menyambutnya.
"selamat datang yang mulia...." ucap mereka bersamaan Sabil menunduk hormat.
"siapa kalian...?, dan bangunan apa ini...?" tanya Xia'er kepada pelayan tersebut.
__ADS_1
"kami adalah pelayan yang di tugaskan untuk menjaga ruang dimensi yang mulia Dewi kehidupan dan kematian." jawab mereka lagi.
"sebelumnya istana ini tidak ada, dan kalian juga tak ada, kenapa baru muncul sekarang...?" tanya Xia'er lagi.
"itu karena segel yang mulia Dewi belum terbuka sepenuhnya yang mulia." jawab mereka lagi.
"baiklah..., aku mengerti sekarang, hantarkan aku ke ruangan ku." perintah Xia'er.
"silahkan yang mulia mengikuti ku." ucap salah satu pelayan yang berbaju sedikit berbeda dengan yang lainnya.
"siapa nama mu...?" tanya Xia'er saat sudah sampai di depan pintu kamarnya.
"baiklah..., aku akan beristirahat sekarang, kembali lakukan tugas mu." ucap Xia'er lagi.
"hamba pamit undur diri yang mulia." ucap Xiquan menunduk hormat dan berjalan meninggalkan Xia'er.
__ADS_1
"ruangan yang sangat indah." ucap Xia'er yang merasa senang dengan ruang kamarnya.
di kamar Xia'er mengarah langsung dengan air terjun surgawi, dari kamar Xia'er juga dapat melihat seluruh wilayah ruang dimensi miliknya.
pakaian juga tergantung indah di ruangan tersendiri, dan untuk kamar mandinya, terdapat kolam kecil yang tersambung Langsung dengan air terjun surgawi, suhunya juga terasa hangat dan nyaman.
"ini betul-betul surga untuk ku." ucap Xia'er sambil berendam, rasa lelahnya langsung menghilang dalam sekejap, setelah berendam sekitar satu jam lamanya, Xia'er memutuskan untuk kembali bermeditasi untuk mengeluarkan jiwa Bima dari dalam jiwanya.
"paman..., aku akan mengeluarkan mu sekarang." ucap Xia'er dan memulai meditasi nya.
Xia'er mengikuti aliran mana yang berbeda dengan aliran mananya, ia mengumpulkan aliran mana tersebut dan menariknya keluar dari dalam jiwanya, proses itu memang memakan waktu cukup lama, tapi itu berjalan dengan lancar dan baik, walaupun badan Bima bisa di bilang hampir mirip dengan hantu, karena badan Bima terlihat transparan.
"sekarang aku bebas dari Omelan mu paman." ucap Xia'er saat selesai melepaskan jiwa Bima dari Jiwanya.
"tapi paman...!!!, kenapa tubuh mu terlihat transparan...?" tanya Xia'er yang sedikit tidak mengerti.
__ADS_1
"paman memang sudah meninggal, dan yang ada saat ini hanyalah sisa dari jiwa paman yang paman tinggalkan untuk membantu mu." jawab Bima yang menjelaskan kenapa tubuh nya terlihat transparan.
"setidaknya wujud paman dapat aku lihat." ucap Xia'er sambil memperhatikan wajah Bima dengan lekat.