Perjalanan Reynata Mencari Cinta Sejati

Perjalanan Reynata Mencari Cinta Sejati
Part 106


__ADS_3

selamat membaca


prajurit tersebut langsung bergegas memberikan laporan kepada pangeran Long jika nona Xia sedang menunggunya, pangeran yang mendengar kabar itu langsung bergegas menuju tempat Xia'er.


"nona Xia, maafkan prajurit ku yang telah berlaku tidak sopan kepada nona." ucap pangeran Long Ying dengan raut wajah menyesal.


"tidak apa-apa, itu sudah menjadi tugas mereka untuk menjaga keamanan pangeran." jawab Xia'er dengan lembut.


"ada apakah gerangan, sehingga nona Xia ingin bertemu dengan ku...?" tanya pangeran Long Ying penasaran.


"bukan apa-apa, aku hanya sedang dalam perjalanan menuju hutan kematian, tidak sengaja melihat lambang kerajaan Long, jadi aku singgah untuk menyapa saja." jawab Xia'er lagi.


"aku sudah mendengar kabar jika nona Xia sedang melakukan perjalanan, tidak menyangka kita bertemu di sini, aku yakin ini adalah sebuah takdir." ucap pangeran Long Ying sembari tersenyum hangat.


"jika boleh tau, pangeran hendak kemana...?, apakah pangeran hendak memasuki hutan kematian juga...?" tanya Xia'er sambil berjalan bersama menuju tenda pangeran Long Ying.

__ADS_1


"kami hendak ke kerajaan Zhu, kami mendengar jika pangeran Zhu Zhang berhasil mengatasi monster di bagian perbatasan, kami ingin meminta beberapa bantuan dari kerajaan Zhu terkait monster tersebut." ucap pangeran sambil mempersilahkan Xia'er duduk, karena mereka sudah sampai di dalam tenda.


"kerajaan Long boleh juga dalam mencari informasi, setahuku..., berita tentang penanganan monster masih di rahasiakan oleh pihak kerajaan kami." ucap Xia'er dengan tenang.


"aku dan pangeran adalah sahabat, dan kerajaan kita juga sudah berteman baik dari dahulu kala, pihak kerajaan Zhu memberikan bocoran informasi tersebut kepada kami, itu karena kami juga sudah mulai menjadi incaran para monster." jawab pangeran Long Ying.


"rupanya seperti itu, jadi kenapa kalian tak langsung ke kerajaan Zhu, tapi malah menuju hutan kematian." tanya Xia'er lagi.


"adik ku kehilangan tangannya, jadi saat aku mendengar informasi jika di pelelangan ada sebuah obat yang dapat mengembalikan tangan adikku." ucap pangeran.


"apa monster yang membuat tangan putri seperti itu...?" tanya Xia'er.


"ia..., saat dalam perjalanan, monster menghadang kami saat memasuki perbatasan kerajaan Wei." ucap pangeran Long.


"berarti monster tersebut adalah hewan yang beracun." ucap Xia'er dalam hati.

__ADS_1


"aku harus segera menyelesaikan perjalanan ku dalam waktu tiga bulan, bisa berbahaya jika aku meninggalkan kerajaan dalam waktu enam bulan." sambungnya lagi.


"nona .... nona Xia." panggil pangeran dan itu membuat Xia'er sadar dari lamunannya.


"oh ...ia..., ah.... maafkan aku, aku sedang memikirkan sesuatu, apa boleh aku melihat keadaan putri Lian Hua." ucap Xia'er.


"aku akan membawamu untuk melihatnya, saat ini ia tak sadarkan diri." ucap pangeran Long Ying.


"kita sudah sampai, masuklah..." ucapnya lagi sambil membuka tenda dan mempersilahkan Xia'er masuk terlebih dahulu.


"terimakasih pangeran." ucap Xia'er


"apa boleh aku memeriksa denyut nadinya, aku sempat belajar tentang pengobatan." ucap Xia'er meminta izin.


"silahkan nona, aku malah bersyukur jika nona dapat mengobati adik ku." jawab pangeran Long dengan sungguh-sungguh.

__ADS_1


"sudah berapa lama putri tidak sadarkan diri...?" tanya Xia'er sambil memeriksa denyut nadi sang putri, raut wajah Xia'er sedikit berubah saat sedang memeriksa kondisi putri Lian Hua.


__ADS_2