Perjalanan Reynata Mencari Cinta Sejati

Perjalanan Reynata Mencari Cinta Sejati
Part 126


__ADS_3

selamat membaca


setelah Redice keluar, Xia'er memberikan instruksi kepadanya untuk memasukkan energi ice kedalam tubuh Jiangheeng, jika Jiangheeng mampu mengatasinya, maka ia akan lebih kuat dari sebelumnya, itu karena energi ice Redice adalah energi yang sangat murni.


perlahan rasa dingin masuk kedalam tubuh Jiangheeng melalui kulit dan masuk menyebar melalui sel-sel di seluruh tubuhnya.


"berjuanglah...., aku akan membimbing mu dari sini." gumam Xia'er di samping Jiangheeng.


sedangkan kesadaran Jiangheeng kini memasuki jiwanya, terlihat saat ini ia di kelilingi tembok es yang sangat tebal, dan di sisi dinding es tersebut, Jiangheeng melihat kilasan balik dari masa lalunya yang sangat kelam.


kematian ibu dan penghianatan dari saudara, rasa iri dan dan pandangan cemburu, penghinaan dan juga perlakuan tidak adil yang di terimanya dari lingkungan tempatnya tinggal.


semakin lama semakin tebal dinding yang mengelilingi Jiangheeng, dan dia hanya bisa terpaku dan tenggelam dalam amarahnya sendiri.


"ini berbahaya, tubuhnya sudah hampir tertutup es, dia harus bisa mengontrol hatinya, jika tidak...., ia akan mati." ucap Xia'er dan segera bertindak.

__ADS_1


"Jiangheeng...., tenangkan hati mu, ikuti sifat ice yang dingin, kau harus bisa mengendalikannya, itu ujian untuk mu." ucap Xia'er saat ia memasukkan energi api murni miliknya.


"gunakan itu dan pecahkan dinding es nya." sambung Xia'er lagi.


sedangkan Jiangheeng yang berada dalam lautan jiwanya, ia mendengar bisikan Xia'er yang bersamaan dengan cahaya biru kecil yang muncul di hadapannya.


"nona...., terimakasih telah membantu ku lagi." ucap Jiangheeng dan melapisi tinjunya dengan api biru Xia'er.


"hiyaaaaaaa ........!!! prank........." dalam sekali pukul, dinding es pecah dalam sekejap dan kini berubah menjadi lautan petir.


"lapisi Meridian mu dengan kekuatan ice milik mu, jika tidak....!!!, Meridian mu akan hancur kembali." ucap Xia'er lagi.


"aku mengerti nona." jawab Jiangheeng dalam lautan jiwanya, ia bisa mendengar apa yang di instruksikan Xia'er padanya.


"selamat datang wahai putra dewa, ini merupakan kejadian yang sangat langka, seseorang datang untuk menantang sang petir abadi." suara menggelegar terdengar di seluruh lautan jiwa Jiangheeng.

__ADS_1


"aku hanya ingin memiliki kekuatan ku yang dulu di hancurkan." jawab Jiangheeng Tampa rasa takut.


"apa kau yakin bisa menahannya...?, asal kau tau saja, tidak pernah ada yang bisa selamat dari ku." ucap suara itu lagi.


"lakukan saja, aku akan memiliki sesuatu yang dulu memang milik ku." jawab Jiangheeng lagi.


"baiklah...., jika kau mampu menahannya, kau bisa memiliki nya kembali." ucap suara tersebut.


"grurrrrr....grurrtt..... grurrrrr...." suara petir menyambar tubuh Jiangheeng, berturut-turut, tubuh Jiangheeng terlihat sudah hangus dan tak karuan, begitupun tubuh asli Jiangheeng, dan saat Sambaran petir yang terakhir, Xia'er langsung melapisi tubuh Jiangheeng dengan kekuatan cahaya, air dan tumbuhannya.


"anak didik ku memang tak akan mengecewakan ku." gumam Xia'er sambil menyalurkan kekuatannya.


"kau menggabungkan tiga kekuatan, kurasa itu berlebihan." ucap Redice yang masih duduk di kursi dengan santainya.


"itu harus, orang-orang hanya mengetahui satu kekuatan yang dapat menyembuhkan, yaitu cahaya, tapi kekuatan air dan tumbuhan juga salah satu kekuatan yang bisa menyembuhkan.

__ADS_1


__ADS_2