Perjalanan Reynata Mencari Cinta Sejati

Perjalanan Reynata Mencari Cinta Sejati
Part 35


__ADS_3

selamat membaca


saat ini Xia'er sedang menikmati paginya dengan berendam di dalam bak kayu yang di penuhi oleh kelopak bunga mawar, ia sedang tersenyum-senyum sendiri membayangkan wajah sang Ratu yang sedang ketakutan karena di sambut dengan mayat dari orangnya sendiri.


"apa yang nona pikirkan...?, Ling'er merasa nona sedang bahagia sekarang...?" tanya Ling'er yang sedang menemani nonanya berendam air panas.


"hmmmm, kau benar jiji, aku dalam suasana hati yang baik, aku tidak sabar untuk ikut dalam acara berburu hari ini." jawab Xia'er, ia berbohong agar Ling'er tak khawatir berlebihan lagi.


"baiklah nona, Ling'er rasa berendamnya sudah cukup, jika nona berendam terlalu lama lagi, nona akan terlambat untuk mengikuti lomba berburu." balas Ling'er mengingatkan sambil mempersiapkan baju untuk nonanya pakai setelah mandi.

__ADS_1


"baiklah-baiklah..., aku keluar sekarang, oh...ya jiji, apakah ayah sudah menyiapkan kuda untuk ku ..?" tanya Xia'er sambil memakai baju tipis yang di siapkan Ling'er tadi.


"tuan muda sudah membawa kuda nona, itu ada di kandang kuda." jawab Ling'er sambil membantu Xia'er mengeringkan rambut dan juga membantunya memakai pakaian serta menata rambut Xia'er.


sedangkan di paviliun Phoenix tempat sang Ratu tinggal, terdapat keributan di sana, hanya saja itu langsung di tutupi oleh sang Ratu, karena jika itu di ketahui oleh Raja, maka bisa berakibat sangat fatal untuk dirinya.


"kalian semua..., cepat singkirkan mayat-mayat itu dari hadapan ku." teriak Ratu Xiang dengan wajah yang sudah pucat karena takut.


"pelayan Wu, urus semuanya, aku tak mau mendengar jika berita ini sampai ke luar dari paviliun ini, apa kau paham ...?" ucap Ratu Xiang, ia mengepalkan tangannya dengan sangat erat, membuat tangannya yang putih mulus itu memunculkan beberapa urat di permukaan kulitnya.

__ADS_1


"sampah tak tau diri itu berani menyatakan perang terhadap ku, Ratu negeri ini, apa dia pikir dia mampu..?, anjing penjaga tetaplah anjing, jika dia berani melawan tuanya, maka harus di beri pelajaran, jika masih melawan lagi, maka dia harus di bunuh." ucap Ratu Xiang dengan penuh emosi.


"apa yang membuat jiji jadi sangat marah di pagi hari begini...?" suara Xiang Sou Lu menyadarkan Ratu Xiang.


"Mei-Mei..., apa yang kau lakukan di sini...?, apa kau tak mengikuti acara perburuan ...?" tanya Ratu Xiang.


"aku masih punya waktu Jiji, tapi apa yang membuat sang Ratu negeri ini marah di pagi hari..?" Sou Lu kembali bertanya karena tak mendapat jawaban saat bertanya pertama kali tadi.


"wanita jalan* itu berhasil lolos dari orang-orang kiriman ku, dia bahkan mengirim kembali mereka dengan kepala yang sudah terpisah." jawab Ratu Xiang dengan wajah memerah karena menahan emosi.

__ADS_1


"itu berarti dia mengetahui jika itu adalah orang suruhan Jiji, itu akan berbahaya jika dia melaporkan ini semua." ucap Sou Lu dengan wajah paniknya.


"melihat tidak ada pergerakan dari Raja, itu berarti dia tak melaporkan masalah ini, jadi kita masih mempunyai kesempatan untuk membungkam mulutnya di area hutan terlarang, dan kau yang harus melakukan itu." ucap Ratu Xiang lagi sambil tersenyum miring membayangkan jika Xia'er akan mati dengan cara yang mengenaskan.


__ADS_2