
selamat membaca
rombongan Xia'er memulai perjalanan mereka untuk kembali ke kerajaan Zhu, dalam perjalanan pasti akan menemui beberapa monster yang berkeliaran di dalam hutan, tapi itu bukan menjadi suatu penghalang untuk memperlambat perjalanan mereka.
dalam waktu satu hari dua malam, rombongan Xia'er sampai di perbatasan antara kerajaan Wei dan kerajaan Zhu, terlihat situasinya jauh lebih terkendali dari pada saat pertama kali Xia'er datang.
"sepertinya situasi di perbatasan masih bisa di kendalikan." ucap Xia'er saat melihat kondisi para prajurit jauh lebih bugar dari sebelumnya.
"itu betul nona, waktu itu mereka terlihat sangat lelah." jawab Jiangheeng yang juga memperhatikan perbedaan yang cukup signifikan.
"berhenti....!!!, kalian tak boleh masuk kedalam perbatasan sebelum kami memeriksa kartu identitas kalian." ucap penjaga gerbang perbatasan saat menghentikan rombongan Xia'er.
"apakah ini cukup....???" tanya Xia'er sambil mengeluarkan gantungan gioknya yang merupakan tanda identitasnya sebagai anak dari kediaman Jendral Yu.
"nona Xia He, maaf karena tidak mengenali anda." ucap penjaga gerbang sambil menunduk hormat.
"tidak masalah, itu sudah menjadi tugas kalian untuk melindungi perbatasan, terimakasih atas kerja keras mu." ucap Xia'er dan kembali memasuki perbatasan.
__ADS_1
"siapa yang bertanggung jawab di perbatasan ini...?" tanya Xia'er kembali pada penjaga gerbang.
"itu Jendral muda Yun nona, aku akan mengantar nona kepada Jendral sekarang." jawab prajurit penjaga dan kembali menuntun rombongan Xia'er setelah memanggil prajurit lain untuk menggantikan dirinya untuk menjaga gerbang.
"kenapa Jendral Yun ada di perbatasan...?, bukankah kepala prajurit bisa mengatasi sendiri masalah di perbatasan." tanya Xia'er yang merasa bingung dengan kehadiran Gege angkat nya itu.
"kalau itu, silahkan nona menanyakan langsung kepada Jendral, nona Xia...., ini adalah ruangan Jendral Yun, aku akan masuk dan memberitahukan tentang kedatangan nona Xia." ucap prajurit itu dengan hormat.
"tidak perlu, aku akan masuk sendiri, hantarkan saja anak-anak ku untuk istirahat." ucap Xia'er spontan.
"anak-anak nona Xia...???" tanya prajurit itu dengan bingung sekaligus shock.
"oh....., baik nona." ucap prajurit itu lagi yang sudah paham.
"kalian berdua istirahat lebih awal malam ini, kita akan melanjutkan perjalanan besok pagi." ucap Xia'er pada Jiangheeng dan Chyou.
"baik nona." jawab keduanya dan berbalik mengikuti prajurit penjaga yang akan membawa mereka ke tempat peristirahatan.
__ADS_1
Xia'er berjalan masuk kedalam ruangan Yun Shang, terlihat sosok pria tampan bertubuh kekar sedang tertidur di pembaringan.
"oh...my.... God...!!!, tubuh yang sempurna untuk di lihat, tapi sangat di sayangkan, kenapa tak ada getaran di hati yang beku ini." gumam Xia'er dalam hati.
"siapa yang memberi mu izin memasuki ruangan ku....???" ucap Yun Shang penuh penekanan, matanya memang masih tertutup tapi dia bisa merasakan kehadiran seseorang.
"apa aku tak di perbolehkan menemui Gege....???" ucap Xia'er sambil duduk tepat di kursi yang menghadap ke arah Yun Shang.
"Mei-mei....???" ucap Yun Shang sambil membuka matanya dan bangunan dengan cepat.
"ya....ini aku Gege...!!!" jawab Xia'er sambil tersenyum, walaupun yang kelihatan hanyalah matanya yang menyipit.
"Gege sudah menunggu di sini untuk menjemput mu pulang." ucap Yun Shang sambil berjalan menuju Xia'er.
"bagaimana kabarmu...?, apa kau baik-baik saja....?, kau tidak terluka kan...?, apa ada yang jahat pada mu....?, katakan pada Gege, biar Gege yang membereskannya." ucap Yun Shang lagi sambil membolak-balik dan meneliti tubuh Xia'er jika terjadi sesuatu.
"Gege...., yang ada aku terluka oleh mu." ucap Xia'er yang merasa pusing dengan tingkah Yun Shang.
__ADS_1
"ah...., maafkan Gege, Gege terlalu mengkhawatirkan mu." ucap Yun Shang dan melepaskan tubuh Xia'er.