
selamat membaca
mendengar pertanyaan putrinya, jendral Yu kembali tersadar dari pikirannya, dia hanya membalas pertanyaan Xia'er dengan hanya menggelengkan kepalanya saja. Xia'er juga tak mengambil pusing dengan sikap ayah nya, dia juga tak ingin mencari tahu dengan memakai keahliannya yang dapat mengetahui isi hati orang lain.
acara perjamuan malam ini telah selesai dan akan di lanjutkan besok pagi, acara besok pagi adalah acara perburuan di hutan, banyak yang menantikan perburuan kali ini, ada yang mendengar jika hadiahnya sangat menggiurkan.
para tamu di kerajaan di persilahkan untuk beristirahat di ruangan mereka masing-masing yang sudah di sediakan, sedangkan para bangsawan kembali ke kediaman mereka masing-masing, tapi untuk Xia'er sendiri, dia diminta khusus oleh Raja untuk menginap di kerajaan, dia bahkan sudah di sediakan paviliun khusus hanya untuknya.
Xia'er terbilang sangat di senangi oleh Raja, itu karena Ratu terdahulu sangat dekat dengan ibu Xia'er, dan pertunangan mereka juga karena janji antara kedua sahabat itu.
Xia'er saat ini sudah berada di paviliunnya bersama Ling'er, sedangkan Jendral Yu dan juga Qiangfang sudah lebih dulu kembali ke kediaman mereka, Qiangfang sendiri akan kembali lagi ke kerajaan saat pagi tiba untuk mengikuti lomba berburu bersama dengan yang lainnya.
__ADS_1
malam sudah sangat larut, tapi Xia'er tak bisa menutup matanya, jadi dia memutuskan untuk keluar sebentar untuk mencari angin segar dan menikmati indahnya bulan, Xia'er berjalan sendiri menuju danau tempat dia biasa sering bermain bersama dengan Putra Mahkota sewaktu kecil.
"bulannya terlihat seperti sedang bersedih malam ini..?" gumam Xia'er sambil memperhatikan bulan.
"ada apa dengan mu..?, kenapa kau nampak murung malam ini...?" tanya Xia'er lagi pada bulan, tapi saat ini Xia'er tak sendiri di danau tersebut, ada seseorang juga yang sedang menikmati keindahan bulan.
"mungkin dia bersedih karena merasakan kesedihan ku." ucap seseorang dari balik pohon, dan itu adalah Putra Mahkota.
"sungguh sangat indah..." ucap Putra Mahkota saat memperhatikan wajah Xia'er yang nampak bercahaya di bawah sinar rembulan malam.
"ya...., suasana malam memang indah...!!!" balas Xia'er dan berbalik tersenyum ke arah Putra Mahkota.
__ADS_1
"sudah lama aku tak mendengar kau memanggil nama ku, terakhir saat tiga tahun lalu." ucap Putra Mahkota sambil tersenyum miris.
"kau betul, saat itu adalah pertama kalinya aku mengetahui jika kau mencintai Li Wei dan bukan diriku, jadi aku memutuskan untuk tak memanggil nama mu lagi." balas Xia'er.
"tapi kita pernah menjadi sahabat, sejak kecil kita adalah sahabat, mana mungkin aku melupakan sahabat ku, jika kita tak bisa menjadi sepasang kekasih, kita masih bisa menjadi seorang sahabat seperti dahulu, untuk itu aku masih bisa menerimanya." sambung Xia'er lagi.
"aku mengerti maksud mu Xia'er." ucap Putra Mahkota, tetapi dalam hati berkata lain.
"cepatlah masuk, di sini sangat dingin, nanti kau bisa masuk angin." ucap Putra Mahkota lagi sambil memberikan jubahnya dan dia berlalu pergi untuk kembali ke kediamannya. setelah melihat Putra Mahkota sudah tak terlihat akhirnya Xia'er mulai membuka suaranya lagi.
"apa kau hobi menguping pembicaraan orang lain...?" ucap Xia'er.
__ADS_1