Perjalanan Reynata Mencari Cinta Sejati

Perjalanan Reynata Mencari Cinta Sejati
Part 158


__ADS_3

selamat membaca


tinggal tersisa satu hari lagi sebelum acara pertunangan pangeran mahkota Zhu Zhang dan putri Lien Hua akan di gelar, Xia'er dan seluruh anggota sedang berkumpul di sebuah halaman khusus di paviliun Xia'er.


mereka saat ini sedang mengamati Leng Sumi dan Leng Meng yang sedang mengajar ke lima puluh anggota yang di bawahnya untuk menjadi tabib yang hebat.


"apa nona memberikan mereka semua pil pencerah ilahi...?" tanya Chyou yang sedang duduk makan sambil mengamati.


"ya...., itu bagus untuk perkembangan daya ingat mereka, waktu kita sangat singkat, jadi mereka harus bisa mengingat apa yang di ajarkan dalam sekali lihat." jawab Xia'er sambil meminum tehnya.


"pantas saja mereka sangat lincah, itu semua karena pil pencerah ilahi yang sangat luar biasa." jawab Chyou lagi sambil manggut-manggut tak jelas.


"bagaimana dengan persiapan untuk ke istana, apa semuanya sudah siap Jiji....?" tanya Xia'er kepada Xiongling.


"semuanya beres nona." jawab Xiongling dengan yakin.


"bagaimana dengan persiapan ayah dan Gege di sana...?" tanya Xia'er lagi.

__ADS_1


"mereka juga sudah siap nona." jawab Jiangheeng.


"baguslah.....


akhirnya hari yang di tunggu-tunggu telah tiba, Xia'er saat ini sedang mengenakan pakaian, Xiongling mendandani Xia'er dengan secantik mungkin.



baju yang di kenakan Xia'er


"terimakasih Jiji, kau semakin mahir saja dalam membuat ku terlihat cantik." ucap Xia'er sambil tersenyum.


"itu karena nona memang sangat cantik, jadi apapun yang nona kenakan akan terlihat indah." jawab Xiongling sambil membuka pintu kamar untuk Xia'er keluar.


"seperti biasanya, nona pasti terlihat cantik dan anggun." ucap Chyou yang sudah menunggu mereka di depan pintu.


"terimakasih Chyou...., kau juga sangat cantik." ucap Xia'er sambil tersenyum.

__ADS_1


"ayo kita berangkat...." ucap Xia'er dan mereka semua berjalan mengikuti Xia'er menuju kereta kuda.


yang mengikuti Xia'er ke pesta hanya Xiongling, Chyou dan Jiangheeng saja, sedangkan kedua Leng bersaudara masih berada di kediaman, mereka belum di perlukan di istana saat ini, jadi mereka berdua akan terus melatih para bawahannya.


"kita sudah sampai nona, kenakan cadar nona sekarang." ucap Xiongling yang menyodorkan sebuah cadar kepada Xia'er.


"terimakasih Jiji." ucap Xia'er, mereka turun dari kereta kuda, di mulai dari Xiongling dan Chyou, setelah itu Xia'er turun di bantu oleh Jiangheeng yang menyodorkan lengannya sebagai pegangan.


saat Xia'er turun dari kereta, banyak mata memandangnya takjub, tak hanya Xia'er sendiri yang menjadi pusat perhatian, Xiongling dan Chyou juga menyita banyak perhatian para lelaki, tubuh, kulit dan wajah mereka berubah drastis saat mereka berendam di air surgawi.


begitu juga dengan Jiangheeng, tubuh dan rahang yang kokoh serta mata pupil emas yang bersinar terang, menjadi daya tarik tersendiri, tubuh Jiangheeng begitu tinggi, tak seperti anak yang berumur dua belas tahun.


"nona Yu Xia He memasuki ruangan..." teriak sang prajurit yang menjaga pintu.


Xia'er dan anggotanya langsung masuk dan duduk di meja yang sudah di siapkan untuk keluarga besar jenderal Yu.


saat Xia'er duduk di mejanya, Tao Li Wei datang dan menyapa Xia'er, tapi bukan sekedar menyapa biasa, melainkan ingin mencari masalah lagi.

__ADS_1


__ADS_2