
selamat membaca
setelah Xia'er berbicara seperti itu, maka seseorang yang sedang mengamati Xia'er sejak tadi akhirnya menampakkan hidungnya juga.
"aku bukannya sengaja menguping, hanya saja kalian yang berbicara di tempat terbuka seperti ini." jawab putra mahkota kerajaan Long, Long Ying.
"yang dikatakan Putra Mahkota kerajaan Long memang benar adanya, hanya saja Putra Mahkota sudah mengikuti ku sejak tadi, jika bukan karena sengaja ingin menguping, lalu apa maksud anda yang sebenarnya Putra Mahkota ...?" jawab Xia'er lagi sambil menatap datar Putra Mahkota Long Ying.
"aku tak sengaja mengikuti mu, hanya saja seorang gadis cantik keluyuran di tengah malam, aku takut kau akan di culik saja." ucap Putra Mahkota Long Ying mencari alasan.
"alasan yang masuk akal, sepertinya aku harus berterimakasih atas kekhawatiran Putra Mahkota Long kepada ku, tapi seperti yang anda ketahui, kita berada di lingkungan kerajaan, siapa yang akan berani menculik ku...?" ucap Xia'er lagi.
__ADS_1
"sepertinya aku tak perlu menjawab pertanyaan mu, karena aku yakin kau sudah mengetahuinya, aku hanya sekedar mengingatkan saja." jawab Putra Mahkota Long Ying.
"sekali lagi terimakasih atas perhatiannya, tapi Putra Mahkota tak perlu mengkhawatirkan tentang masalah itu, aku yakin akan di istana ini pasti aman untuk ku."balas Xia'er
"malam sudah semakin larut, aku akan kembali ke kediaman ku, semoga Putra Mahkota Long Ying bisa beristirahat dengan tenang." sambung Xia'er lagi sambil menunduk hormat dan kembali ke paviliunnya untuk beristirahat.
saat ini Xia'er sudah berada di dalam kamarnya, tiba-tiba dia merasakan hawa membunuh yang sedang menuju ke arah paviliunnya, Xia'er yang merasakan itu hanya tersenyum dan kembali berbaring di atas pembaringannya.
saat ini beberapa orang berpakaian serba hitam memasuki area paviliun Xia'er, mereka tak langsung bergegas tetapi mereka masih mengamati beberapa penjaga yang masih lalu-lalang di halaman paviliun Xia'er.
dalam hitungan menit mereka sudah berada dalam kamar Xia'er, terlihat Xia'er sedang tertidur pulas di atas pembaringannya.
__ADS_1
"apa kita akan langsung membunuhnya...?" tanya salah satu dari mereka.
"kita di tugaskan untuk membunuhnya langsung, memangnya apalagi...?" jawab salah satu dari mereka.
"wanita ini terlalu cantik, akan sangat di sayangkan jika kita langsung membunuhnya." Jawab salah satu orang lagi.
"itu betul, dia terlalu menggiurkan, bagaimana jika kita bermain bersama dulu sampai puas, baru kita membunuhnya." ucapan nya lagi.
"kau memang pintar, aku suka dengan ide itu." jawab yang lainnya, mereka saling melirik dan tersenyum jahat.
"jangan salahkan kami nona cantik, salahkan saja dirimu sendiri, kenapa kau harus menyinggung seseorang yang sangat berkuasa." ucap salah satunya dan dia mulai mendekati Xia'er dan ingin membelai pipi mulus Xia'er, tapi tiba-tiba Xia'er berbicara Tampa membuka matanya.
__ADS_1
"sepertinya kalian tidak menyayangi nyawa kalian." ucap Xia'er, seketika kelima orang berpakaian hitam langsung terdiam.
"apakah dia masih sadar..?, bukankah kita sudah membiusnya..?" ucap salah satu dari mereka dengan ekspresi kaget karena target mereka tak terpengaruh dengan bius yang mereka berikan.