
selamat membaca
malam telah berlalu dan kini matahari sudah menyapa kerajaan Zhu, saat ini pasukan yang di pimpin langsung oleh putra mahkota Zhu Zhang sudah siap di posisi mereka masing-masing.
pasukan dari kerajaan Kai juga sudah sampai di lokasi tempat yang jebakan yang pangeran mahkota siapkan, saat pangeran mahkota melihat musuh sudah masuk di jebakan, ia memberikan arahan untuk menjatuhkan bola batu dari atas tebing sehingga menutupi jalan dan memblokir sebagian dari pasukan musuh.
"jatuhkan batunya.....!!!" perintah pangeran mahkota Zhu Zhang, dan dua batu besar jatuh menutupi dan memblokir sebagian pasukan kerajaan Kai.
"pasukan pemanah...., siap......, lepaskan....!!!" teriak pangeran mahkota Zhu Zhang dan hujan panah menghujani pasukan kerajaan Kai yang sudah terblokir.
"Arrrgggggg........" suara teriakan para prajurit musuh yang di bantai habis.
"sial......, bagaimana bisa mereka tiba-tiba muncul di sini....?
"apa yang harus kita lakukan.....?"
pertanyaan dan rasa penasaran muncul di benak para prajurit kerajaan Kai yang tiba-tiba di serang.
__ADS_1
"pasang perisai dan bersiap bertarung...." teriak jendral dari pasukan kerajaan Kai.
tapi saat mereka sudah bersiap untuk menghadapi pasukan kerajaan Zhu, mereka malah di kejutkan dengan hilangnya pasukan kerajaan Zhu Tampa meninggalkan jejak.
"apa......apa..... yang terjadi sebenarnya....?"
"kemana larinya pasukan musuh....?"
"tidak mungkin mereka bisa melarikan diri di tengah-tengah tebing seperti ini.....?"
lagi dan lagi, rasa bingung dan penasaran muncul di benak mereka, karena saat pasukan Kai berhasil naik di tebing tempat para pasukan Zhu menyerang, mereka sudah menghilang entah kemana.
setelah beberapa saat, sekelompok prajurit datang untuk melaporkan hasil penyelidikan mereka.
"lapor jendral...., kami tidak menemukan tanda-tanda keberadaan mereka di tebing ini lagi."
"selain dari jejak kaki yang berkumpul di bagian selatan tebing ini, kami tidak menemukan jejak apapun lagi jendral."
__ADS_1
"baiklah....., kita kembali ke bawah untuk memeriksa apa ada yang selamat dari penyergapan tersebut." perintah jendral pasukan kerajaan Kai.
"lalu .....apa yang harus kita lakukan kepada mayat prajurit kita jendral....?" tanya salah satu dari komandan pasukan.
"kumpulkan dan bakar semua mayat, setelah itu kita lanjutkan perjalanan, kita harus membalas semua penghinaan ini." jawab jendral kerajaan Kai, wajahnya memerah menahan amarahnya, ia hanya bisa mengepalkan tangannya Tampa bisa melakukan apapun, kesempatan untuk menyerang saja mereka tidak punya.
di saat prajurit musuh sedang sibuk dengan mengurus mayat dari anggotanya, pasukan kerajaan Zhu yang di pimpin oleh pangeran mahkota Zhu Zhang sudah muncul di perbatasan tempat para pasukan yang lainnya berkumpul.
"selamat datang yang mulia pangeran mahkota." ucap Qiangfang yang kebetulan ada di tempat munculnya pangeran dan pasukannya.
"sepertinya dari raut wajah Yang mulia, hamba bisa menebak hasilnya." sambung Qiangfang lagi dengan tersenyum.
"berhenti memanggilku dengan formal seperti itu, bagaimana keadaan di sini....?" ucap pangeran mahkota Zhu Zhang sambil berjalan bersama Qiangfang menuju ruangan miliknya.
"semua sudah pada posisi masing-masing, kita menyelesaikannya dengan cepat." jawab Qiangfang dengan nada yang santai, itu karena memang mereka bersahabat.
"bagaimana dengan yang mulia raja.....?, apa yang mulia sudah berada di sini....?" tanya pangeran lagi.
__ADS_1
"sepertinya yang mulia raja akan tiba besok bersama ayah ku." jawab Qiangfang lagi.