Perjalanan Reynata Mencari Cinta Sejati

Perjalanan Reynata Mencari Cinta Sejati
Part 22


__ADS_3

selamat membaca


sudah dua Minggu sudah Xia'er menempati tubuh Xia'er, dan malam nanti adalah malam yang akan cukup menegangkan, malam nanti adalah hari ulang tahun Putra Mahkota, para nona-nona muda bangsawan yang lainnya pasti sudah menyiapkan penampilan yang sempurna untuk menjerat cinta Putra Mahkota.


saat Xia'er masih mempunyai janji pernikahan saja, mereka masih dengan terang-terangan menyinggung perasaan Xia'er, apalagi sekarang yang memang sudah di batalkan, dan malam nanti adalah ulang tahun Putra Mahkota sekaligus pembatalan perjanjian pernikahan secara resmi.


saat ini Xia'er sedang berdiri di halaman belakang paviliun nya, ia lagi menikmati keindahan pohon sakura yang sedang gugur berterbangan di tiup oleh angin.


memikirkan tentang kejadian yang akan terjadi malam nanti, membuat hati Xia'er merasakan rasa sakit, mungkin itu adalah perasaan Xia'er yang asli, walaupun Xia'er yang asli menginginkan perpisahan juga dengan Putra Mahkota, tapi itu dia lakukan demi kebahagiaan Putra Mahkota sendiri, tapi cinta Xia'er yang asli masih sangat melekat di hatinya, dia hanya mencoba mengikhlaskan cintanya agar Putra Mahkota bahagia selamanya, menurut Xia'er yang asli, asalkan melihat Putra Mahkota bahagia, itu sudah cukup untuk Xia'er.

__ADS_1


"Xia'er.....!!!, cinta mu begitu tulus untuk nya, tapi sayangnya cinta tulus mu tak terlihat karena tertutup oleh kata sampah masyarakat." gumam Nata yang sedang ikut merasakan rasa sakit dan kecewa yang dirasakan oleh Xia'er yang asli.


"kau tak pantas menangisi dirinya, cinta mu terlalu berharga hanya untuk laki-laki yang mencintai kelebihan dan kekuasaan saja." gumam Xia'er lagi.


"dia tidak pernah melihat ketulusan mu, yang dia inginkan hanya untuk mencari wanita yang mempunyai kelebihan dan keunggulan untuk membantunya menduduki tahta." Xia'er menghembuskan nafasnya kasar, air matanya mengalir dengan sendirinya, walaupun ia tak mempunyai perasaan dengan lawan jenis, tapi dia bisa merasakan yang namanya sakit hati sesama wanita, apalagi dia ada di dalam diri Xia'er, jadi rasa sakit Xia'er adalah rasa sakit yang sama dengan Nata.


"nona.....!!!, apa yang kau lakukan disini....?." suara Ling'er mengalihkan pikiran Xia'er, ia dengan cepat menghapus air matanya agar tak di lihat oleh Ling'er.


"sudah waktunya nona bersiap-siap, malam ini kan nona akan ke istana, jangan lupakan acara ulangtahun Putra Mahkota." jawab Ling'er dengan senyum.

__ADS_1


"tapi ini masih lama jiji, ini masih siang, sedangkan acaranya adalah malam nanti." Xia'er nampak bego saat ini.


"nona harus melakukan perawatan terlebih dahulu, setelah itu baru memakai pakaian." jawab Ling'er dan kembali menarik tangan Xia'er yang nampak enggan untuk melakukan perawatan.


"apa baju yang sudah aku desain sudah jadi jiji....?" tanya Xia'er saat di seret Ling'er ke dalam paviliun.


"semuanya sudah siap nona, baju yang nona desain sangat indah." jawab Ling'er dengan sangat antusias.


"mau bagaimana lagi...?, siapa suruh baju di butik semuanya habis....?, jadi aku hanya bisa membuatnya sendiri....!!!" jawab Xia'er dengan santainya.

__ADS_1


"itu semua karena nona Li Wei, dia sengaja menghasut para nona-nona muda bangsawan lainnya untuk menghabiskan semua pakaian yang indah dan meninggalkan pakai yang biasa saja " jawab Ling'er dengan emosi.


__ADS_2