
selamat membaca
setelah Xia'er menghabisi semua pembunuh bayaran tersebut, ia memanggil penjaga bayangannya yang selalu setia dimanapun ia berada, tapi kini hanya ada seorang saja yang mengikuti Xia'er, itu adalah permintaan Xia'er sendiri, karena Xia'er rasa satu orang sudah lebih dari cukup untuk melindunginya, karena ia rasa, dia sendiri sudah mampu untuk melindungi dirinya sendiri.
"keluarlah...." ucap Xia'er dan dalam sekejap muncullah seseorang pemuda tampan bertopeng dari balik bayangan Xia'er sendiri.
"hormat kepada junjungan muda." ucap sang pengawal bayangan sambil duduk dengan menopang satu kakinya dan menaruh tangannya kanannya di dada.
"bangunlah....." jawab Xia'er dengan lembut.
"hamba siap menerima perintah junjungan." kata si pengawal bayangan lagi.
__ADS_1
"sebelum aku memberi mu perintah, apa kau bisa terlebih dahulu memberitahukan nama mu...?" tanya Xia'er, ia perlu mengetahui siapa nama orang-orang yang akan selalu berada di dekatnya.
"mohon ampun junjungan, hamba tak memiliki nama, hamba hanya di beri tanda angka 01 saja." jawabnya masih dengan menundukkan kepalanya, itu karena mereka tak di izinkan untuk menatap sang junjungan.
"baiklah, mulai sekarang aku akan memanggil mu dengan nama Li Yuang, kalian semua akan bermarga Li mulai sekarang, sampaikan pesan ku pada yang lainnya, mereka juga harus memilih nama mereka sendiri, setelah semuanya sudah menentukan nama, kau boleh membawanya kepada ku. dan satu hal lagi, jangan panggil aku junjungan, panggil saja aku nona, dan itu berlaku untuk kalian semu." ucap Xia'er dengan lembut, tetapi ada ketegasan juga di dalam setiap kata-katanya.
"terimakasih atas kemurahan hati nona." jawab Li Yuang sambil membungkuk hormat kembali.
"hamba siap melaksanakan tugas." ucapnya Li Yuang dan langsung membawa ke lima mayat tersebut kembali ke kediaman Ratu Xiang Shulo dengan cepat dan juga efektif.
setelah memerintahkan Li Yuang, Xia'er kembali menatap kamarnya yang sudah di banjiri oleh darah, mau tak mau ia harus membersihkan semuanya lagi.
__ADS_1
"hmmmm, mereka hanya datang membawa kerjaan untuk ku saja." ucap Xia'er sambil membuang nafas panjang.
"apa yang kau susahkan...?, kau tinggal menggunakan sihir pembersih yang sangat gampang dan paling sederhana yang di ajarkan oleh ibunda mu." ucap Bima dalam benak Xia'er.
"hei.. paman, walaupun itu sihir yang mudah, tapi itu memerlukan tenaga juga." balas Xia'er dan kembali melafalkan mantra, setelah itu ia mengibaskan tangannya, seketika keadaan ruangan itu kembali seperti sediakala lagi.
"jangan lupa bangunkan para pengawal dan pelayanan yang tertidur karena obat bius." Bima kembali mengingatkan lagi.
"itu tidak perlu paman, mereka juga akan bangun saat pagi, biarkan saja mereka menikmati tidur lelapnya." balas Xia'er dan kembali melafalkan mantra pembersih untuk bajunya dan wajahnya, setelah itu ia kembali ke atas pembaringannya untuk melanjutkan tidurnya yang tertunda.
"paman, berhentilah berbicara, karena keponakan mu yang cantik ini mau tidur." ucap Xia'er sebelum menutup matanya.
__ADS_1
tiba saatnya untuk matahari pagi menyinari dunia, saat ini, di kediaman sang Ratu terdapat pertunjukan yang sangat menarik, bukannya menyambut hari dengan rasa senang karena berpikir sudah menyelesaikan pengganggu dalam rencananya, tapi Ratu negeri Zhu malah menyambut pagi dengan perasaan tegang.