Perjalanan Reynata Mencari Cinta Sejati

Perjalanan Reynata Mencari Cinta Sejati
Part 83


__ADS_3

selamat membaca


bunyi teriakan masih terdengar jelas di telinga Jiangheeng, ia ingin berbalik dan melihat apa yang sedang terjadi, tapi nonanya sudah memperingatkan nya untuk tidak berbalik, jadi Jiangheeng hanya bisa menahan rasa penasarannya saja.


sedangkan di desa tersebut masih begitu heboh dengan pemandangan yang baru mereka lihat itu, sesuatu yang sangat menegangkan dan juga sedikit menyeramkan.


sedangkan Xia'er dan Jiangheeng akan menuju ke desa selanjutnya yang berjarak sekitar satu hari satu malam lagi, jadi mereka akan terus memacu kudanya sampai tengah malam.


"kita akan beristirahat di hutan ini untuk sementara, kita akan sampai di desa berikutnya besok malam." ucap Xia'er yang memperlambat jalan kudanya.


"kalau begitu aku akan membuat tempat untuk nona beristirahat sebelum aku mencari beberapa makanan untuk makan malam kita nona." jawab Jiangheeng sambil turun dari kudanya dan mulai mengerjakan tugasnya.


"biar aku yang mencari hewan buruan, kau cukup buat tempat untuk kita beristirahat saja." jawab Xia'er lagi dan di anggukan kepala oleh Jiangheeng tanda dia mengerti.

__ADS_1


Xia'er mulai memasuki hutan lebih jauh untuk mencari hewan buruan, saat Xia'er sedang mengejar hewan buruannya, tiba-tiba Xia'er mendengar seperti suara pertarungan.


"hmmmm...., ini seperti suara pertarungan." ucap Xia'er yang berhenti mengejar hewan buruannya.


"apa aku melihat sebentar aja yah..., lumayan untuk menonton film aksi yang realnya." sambung Xia'er lagi dengan senyum jahilnya.


Xia'er langsung melejit ke arah tempat suara pertarungan terjadi, Xia'er dengan santainya duduk di atas pohon yang cukup tinggi dan menyaksikan pertarungan yang bisa di bilang tidak seimbang.


sedangkan di bawah Xia'er, terlihat sosok pria yang masih mengenakan baju zirah yang sudah berlumuran darah.


"siapa yang mengirim kalian....?, kepulangan ku ke kerajaan tidak ada yang mengetahuinya..." ucap sang pria yang berbaju zirah.


"pangeran tak perlu tahu siapa yang mengirim kami, tapi yang pangeran perlu ketahui, pangeran tak di butuhkan di dalam kerajaan lagi." ucap sang pemimpin berbaju hitam dengan topeng yang menutupi sebagian wajah mereka.

__ADS_1


"apa ini ulah ibunda ratu...?, dia menyingkirkan ku karena dia tidak bisa menyingkirkan ku seperti ibunda ku dan saudari ku yang lain...?" tanya sang pria berbaju zirah lagi.


"sebaiknya pangeran tak usah melawan lagi, apalagi mencari tahu siapa yang mengirim kami, karena pangeran tak akan menemukan jawaban nya saat sudah menjadi mayat." jawab sang pria bertopeng.


"kalian menggunakan cara yang licik, menggunakan bius agar bisa melumpuhkan sebagian pasukan ku, aku tidak akan membiarkan kalian berbuat sesuka hati kalian." ucap sang pria berziarah dan kembali mengangkat pedangnya dan melapisinya dengan api.


"dia tidak akan bisa bertahan, dia tidak hanya terkena obat bius saja, racun pelumpuh organ juga bersarang di tubuhnya." ucap Xia'er di atas pohon.


"kau belum sadar juga ..., kondisi mu tak akan bertahan lama." ucap sang pria bertopeng dan ...


"uhuk...uhuk... uhuk..." si pria berziarah memuntahkan sejumlah darah segar yang cukup banyak.


"ha ha ha ha....., sekarang terimalah kematian mu pangeran...." teriak sang pria bertopeng dan siap menancapkan pedagangnya ke arah sang pria berziarah.

__ADS_1


__ADS_2