Perjalanan Reynata Mencari Cinta Sejati

Perjalanan Reynata Mencari Cinta Sejati
Part 105


__ADS_3

selamat membaca


saat ini semua yang ada di dalam ruangan tersebut merasakan panas dingin karena ketakutan akan kemarahan sang raja.


"segera lakukan penyelidikan, aku tak akan melepaskan mereka yang berani menyentuh tangannya kepada putra mahkota." teriak sang raja dan kemudian berjalan keluar dengan wajah yang di penuhi amarah.


"cepat laksanakan apa yang di perintahkan yang mulia." ucap sang Kasim pribadi raja Wei kepada salah satu mantri kepercayaan sang raja, setelah itu ia mengikuti sang raja keluar.


"yang mulia ratu, aku akan memastikan mereka yang berani membuat putra mahkota seperti ini akan menerima akibatnya." ucap sang Manteri dengan penuh kepercayaan diri.

__ADS_1


"aku mempercayakan itu semua Kepada mu, pastikan kalian memberikan pelajaran berharga karena telah berani kepada pihak kerajaan." ucap sang ratu Tampa menoleh kepada lawan bicaranya karena ia terus memandangi wajah putra mahkota yang terbaring lemah.


segera setelah mendapat perintah mereka keluar untuk melakukan penyelidikan, sedangkan pangeran Wei Xiang Su yang juga mendengarkan berita tersebut hanya tersenyum misterius, saat ini ia hanya akan mengawasi sang ratu sambil terus menyiapkan pasukannya sendiri untuk merebut kembali apa yang menjadi miliknya dan membalaskan dendam keluarga besarnya.


"aku tak tau siapa yang Changxi singgung, tapi aku berterimakasih untuk itu, setidaknya selama sebulan, aku bisa leluasa melakukan pekerjaan ku." gumamnya seorang diri.


meninggalkan pihak kerajaan, saat ini Jiangheeng dan Chyou sudah sampai di depan hutan kematian, karena merasa harus menunggu Xia'er, jadi mereka berdua membuat beberapa persiapan sebelum Xia'er datang.


"aku akan menyiapkan apinya, aku juga mendengar suara air mengalir, sungai pasti tak jauh dari sini, aku akan menyiapkan air untuk kita dan nona nanti." sambung Chyou juga.

__ADS_1


"tidak...., kau tetap di sini saja, kita tidak bisa meninggalkan tempat pertemuan, kita hanya bisa menebak nona akan datang saat pertengahan malam, tidak ada yang tau jika nona akan datang dalam waktu dekat, jadi kau di sini saja, aku akan mencari air bersih untuk kita." jawab Jiangheeng lagi.


"kau ada benarnya, baiklah...., aku akan menunggu nona di sini." jawab Chyou yang mengerti rasa kekhawatiran Jiangheeng.


sedangkan Xia'er saat ini masih di pertengahan jalan, tapi saat menuju hutan kematian, ia berpapasan dengan kelompok pangeran Long yang juga sedang menuju hutan kematian, tapi saat ini mereka masih mendirikan tenda karena sedang beristirahat, apalagi saat ini mereka sedang merawat putri long Lien Hua.


"tak ku sangka akan bertemu sosok orang hebat di hutan ini." ucap Xia'er yang masih berada di atas kudanya, Xia'er langsung berjalan mendekat kearah kelompok pangeran, tapi di hentikan oleh beberapa prajurit.


"siapa anda ...?, ada perlu apa nona mendekati kelompok kami." ucap salah satu prajurit dengan tegas sambil mengarahkan tombaknya ke arah Xia'er.

__ADS_1


"tenanglah..., aku tidak berniat buruk, sampaikan saja pesan ku kepada pangeran kalian, bilang jika nona Xia ingin bertemu." ucap Xia'er dengan lembut.


"baiklah..., tunggu sebentar, akan aku sampaikan kepada yang mulia pangeran." ucap prajurit tersebut masih dengan wajah sangar karena masih tak percaya dengan Xia'er.


__ADS_2