
selamat membaca
setelah mencari dan mendesain gaun, Xia'er sempat berbincang-bincang cukup lama bersama manajer Wang Lu, setelah berbincang-bincang Xia'er dan yang lainnya bergerak kembali menuju penginapan, dan untuk Jiangheeng, ia sudah lebih dulu menyambut pangeran, lebih tepatnya mengawal dari kejauhan bersama Chyou, karena gadis berusia 13 tahun itu tak mau berpisah dari Jiangheeng.
saat Xia'er dan ke tiga gadis lainnya sampai ke penginapan, Jiangheeng dan Chyou juga muncul tak lama setelah pangeran dan tangan kanannya tiba di penginapan juga.
"selamat datang pangeran......, nona kami sudah menunggu di dalam." ucap Xiongling yang menyambut kedatangan pangeran dan bawahannya.
"oh......, ia.... terimakasih atas sambutannya." jawab pangeran Wei dan langsung mengikuti langkah Xiongling menuju dalam penginapan.
"selamat datang pangeran dan jendral Haucun, silahkan duduk....!!!" ucap Xia'er menyambut kedua tamunya.
__ADS_1
"rupanya nona Xia sudah mengetahui orang-orang terdekat ku, ya..... itu pasti mudah untuk seorang nona jenius dan hebat seperti nona Xia.
"bukan seperti itu, hanya saja Sumi'er mengenalnya dan terlebih dahulu memberitahukan ku." jawab Xia'er karena saat di pintu masuk, Leng Sumi sempat mengintip karena sudah tak sabar ingin melihat Gege-nya yang hanya berbeda beberapa menit saja dari dirinya.
mendengar nama adiknya di sebut, pangeran Wei Xiang langsung mengedarkan matanya dan berhenti di sosok gadis yang sedang menyeduh teh di pojok ruangan dan sosok gadis kecil yang sedang duduk santai sambil mengunyah makanan di meja lainnya bersama dua pelayan di belakangnya.
"Mi'er......., Meng'er.....???" panggil pangeran Xiang dengan pelan, ia sedikit gugup dan itu terlihat jelas dari raut wajahnya.
"apa ini betul-betul diri mu....???, oh dewa .....!!!, Gege sungguh sangat bahagia....!!!, Gege bersyukur kalian baik-baik saja." ucap pangeran Xiang sambil memeluk Leng Sumi dengan erat, air mata nya juga mengalir cukup deras, tanda ia seorang saudara yang penyayang.
"kami berhasil lolos berkat bantuan bibi pengasuh dan seorang pedagang yang mau membantu kami menumpang di kereta mereka saat menuju ke kerajaan Zhu saat itu." jawab Leng Sumi setelah itu mereka berdua kembali duduk.
__ADS_1
sedangkan Leng Meng, ia terlihat biasa-biasa saja terhadap pangeran Xiang, maklum saja, saat itu ia masih bayi yang belum mengenal siapapun.
"bagaimana dengan adik bayi kita....???, sepertinya dia tidak mengenal ku....???" ucap pangeran Xiang sambil melihat ke arah Leng Meng yang masih menikmati hidangan kue yang sangat banyak.
"ya...., begitulah.....!!!, Meng'er tumbuh sangat menderita, dia terkena racun ular hitam sejak dari dalam kandungan, untung saja ada nona Xia yang mau menolong kami, tak hanya itu, nona juga menyembuhkan Meng'er dan mengangkat kami berdua menjadi muridnya." ucap Leng Sumi dengan tersenyum bahagia tanda syukurnya karena bertemu sosok yang sangat dermawan.
"kau terlalu menyanjung ku, aku membantu kalian karena aku bisa, dan aku mengangkat kalian menjadi murid karena aku tahu kalian bisa membuat ku bangga." ucap Xia'er sambil meminum tehnya.
"sekali lagi aku ucapkan terimakasih atas kemurahatian nona Xia terhadap saudari ku."
"sudahlah....., sebaiknya kita membahas apa yang akan kita lakukan terhadap orang yang membuat kalian seperti ini." jawab Xia'er.
__ADS_1