Perjalanan Reynata Mencari Cinta Sejati

Perjalanan Reynata Mencari Cinta Sejati
Part 104


__ADS_3

selamat membaca


kejadian sebelum Xia'er pingsan teringat kembali di kepala Xia'er, tapi satu hal yang membuatnya bertanya-tanya, itu adalah sosok pria bertopeng yang datang menolongnya.


"siapa dia sebenarnya...?, tingkat kultivasinya juga tidak dapat aku ukur, dan juga...., aura yang sangat mengerikan itu..." gumam Xia'er seorang diri.


"aku harus segera pergi, aku sangat mengkhawatirkan kedua anak itu." lanjutnya lagi sambil bangun dari tempat tidurnya.


"oh.... tidak...!!!, aku melupakan Sanchai." ucap Xia'er dengan wajah serius dan sedikit takut jika kehilangan kuda kesayangannya.


Xia'er dengan cepat bergegas keluar dari ruang kamarnya menuju ke depan, tetapi saat menuju ke depan, di ruang tengah sudah tersusun rapi berbagai macam makanan yang terlihat sangat mewah.

__ADS_1


"ya ampun...., ada apa dengan hidangan yang mewah itu...?." ucap Xia'er yang merasa cukup terkejut dengan hidangan yang mewah di dalam gubuk yang sederhana.


"aku harus melihat Sanchai terlebih dahulu." lanjutnya lagi dan kembali berjalan menuju pintu keluar, dan betapa bahagianya Xia'er saat melihat Sanchai yang sedang menikmati makanannya dengan lahap.


"ah....., syukurlah...., aku merasa lega sekarang, aku kira kau tertinggal di tempat pertempuran semalam." ucap Xia'er sambil mengelus-elus kepala Sanchai.


"tapi kenapa aku hanya sendiri di gubuk ini...?, dimana pemilik gubuknya...?" ucap Xia'er yang kembali masuk kedalam gubuk menuju ruang tengah yang terdapat makanan mewah tadi, sesampainya di sana, Xia'er hanya melihat secarik kertas yang bertuliskan sesuatu.


"selamat pagi, dan silahkan sarapan dengan hidangan yang sudah ku sajikan, aku akan menemui mu lagi nanti di lain kesempatan." isi pesan yang tertulis.


"makanan nikmat tak boleh di sia-siakan, jadi sebaiknya aku makan sekarang, sisanya akan ku bawa untuk anak-anak ku yang sedang menunggu, aku yakin mereka sangat khawatir sekarang" gumamnya sambil memakan makanannya.

__ADS_1


Xia'er menganggap Jiangheeng dan Chyou sebagai anak didiknya, karena dia sendiri yang akan mengajari mereka teknik beladiri nanti, walaupun saat ini Xia'er masih berumur empat belas tahun, tapi jiwa Reynata yang sesungguhnya adalah berumur dua puluh tujuh tahun.


saat ini Xia'er sudah kembali memacu kudanya menuju tempat hutan kematian, ia yakin jika Jiangheeng dan Chyou sedang menunggunya di sana.


"aku yakin saat ini mereka berdua sedang dalam perjalanan menuju hutan kematian, jika sesuai dengan prediksi ku, mereka akan sampai saat sore hari, dan aku akan sampai malam hari." ucap Xia'er dalam hati.


di sisi lain, sesuai dengan prediksi Xia'er, Jiangheeng dan juga Chyou memang sedang berjalan menuju hutan kematian.


"kita akan sampai ke hutan kematian saat sore hari, kita berdua akan menunggu nona di depan hutan kematian." ucap Jiangheeng sambil memacu kudanya, sedangkan Chyou hanya mengangguk saja tanda ia mengerti.


lain Xia'er dan anak-anak asuhnya, di dalam istana kerajaan Wei saat ini sedang dalam keadaan tegang, putra mahkota kembali dalam keadaan yang cukup mengenaskan, membuat raja dan ratu sangat terkejut.

__ADS_1


saat ini para tabib istana sedang mengobati pangeran mahkota Wei Changxi sejak semalam, luka yang di alaminya memang cukup serius.


"siapa yang berani melakukan hal ini kepada penerus kerajaan Wei...?, apa mereka menentang kerajaan Wei...?" ucap raja Wei dengan wajah memerah marah.


__ADS_2