Perjalanan Reynata Mencari Cinta Sejati

Perjalanan Reynata Mencari Cinta Sejati
Part 74


__ADS_3

selamat membaca


pangeran dan yang lainnya terlihat sangat menikmati teh herbal yang di buat oleh Xia'er, melihat itu, Xia'er cukup merasa senang karena bisa berbagi, sedangkan untuk pangeran sendiri, Xia'er tak memiliki dendam terhadap pangeran, walaupun pemilik tubuh Xia'er yang asli sedikit marah, tapi dia tidak menaruh dendam sama sekali, apalagi pangeran adalah sahabatnya sedari kecil, tapi berbeda jika menyangkut perasaan cinta, baik Xia'er yang dulu ataupun jiwa nata, keduanya sudah tidak menyukai pangeran lagi, Xia'er yang asli hanya merasa sedikit kecewa karena pangeran tak membalas perasaannya, tapi untuk menyimpan dendam, itu tidak sama sekali, Xia'er hanya menaruh dendam kepada orang yang menghina dirinya dan ibunya, itu saja.


"aku ingin tau bagaimana cara kalian menghadapi para monster." tanya Xia'er to the points.


"kami menghadapi monster secara bersamaan, sama seperti yang nona lakukan, tak memberikan jeda waktu untuk monster melakukan penyembuhan diri." jawab sang kepala prajurit.


"tapi sejauh ini, monster yang kami hadapi masih monster tingkat rendah, semalam adalah pertama kalinya kami melihat kekuatan monster tingkat 2." sambung pangeran.


"biasanya monster tingkat 2 hanya muncul sejenak dan langsung menghilang lagi, monster itu seperti hanya mengawasi saja dan tidak pernah turun tangan langsung." sambung pangeran lagi sambil menyesap tehnya.

__ADS_1


"apa ada laporan dari perbatasan yang lainnya..?" tanya Xia'er lagi.


"sejauh ini, keadaan nya masih stabil, monster yang di hadapi juga sama seperti di sini." jawab kepala prajurit.


"kekuatan monster tingkat 2 tidak bisa di hadapi hanya dengan terus menyerang, apalagi pasukan kalian tidak memiliki stamina dan mana dalam porsi yang besar, itu akan sangat beresiko." ucap Xia'er sambil mengerutkan keningnya.


"kau bisa meneliti sisa tubuh monster tersebut, dengan begitu kita bisa mengetahui kelemahannya." ucap Bima tiba-tiba.(dalam benak Xia'er).


"kau betul paman, terimakasih sarannya." balas Xia'er sambil tersenyum.


"aku harus meneliti sudah tubuh monster tersebut, aku akan mencoba mencari tau kelemahan mereka." sambung Xia'er lagi.

__ADS_1


"aku akan menyuruh beberapa prajurit untuk mengambil tubuh monster tersebut." ucap kepala prajurit dan langsung berpamitan untuk melakukan tugasnya.


"Jiangheeng..., bisakah kau membantuku menyiapkan tempat tinggal untuk kita...?" tanya Xia'er


"akan segera saya laksanakan nona." jawab Jiangheeng dan langsung keluar untuk menyiapkan tempat yang nyaman untuk nona mudanya tinggal.


tersisalah Xia'er dan pangeran saja, suasana berubah menjadi lebih dingin dari biasanya, merasa kecanggungan yang amat parah, pangeran mencoba untuk berbicara.


"apa yang membawa mu sampai ke sini...?, keadaan saat ini sedang tak stabil, akan sangat berbahaya untuk mu, apalagi kau pergi tanpa pengawalan sama sekali." ucap pangeran yang merasa cemas.


"aku baik-baik saja, dan aku tak memerlukan pengawalan, karena ini merupakan perjalanan ku untuk berlatih meningkatkan kekuatan ku." jawab Xia'er dengan santai.

__ADS_1


"Xia'er...., maafkan aku..., maafkan semua kesalahanku di waktu dulu, aku tidak membenci mu, tapi tekanan dari pekerjaan mendorong ku untuk mencari sesuatu yang bisa ku anggap menguntungkan ku." ucap pangeran penuh penyesalan.


"aku tau, karena itu aku membantu mu, menyatukan cinta mu dengan wanita pilihan mu, ya meskipun wanita yang kau pilih sekarang sudah menjadi sampah." jawab Xia'er Tampa peduli perasaan pangeran.


__ADS_2