
Selamat Membaca
Pasukan Banteng hitam sudah berjejer dan saling berhadapan dengan pasukan militer kerajaan, walaupun pasukan Banteng hitam sudah terlihat memasuki usia 30 keatas, tapi kemampuan, keterampilan dan pengalaman di Medan peperangan adalah poin penting dalam kekuatan Banteng hitam.
"bagaimana mungkin ....???, kenapa kalian berada di sini....???" ucap jendral Tiang Dong dengan wajah tak percayanya.
"berkat pengorbanan tuan kami, kami bisa berada di sini, dan kini....., sudah saatnya kami membalaskan dendam tuan kami yang kalian fitnah dengan sangat kejam." jawab jenderal Wenhua dengan wajah dan tubuh yang sudah sedikit gemetar menahan rasa amarahnya.
sedangkan di dalam istana, suasananya sudah sangat kacau, raja Wei sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi, dan begitu juga dengan para anggota mantri Tiang yang memang ikut andil dalam masalah sepuluh tahun lalu.
"apa yang sebenarnya terjadi....???" tanya putri Wei Jiangming dengan wajah bingungnya.
"apa kau belum paham juga....???, melihat situasinya saat ini, apa kau akan terus berpura-pura tidak mengerti....???" jawab pangeran Wei Xiang Su dengan tersenyum sinis.
__ADS_1
"sial...., aku bukannya berpura-pura tidak mengerti, tapi ini memang susah untuk di pahami." jawab putri Jiangming dengan nada kesalnya.
"ternyata kau memang gadis yang bodoh, biar kuberi tahu, sebentar lagi kalian semua akan menjadi tawanan ku, dan itu di mulai dari kakek mu." ucap pangeran Wei Xiang sambil berbisik di telinga sang putri.
"selamat menikmati pertunjukan pembantaian adik ku....!!!" lanjutnya lagi sambil tertawa terbahak-bahak, membuat raja dan yang lainnya menatap pangeran Wei Xiang.
"tangkap para pemberontak itu...." ucap pangeran Wei Xiang yang sudah berdiri dari kursinya.
seketika para pelayan yang tadinya membawa nampan, kini berubah membawa senjata dan mengarahkan kepada para kawanan mantri Tiang.
"apa kau tau apa yang kau lakukan sekarang....???, ini pemberontakan pangeran Wei Xiang Su....???" teriak raja Wei lagi.
"yang mulia...., aku bukannya melakukan pemberontakan, aku hanya menangkap pemberontak sesungguhnya, menghukum kriminal seperti mereka adalah tugas ku sebagai salah satu pangeran, ini demi kerajaan yang mulia" jawab pangeran Wei Xiang Su dengan tersenyum puas.
__ADS_1
"kau....., kau berani berbicara seperti itu kepada ayahanda....???" teriak putri Jiangming sambil menunjuk ke arah pangeran Xiang.
"plak....." suara tamparan tiba-tiba terdengar nyaring dari pipi putri Jiangming, ia sampai tersungkur ke bawah.
"diamlah jalan* sialan, jangan menunjukkan jari sialan mu kearah Gege ku." ucap Leng Meng yang tiba-tiba melejit dan menampar pipi putri Jiangming.
"kau.....kau .... Wei Meng....???" tanya raja Wei dengan wajah penuh kebingungan, wajah Leng Meng terlihat sama persis dengan permaisuri terdahulu.
"jangan sebut marga sialan itu, marga ku Leng...., Leng Meng." jawab Leng Meng dengan tatapan jijik ke arah raja Wei.
"hah ....., anak-anak ini terlihat tidak sabaran, kurasa ini akan menjadi akhir untuk mereka." ucap Xia'er yang terlihat sangat santai di kursinya, bersama dengan anggota yang lainnya.
"apa kita tak usah bergerak...???, sepertinya mereka tidak membutuhkan bantuan...!!!" ucap Xioling yang juga terlihat santai.
__ADS_1
"biarkan saja mereka, jika ada sesuatu yang berbahaya, baru kita bertindak." jawab Jiangheng.
"tangkap permaisuri dan bawa ke hadapan ku sekarang juga....!!!" perintah Leng Meng dan langsung di anggukkan oleh para pengikut kakaknya.