Perjalanan Reynata Mencari Cinta Sejati

Perjalanan Reynata Mencari Cinta Sejati
Part 108


__ADS_3

selamat membaca


saat melihat Xia'er yang jatuh pingsan, pangeran Long Ying langsung bergegas melihat keadaan Xia'er, melihat Xia'er yang hanya kehabisan mana, membuat hati pangeran terasa lega.


"nona Xia....?" ucap pangeran Long Ying sedikit keras saat Xia'er jatuh pingsan di hadapannya.


"apa yang terjadi pada mu...?" ucapnya lagi sambil berjalan dengan cepat kearah Xia'er setelah membaringkan sang putri yang masih tak sadarkan diri juga.


"oh.... dewa...., syukurlah kau baik-baik saja." ucap pangeran Long Ying lagi sambil menggendong Xia'er dan berjalan keluar menuju ke tendanya.


"masuk ke dalam dan rawat tuan putri kalian dengan baik." perintah pangeran Long kepada dayang putri yang berjaga di depan tenda sejak tadi.

__ADS_1


saat sampai di dalam tenda, pangeran langsung membaringkan tubuh Xia'er dengan pelan, melihat sisa darah di cadar Xia'er, pangeran langsung berpikir, apakah ia akan membuka cadar tersebut atau tidak, pangeran takut berbuat sesuatu Tampa seizin Xia'er.


"cadar mu jadi kotor, apa kau akan marah jika aku membukanya...?, aku memang sudah melihat wajah mu dulu, tapi kau memilih memakai cadar saat ini, itu berarti kau memilih untuk menutupi kecantikan mu.


"aku akan meminta dayang saja untuk mengganti cadar mu, tapi sebelum itu, kau harus mengembalikan mana mu yang terkuras habis, aku mempunyai pil yang cocok untuk situasi mu saat ini." ucap pangeran dan memasukkan pil obat kedalam mulut Xia'er, yang sesungguhnya pil tersebut adalah buatan Xia'er yang ia dapatkan saat di pelelangan.


setelah membantu Xia'er dengan pil tersebut, pangeran juga menyalurkan tenaga dalamnya, karena saat ini Xia'er belum bisa menyerap mana itu sendiri karena kondisinya yang sedang tak sadarkan diri.


dua jam berlalu, Xia'er sudah sadarkan diri, pangeran Long Ying yang melihat itu langsung bergegas mendekat kearah Xia'er berbaring.


"nona Xia..., bagaimana keadaan mu...?, kau tadi tiba-tiba pingsan karena kehabisan mana." ucap pangeran Long Ying dengan raut wajah yang terlihat sangat khawatir.

__ADS_1


"aku baik-baik saja pangeran, berapa lama aku tak sadarkan diri pangeran...?" tanya Xia'er, ia harus segera bergegas menuju hutan kematian untuk bertemu Jiangheeng dan Chyou.


"nona Xia tak sadarkan diri selama dua jam, sebaiknya nona beristirahat lagi, nona Xia bisa memasuki hutan kematian besok pagi, ini sudah malam nona." ucap pangeran Long Ying merasa sangat khawatir.


"terimakasih atas perhatiannya pangeran, tapi aku akan berangkat sekarang, dan untuk putri Lian Hua, ia akan sadar besok pagi, ia akan baik-baik saja, walaupun masih dalam kondisi lemah, tapi perlahan tubuhnya akan kembali seperti semula." ucap Xia'er sambil bangkit dari duduknya.


"aku sangat bersyukur atas bantuan nona Xia, jika suatu saat nanti, nona Xia memerlukan bantuan kerajaan Long, kami akan selalu ada untuk nona Xia." ucap pangeran dengan sungguh-sungguh.


"baiklah pangeran, sampai jumpa di lain waktu, sampaikan salam ku kepada ayah ku juga pangeran bertemu dengannya, katakan jika aku akan kembali dua bulan lagi." ucap Xia'er dan menaiki kudanya.


"akan ku pastikan pesan mu sampai kepada Jendral Yu." jawab pangeran Long Ying.

__ADS_1


__ADS_2