Perjalanan Reynata Mencari Cinta Sejati

Perjalanan Reynata Mencari Cinta Sejati
Part 140


__ADS_3

selamat membaca


setelah selesai sarapan Xia'er kembali menuju ruangan khusus pembuatan pil obat, sedangkan Redice juga menuju tempat yang paling cocok untuk dirinya memulai kultivasi tertutupnya.


"kurasa di sini adalah tempat yang paling cocok untuk ku." ucap Redice yang memilih di antara gunung es dan gunung berapi, ada semacam aliran sungai yang terbuat dari setengah es dan setengahnya lagi magma.


"ini sangat cocok untuk ku." sambungnya lagi dan mulai duduk di bebatuan antara es dan magma untuk memulai kultivasinya.


Xia'er sendiri juga sudah memulai membuat pil pencerah untuk keluarganya dan juga para anak didiknya.


"aku harus membuat pil nya cukup banyak untuk semua yang ada di kediaman." ucap Xia'er dan memulai memasukkan bahan-bahannya satu persatu kedalam tungku pembuatan obat, setelah itu ia memakai api birunya untuk menyuling herbal tersebut menjadi pil pencerah ilahi.


"konsentrasi....., aku harus bisa membuatnya menjadi pil tingkat tinggi." gumam Xia'er sambil terus memfokuskan mananya dan mempertahankan kondisi besar apinya yang sesuai, tidak besar dan juga tidak kecil.


setelah beberapa hari, akhirnya Xia'er selesai membuat pil pencerah ilahi dan juga beberapa pil pembersih darah, Xia'er memutuskan untuk keluar dari ruang dimensinya, karena saat ini di luar dimensinya pasti sudah menjelang pagi.

__ADS_1


"sebaiknya aku beristirahat sejenak, masih ada dua jam untuk ku beristirahat." ucap Xia'er dan kembali tidur untuk memulihkan tenaganya.


setelah hari benar-benar pagi, Xiongling datang untuk membangunkan Xia'er untuk sarapan pagi bersinar tuan besar dan kedua tuan muda.


"selamat pagi nona ...." ucap Xiongling yang mengetuk pintu lalu masuk kedalam kamar Xia'er.


"pagi Jiji ....." jawab Xia'er masih dengan posisi tidur Tampa membuka matanya.


"ayolah nona...., tuan besar dan juga tuan muda sudah menunggu nona di meja makan." ucap Xiongling sambil membuka jendela kamar Xia'er.


setelah mandi dan bersiap, Xia'er berjalan menuju ruang makan di dampingi oleh Xiongling di belakangnya.


"nona Yu Xia He memasuki ruangan." teriak penjaga pintu masuk ruang makan sambil membukakan pintu.


"selamat pagi ayah...., selamat pagi juga Gege." ucap Xia'er sambil mengecup pipi kedua pria yang sangat di sayangnya.

__ADS_1


"pagi sayang ...." ucap tuan besar Yu.


"pagi juga Mei-mei ku." ucap Qiangfang pula.


"ayo kita sarapan....!!!" ucap tuan besar Yu dan mereka mulai memakan makanannya.


"sejak kemarin kau nampak sangat sibuk putri ku, kau tak keluar kediaman mu sama sekali." ucap tuan besar Yu sambil memakan makanannya.


"itu benar...., Gege mu ini ingin menemui mu, tapi kau tak bisa di temui, pengawal cilik mu itu menghadang ku saat aku ingin menemui mu." sambung Qiangfang juga.


"maafkan aku ayah.... Gege..., aku memang yang memerintahkan mereka untuk menghalangi siapapun yang ingin menemui ku." ucap Xia'er dengan wajah sedikit penyesalan.


"termasuk ayah dan Gege mu sendiri....?" jawab Qiangfang lagi.


"ya......, aku sedang melakukan pengobatan kepada anggota ku, dan aku harus fokus dalam pengobatannya, jika tidak...., itu akan berbahaya." jawab Xia'er dengan jujur.

__ADS_1


"sebenarnya sejak kapan kau menguasai teknik pengobatan...?, sampai-sampai kau bisa menciptakan ramuan pelebur untuk monster....?" tanya Qiangfang yang memang penasaran dengan itu.


__ADS_2