Perjalanan Reynata Mencari Cinta Sejati

Perjalanan Reynata Mencari Cinta Sejati
Part 41


__ADS_3

selamat membaca


suasana di depan gua kecil tersebut cukup misterius menurut Xia'er, aura di sekitarnya juga lebih tebal dari lapisan hutan terlarang sebelumnya.


"apa kau bisa melepaskan segel tersebut Xia'er...?" tanya Bima, ia cukup penasaran dengan kemampuan Xia'er, karena jika itu Rhaiza, maka itu akan mudah.


"paman tenang saja, aku sudah menguasai teknik formasi dan Aray sejak umur ku masih 10 tahun, pelatihan selama 5 tahun di bawah asuhan ibunda sudah cukup untuk membuka Aray formasi ini." jawab Xia'er dengan sedikit sombong, ibundanya mereka memang melatih Nata dan Rey dengan sangat keras.


dengan cepat Xia'er menggambar pola di udara, dan dalam waktu singkat, segel yang ada di depan gua kecil tersebut pecah, membuat getaran yang cukup kuat di daratan bawah sampai ke daratan atas.

__ADS_1


"apa yang terjadi...?, apa terjadi gempa bumi..?" gumam Qiangfang yang sedang membasmi monster tingkat dua bersama Sou Lu.


"apa mungkin muncul monster beast yang berada di tingkat yang lebih tinggi...?" sambung Sou Lu yang juga cukup kewalahan karena monster tiba-tiba muncul dan menyerang mereka.


"lagian ada apa dengan para monster beast ini, kenapa mereka tiba-tiba keluar seperti ini..?" sambung Qiangfang lagi, ia sangat khawatir dengan keadaan Xia'er, tapi ia juga tak bisa meninggalkan Sou Lu seorang diri dengan banyaknya monster yang menyerang.


"ah...sial, aku tidak menyangka para monster ini keluar, membuat kewalahan saja, tapi aku yakin Xia'er pasti sudah mati sekarang, dia seorang diri, mana mungkin bisa mengalahkan para monster beast ini, walaupun tingkatannya rendah, tapi mereka cukup banyak, apalagi dia tak memiliki kultivasi sama sekali." gumam Sou Lu dalam hatinya, ia tak tahu jika monster itu keluar karena Xia'er yang membuka segel yang ada di depan gua kecil.


karena segel berhasil Xia'er buka, dengan perlahan ia memasuki gua kecil tersebut, semakin dalam ia memasuki gua, maka semakin besar di dalam gua tersebut, dan saat di ujung gua terdalam, ia melihat sebuah pedang yang cukup aneh menurut Xia'er.

__ADS_1


di sisi pedang bagian kiri pedang tersebut terdapat aura kegelapan yang sangat kental, dan di sisi kanan pedang tersebut memancarkan aura kehidupan.


"paman ..., senjata apa itu..?, kenapa auranya ada dua, aura kehidupan dan kematian...?" tanya Xia'er yang merasa bingung.


"ambil pedang itu, itu adalah pedagang legenda, pedang kehidupan dan kematian, senjata legendaris dari dunia ini." ucap Bima sedikit tercengang, kenapa benda itu ada di dunia tengah tempat manusia lemah, bukan berada di dunia atas.


"baiklah..., aku akan mengambilnya." dengan segera Xia'er berjalan kedepan dan memegang pedang tersebut, saat Xia'er memegangnya, keluar cahaya hitam dan putih dari pedang tersebut, dan muncullah sepasang naga hitam dan putih di hadapan Xia'er.


"salam hormat pada junjungan, selamat datang kembali di dunia ini." ucap kedua naga tersebut sambil menunduk hormat.

__ADS_1


"apa maksud kalian...?, aku bukan junjungan kalian." ucap Xia'er masih dengan ekspresi terkejutnya.


"Anda adalah reinkarnasi dari junjungan kami, Dewi kehidupan dan kematian, penentu kehidupan dan kematian yang ada di dunia ini." ucap sepasang hewan mitologi tersebut.


__ADS_2