
selamat membaca
sedangkan putra mahkota yang mendengar jika wanita itu adalah Xia'er, ia tak bisa lagi mengucapkan satu kata pun dari dalam mulutnya, perasaannya tercampur aduk, rasa marah, khawatir, dan juga lega bercampur menjadi satu, dan hal yang dapat ia lakukan hanyalah menatap wajah Xia'er yang tertutup cadarnya.
"kami berniat mengunjungi tempat tinggal kalian untuk bermalam malam ini dan melanjutkan perjalanan esok harinya ke kerajaan Wei, tapi monster menghadang kami." ucap Jiangheeng dan menunduk lemas.
"tapi karena aku tak bisa melindungi nona, jadi nona yang melindungi ku dengan memasang barer pelindung dan melawan monster seorang diri." sambung Jiangheeng lagi penuh penyesalan.
"jangan bersedih, ingat apa yang ku katakan sebelumnya." ucap Xia'er dan kembali menutup matanya karena terlalu kelelahan.
putra mahkota yang melihat Xia'er yang sampai pada ambang batasnya, ia kembali menggendong Xia'er dan membawanya ke ruang pribadinya di perbatasan.
__ADS_1
sesampainya di dalam kamar, putra mahkota langsung menurunkan tubuh Xia'er secara perlahan-lahan, takut akan membangunkan Xia'er, setelah itu putra mahkota hanya duduk diam di samping pembaringan sambil menatap wajah damai Xia'er yang tertutup oleh cadarnya.
"apa yang harus ku lakukan pada mu...?, apa selama ini kau hanya berpura-pura lemah saja...?, tapi kau memang tak memiliki basis kultivasi sama sekali, dan sekarang basis kultivasi mu sudah di tahap bumi." gumam pangeran mahkota seorang diri.
"apakah cinta mu pada ku juga sebuah kepura-puraan...?" sambungnya lagi sambil merapikan rambut Xia'er yang menutupi bagian wajahnya.
setelah puas menatap wajah dan memikirkan perbuatan Xia'er yang dulu dan yang sekarang, tapi tak kunjung mendapatkan jawabannya, putra mahkota hanya bisa menghela nafasnya dan kembali ke meja kerjanya untuk menyelesaikan beberapa tugasnya.
"sahabat kecil dan juga cinta pertama tubuh ini, tapi seperti biasanya, penyesalan selalu datang di belakang, tapi sepertinya bukan penyesalan namanya, karena yang dia cintai bukanlah Xia'er yang dulu, tapi perubahan yang Xia'er alami." gumam Xia'er sambil bangun dari tempat tidurnya.
Xia'er keluar dan berniat mencari Jiangheeng yang pertama kali, tapi saat Xia'er di depan kediaman pangeran mahkota, sudah ada Jiangheeng yang menunggunya di sana.
__ADS_1
"Jiangheeng....." panggil Xia'er dari belakang Jiangheeng.
"nona....., bagaimana keadaan nona saat ini...?, apa masih ada yang terasa sakit atau terasa tidak nyaman...?" tanya Jiangheeng sambil mengedarkan pandangannya ke setiap inci tubuh nonanya, takut jika terdapat goresan saat pertarungan semalam.
"aku baik-baik saja dan tidak terdapat luka gores di tubuh ku." jawab Xia'er sambil tersenyum.
"ah...., syukurlah...., jika Ling'er tau ..., aku akan di bunuh nya." ucap Jiangheeng menghembuskan nafas lega.
"sudahlah...., ayo kita bertemu kepala prajurit dari tentara ayah, aku perlu berbicara mengenai monster semalam." balas Xia'er Sabil berjalan.
"kebetulan mereka saat ini sedang latihan pagi nona, dan ketua prajurit juga ada di sana, biar aku tunjukkan tempatnya." balas Jiangheeng sambil berjalan membimbing Xia'er.
__ADS_1