Perjalanan Reynata Mencari Cinta Sejati

Perjalanan Reynata Mencari Cinta Sejati
Part 80


__ADS_3

selamat membaca


Xia'er dan juga Jiangheeng sudah melakukan perjalanan menuju kerajaan Wei setelah sarapan tadi dan hanya berpamitan kepada pangeran mahkota saja dan meninggalkan masalah monster kepadanya sampai ia kembali sebelum penyerangan itu terjadi.


"setelah melewati hutan ini, kita akan tiba di desa pertama kerajaan Wei, kita akan beristirahat sejenak dan mencari informasi tentang hutan kematian di sana." ucap Xia'er yang masih memacu kudanya.


"baik nona, tapi kenapa kita harus menuju hutan kematian..., apa ada sesuatu yang nona butuhkan di sana...?" tanya Jiangheeng yang merasa penasaran.


"aku mempunyai semua tanaman herbal, tapi aku tidak memiliki obat atau herbal yang bersifat atau berasal dari hewan beast." jawab Xia'er


"ada tanaman herbal yang bisa berkultuvasi dan juga berevolusi sesuai dengan umur dan keadaan sekitarnya, sesuatu hal yang seperti itu, hanya bisa kita dapatkan berdasarkan keberuntungan." sambungnya Xia'er lagi.


"baiklah nona, aku mengerti, sama seperti inti es dan juga rumput petir yang akan menjadi bahan untuk memulihkan dantian ku." ucap Jiangheeng yang paham dengan apa yang Xia'er katakan.

__ADS_1


setelah berjalan cukup lama, akhirnya mereka memasuki perbatasan kerajaan Wei, terlihat para penjaga yang menjaga gerbang masuk, ada beberapa penduduk, pengembara dan juga pedagang yang sedang antri untuk memasuki gerbang perbatasan kerajaan Wei.


"kerajaan Wei terlihat cukup teliti, apa tidak apa-apa jika identitas nona di ketahui...?" tanya Jiangheeng yang merasa cukup khawatir.


"kita tidak akan ketahuan, kita tidak akan menggunakan nama asli, dan mereka juga tidak akan tahu siapa kita." jawab Xia'er, dan tiba saatnya giliran mereka yang akan di periksa.


"siapa nama kalian dan apa tujuan kalian memasuki kerajaan Wei...?" tanya salah satu prajurit penjaga perbatasan tersebut.


"baiklah..., kalian bisa masuk dengan membayar beberapa koin untuk masuk, itu sudah menjadi peraturannya." ucap sang penjaga lagi.


"tidak masalah, berapa kami harus membayarnya...?" tanya Xia'er lagi.


"cukup 20 koin perak, untuk kalian berdua, kalian bukan pedagang yang harus membayar uang upeti yang lebih banyak." ucap sang prajurit.

__ADS_1


"tidak masalah, dan terimakasih atas keramahannya." ucap Xia'er sambil memberikan 1 koin emas kepada sang prajurit.


"kau bisa mengambil sisanya, kirim itu kepada keluarga mu, mereka mungkin membutuhkan nya." sambung Xia'er lagi sambil tersenyum, itu terlihat karena matanya yang sedikit menyipit.


"terimakasih banyak nona, aku memang sedang membutuhkannya." ucap sang prajurit penuh rasa bahagia di wajahnya.


"nona selalu baik kepada orang lain, hal itu semakin membuat ku menyukai nona." ungkap Jiangheeng.


"aku bukannya baik kepada semua orang, aku hanya mencoba membantu yang betul-betul membutuhkan bantuan ku saja." jawab Xia'er dengan santai.


"dari mana nona tau jika mereka membutuhkan bantuan...?" tanya Jiangheeng penuh penasaran.


"mata dan raut wajah kecemasan terlihat jelas di wajahnya, seorang prajurit yang bertugas di perbatasan tak akan sering berkunjung ke keluarganya, gaji mereka juga terbilang kecil, aku sangat yakin jika salah satu dari keluarganya sedang mengalami kesulitan." jawab Xia'er, padahal itu ia tahu karena kemampuannya yang bisa melihat isi hati seseorang, yang Xia'er lihat adalah sang prajurit yang mencemaskan anaknya yang sedang sakit dan memerlukan uang lebih untuk berobat.

__ADS_1


__ADS_2