Perjalanan Reynata Mencari Cinta Sejati

Perjalanan Reynata Mencari Cinta Sejati
Part 92


__ADS_3

selamat membaca


Xia'er yang mendengar bisik-bisik dari warga hanya bisa tersenyum kecut dalam hatinya, Xia'er merasa cukup miris dengan keadaan keluarga ratu terdahulu, tapi untung saja kedua Leng bersaudara bertemu dengan dirinya.


"kehidupan pangeran juga tak jauh berbeda dengan kalian Leng Meng, aku yakin kalian akan merasa senang jika mengetahui jika saudara kalian masih hidup." ucap Xia'er dalam hati, karena yang Leng Meng ceritakan kepada dirinya, jika semua keluarganya telah di musnahkan, termaksud kakaknya, sang pangeran.


terlepas dari iring-iringan pangeran, sang putri yang masih ada di dalam sebuah toko kini sudah merasakan efek dari bubuk gatal yang Xia'er berikan padanya.


"aduh...., kenapa badan ku terasa sangat gatal sekali." ucap sang putri sambil menggaruk pelan wajah dan tangannya.


"putri...., ada apa ....?, kenapa putri menggaruk wajah dan badan putri seperti itu...?" tanya sang dayang yang merasa bingung dengan tingkah junjungan nya, itu karena sang putri menggaruk tubuhnya semakin lama, semakin kuat, sehingga membuat beberapa goresan di wajah dan tangannya.

__ADS_1


"uh......., ini terasa sangat gatal, argggkkkkk.....apa yang terjadi pada ku...?." teriak sang putri sambil terus menggaruk dengan kuat.


"putri...., tolong hentikan putri, itu melukai tubuh putri, apa yang kalian lakukan....?, cepat siapkan kereta, kita akan kembali ke istana sekarang, putri harus segera di obati." teriak sang dayang memberikan perintah, dan beberapa dayang dan juga prajurit langsung bergegas melakukan tugasnya masing-masing dan membawa putri kembali ke istana.


sesampainya di istana, sang putri langsung di tangani oleh beberapa tabib istana yang di perintahkan oleh sang ratu.


"sebenarnya apa yang terjadi...?, kenapa putri bisa kembali dalam kondisi seperti ini...?" teriak ratu Xio dengan wajah memerah menahan amarahnya.


"kami juga tidak tahu ratu, tiba-tiba saja putri menggaruk seluruh tubuhnya karena merasa sangat gatal." ucap sang dayang pribadi putri.


"tabib...., ada apa dengan Putri...?, apakah rasa gatal di tubuhnya sudah menghilang...?" tanya ratu dengan rasa khawatirnya.

__ADS_1


"kami mohon maaf ratu, kami sudah berusaha sekuat mungkin, tapi kami hanya bisa mengurangi rasa gatal di tubuh Putri, tapi tidak bisa menghilangkan rasa gatal tersebut." ucap sang tabib.


"sang putri mungkin telah menyinggung seorang yang tak bisa di singgung, bubuk gatal yang di berikan kepada sang putri, jika tidak bisa di hilangkan, lama kelamaan akan menggerogoti luka yang di sebabkan oleh bekas garukan sang putri dan akan membusuk." sambung tabib istana lagi sambil menghela napas nya.


"apa maksud tabib....?, kau itu tabib istana kerajaan...., mana mungkin kau tidak bisa menyembuhkan sang putri...?" ucap sang ratu sambil menatap tabib istana dengan tajam.


"yang mulia raja Wei memasuki ruangan...." teriak sang Kasim saat di depan ruangan sang putri.


"hormat kepada sang matahari kerajaan Wei." ucap ratu, tabib dan para dayang yang ada di ruangan tersebut.


"bagaimana keadaan putri....?" tanya raja Wei kepada sang tabib.

__ADS_1


"kondisi tuan putri sangat parah, kita harus mencari seseorang yang memberikan bubuk gatal itu, karena hanya dia yang dapat menyembuhkan sang putri yang mulia." jawab tabib istana.


"apakah sang putri telah menyinggung seseorang...?" tanya raja Wei kepada sang dayang pribadi sang putri.


__ADS_2