
selamat membaca
saat pedang si pria bertopeng hampir menancap di jantung si pangeran, tiba-tiba tangan si pria bertopeng terhenti karena tangannya sudah terlilit oleh tumbuhan merambat Xia'er.
"sial...., siapa itu ....?, beraninya kau menghalangi pekerjaan ku...!!!, teriak sang pria bertopeng.
"keluar sekarang juga, jangan hanya berani bersembunyi di semak-semak sambil menyerang secara sembunyi-sembunyi, dasar kau pengecut." teriaknya lagi sambil melepaskan diri dari tanaman merambat Xia'er.
"dasar anjing, taunya hanya menggonggong saja." ucap Xia'er sambil turun perlahan dari atas pohon, gaunnya yang berwarna biru berkibar dengan indahnya, membuat mata yang memandang tak bisa mengalihkan pandangannya.
"siapa yang kau sebut anjing nona...?, sebaiknya nona manis seperti mu tak usah ikut campur dalam urusan ini, masalah ini di luar jangkauan nona muda yang manis seperti mu." ucap sang pria bertopeng sambil tersenyum mengejek.
__ADS_1
"hmmmmm...., anjing pesuruh seperti mu, tak pantas berbicara seperti itu kepada ku, kau menyebut diri ku sebagai seorang pengecut, tapi itu lebih cocok di gunakan untuk mu." jawab Xia'er kembali mengejek.
"kau menyerang pasukannya dengan menggunakan obat bius, kau juga menggunakan racun pelumpuh organ untuknya, jika bukan karena itu, kau tak akan bisa melukainya, dasar kalian kelompok anjing yang lemah." sambung Xia'er lagi, dan kini ia berjalan mendekat ke arah sang pangeran, ia menotok ke beberapa titik akupuntur untuk menghentikan peredaran racun pelumpuh organ tersebut.
"aku akan mengobati mu, tapi sebelum itu, aku akan menyingkirkan anjing pengganggu itu terlebih dahulu." ucap Xia'er sambil menunjuk sekelompok pria bertopeng.
"kau sudah mencari masalah dengan orang yang salah nona, jangan salahkan aku jika bersikap kasar lagi." ucap sang pria bertopeng dan mengangkat tangannya untuk memberikan kode untuk menyerang Xia'er.
"tring tring tring" suara aduan pedang yang saling terbentur, Xia'er menebas tangan dan kaki, juga menggorok leher serta menancapkan pedangnya ke jantung lawannya, dan dalam beberapa menit saja, Xia'er mampu melumpuhkan semua anak buah sang pria bertopeng yang berjumlah lebih dari dua puluh orang.
"orang-orang mu terlalu lemah, mereka belum cukup mampu untuk menemani ku berolahraga, aku berharap kau bisa sedikit menghibur ku." ucap Xia'er sambil menarik pedangnya dari jantung anggota pria bertopeng.
__ADS_1
"kau wanita iblis, siapa kau sebenarnya...?" tanya sang pria bertopeng yang sudah jatuh terduduk karena merasa syok dengan kebrutalan Xia'er dalam menghabisi anak buahnya.
"kau menanyakan diri ku sekarang....?, baiklah...., aku akan memberitahukan mu siapa aku sebenarnya." jawab Xia'er sambil memutar-mutar pedagangnya.
"aku adalah iblis pencabut nyawa mu." ucap Xia'er dan kembali menancapkan pedangnya di jantung si pria bertopeng.
"arrrggggg........" suara pria bertopeng yang teriak menahan sakit sampai menghembuskan nafas terakhirnya, dia mati dengan mulut yang memuntahkan darah dengan mata yang terus melotot menatap kearah Xia'er.
setelah membunuh kelompok bertopeng tersebut, Xia'er mengeluarkan cairan pelebur dan menuangkannya kepada mayat-mayat tersebut, dan dalam hitungan detik, semua mayat tersebut hilang melebur bercampur dengan tanah.
"terimakasih karena telah menolong ku nona, aku berhutang nyawa kepada mu." ucap sang pangeran kerajaan Wei.
__ADS_1
"tidak masalah, lagian aku melakukannya untuk orang lain." ucap Xia'er sambil membantu mengobati luka dan racun sang pangeran.