Perjalanan Reynata Mencari Cinta Sejati

Perjalanan Reynata Mencari Cinta Sejati
Part 101


__ADS_3

selamat membaca


melihat keadaan saat ini, Xia'er sangat paham jika ia tidak dalam posisi yang di untungkan saat ini.


"hmmmm ..., ini cukup gawat, aku tidak dapat mengatasi mereka semua, aku juga tak bisa memanggil Li Yuang keluar saat ini, aura kegelapan Li Yuang sangat pekat, bisa bahaya jika banyak orang tau tentang dirinya." gumam Xia'er seorang diri, ia masih memperhatikan para kultivator dari atas ketinggian.


terlihat para kultivator masih sibuk dengan bom asap Xia'er, dan sebagian dari mereka sudah berhasil mengatasinya dengan mudah.


"apa yang akan kau lakukan sekarang...?" tanya Bima dalam benak Xia'er.


"akan kucoba menghadapi mereka semua, aku ingin mengukur kekuatan ku juga paman." jawab Xia'er sambil menarik busurnya dengan tiga anak panah sekaligus.


"syut syut syut ....." suara anak panah Xia'er melesat ke arah tiga kultivator dan tepat mengenai tengah tenggorokan mereka.


"argg...,.." suara ketiganya yang mengerang kesakitan dan jatuh ke tanah sambil memegang leher mereka, ketiganya mati dengan mata melotot, seolah-olah ada rasa tak percaya dengan apa yang mereka alami.

__ADS_1


"tiga tumbang, sisa tujuh lagi." gumam Xia'er


"sial..., wanita j*Lang itu cukup cerdik juga." ucap salah satu dari mereka.


"apa dia berfikir bisa mengalahkan orang-orang ku...?" ucap pangeran mahkota Wei Changxi, karena kultivator yang di bawahnya adalah salah satu yang bertahan dari ke sepuluh orang tersebut.


"tidak ada cara lain lagi." ucap Xia'er sambil menciptakan pedang dari kekuatan cahaya dan melayang turun ke bawah dengan anggunnya.


tapi sebelum ia sampai ke bawah, ia juga menciptakan ribuan jarum dari cahaya dan menghempaskan ke arah tujuh kultivator tersebut.


"perisai tanah...." ucap yang lainnya.


"tornado angin..." ucap yang lainnya lagi.


"dinding api ...." sambung yang lainnya lagi

__ADS_1


"kalian sangat tidak tahu malu, ingin merebut sesuatu yang tidak bisa kalian miliki." ucap Xia'er sambil menghunuskan pedangnya.


"bom....bom... bom..." suara ledakan pertempuran antara Xia'er dan ke enam kultivator, karena putra mahkota Wei Changxi hanya mengamati saja.


pertempuran sudah berlangsung selama sejam lamanya, dan kondisi Xia'er saat ini sudah terluka cukup parah akibat terkena beberapa serangan dari pengguna api dan tanah.


"sebaiknya kau menyerah nona, serahkan saja senjata tersebut dan kami bisa mempertimbangkan nyawa mu." ucap salah satu dari mereka.


"menyerah.....?, itu adalah kata-kata yang sangat tidak cocok untuk ku, lihat saja kondisi kalian sendiri, aku seorang diri mampu membuat para kultivator hebat kesulitan." ucap Xia'er penuh ejekan.


"sial...., aku masih sangat lemah saat ini, kultivasi ku masih berada di tingkat prajurit, dan sekarang aku menghadapi kultivator di tingkat jendral, apalagi kondisi tubuh ini masih sangat lemah, sial...., kenapa dia tidak berolahraga sih, dasar payah." ucap Xia'er dalam hatinya sendiri.


"nona, kau sudah cukup terluka parah, apa kau yakin bisa bertahan...?, serahkan saja senjata itu, dan kau akan menikmati kehidupan mewah di istana." ucap pangeran mahkota Wei Changxi dengan senyum palsunya.


"jangan bercanda Wei Changxi, kau hanyalah manusia menjijikkan dan rendahan, kau sama sekali tak pantas untuk menjadi pendamping ku, berada satu ruangan dengan ku saja, kau sudah tak layak, jadi jangan terlalu banyak bermimpi." jawab Xia'er penuh dengan penghinaan.

__ADS_1


__ADS_2