Perjalanan Reynata Mencari Cinta Sejati

Perjalanan Reynata Mencari Cinta Sejati
Part 81


__ADS_3

selamat membaca


setelah berjalan beberapa menit dari gerbang masuk perbatasan kerajaan Wei, akhirnya mereka memasuki desa pertama di kerajaan tersebut, desa tersebut terlihat lumayan meresahkan bagi Xia'er, bagaimana tidak...., banyak terlihat para pengemis dan gelandangan terlihat di desa tersebut.


"apa yang terjadi dengan desa ini...?, kenapa terlalu banyak warganya yang terlantar seperti itu." gumam Xia'er yang dapat di dengan oleh Jiangheeng juga.


"nona benar..., ini terlalu berlebihan." sambung Jiangheeng juga.


"sebaiknya kita mencari kedai untuk makan siang dan kembali melanjutkan perjalanan." ucap Xia'er lagi dan mereka kembali menjalankan kudanya dengan perlahan.


"nona..., di depan sana ada kedai yang cukup bagus, kita bisa makan dan beristirahat sejenak di sana." ucap Jiangheeng sambil menunjuk ke arah kedai dua lantai tersebut.


"kau benar Jiangheeng, kedai itu terlihat lumayan." sambung Xia'er.

__ADS_1


keduanya turun dari kudanya, dan seperti biasa, Xia'er memberikan uang kepada si penjaga kuda untuk memberikan makan dan minum untuk Sanchai dan kuda Jiangheeng juga.


"selamat datang tuan dan nona muda." sapa sang pemilik kedai.


"kami ingin memesan tempat makan yang lumayan tenang, apakah masih ada tempat...?" tanya Xia'er kepada si pemilik kedai.


"ada nona, nona bisa memesan tempat di lantai dua, tempat itu memang khusus untuk para pengunjung yang ingin suasana yang lebih nyaman, tapi pengunjung harus membayar uang lebih." jawab sang pemilik kedai dengan ramah.


"tidak apa-apa, hantarkan kami ke sana, dan sekalian pesankan kami makan yang terbaik di sini." jawab Xia'er pula.


"akan segera kami bawakan pelanggan terhormat." jawab si pemilik kedai dan langsung turun untuk menyiapkan pesanan Xia'er.


tak butuh waktu lama, pesanan teh Xia'er sudah sampai, dengan perlahan si pelayan menyajikan teh tersebut, tapi karena rasa penasaran Xia'er yang terbilang tinggi, bisa di bilang juga untuk mencari informasi, Xia'er mengajukan pertanyaan kepada sang gadis pelayan tersebut.

__ADS_1


"hei.... siapa nama mu....?" tanya Xia'er


"nama hamba Menglin nona..., apakah nona membutuhkan sesuatu...?" jawab si gadis pelayan.


"bisakah kau menceritakan apa yang terjadi dengan desa ini...?" tanya Xia'er lagi.


"maaf nona, tapi itu tidak bisa kami bahas secara terbuka, orang kecil seperti hamba hanya akan mendapatkan hukuman nantinya." jawab Menglin tak berani.


"kau bisa membisikkan ke telinga ku jika kau takut." ucap Xia'er lagi sambil menyodorkan 1 koin emas di atas meja.


melihat satu koin emas, membuat Menglin memberanikan diri untuk bercerita, satu koin emas bisa menghidupi keluarganya berbulan-bulan lamanya.


"di desa ini ada seorang keluarga menteri yang berkuasa, jika mereka tidak senang dengan sesuatu, mereka akan menghancurkannya, sudah banyak keluarga yang menjadi korban mereka, mereka mengambil harta dan lahan pertanian, hewan ternak warga juga mereka ambil, mereka juga meminta uang kepada warga dengan alasan sebagai uang keamanan." ungkap Menglin.

__ADS_1


"apa tidak ada yang melaporkan ke pihak kerajaan...?" tanya Xia'er lagi.


"sudah banyak yang melaporkan tindakan itu, tapi berakhir dengan eksekusi dengan alasan memfitnah bangsawan, keponakan Mentri tersebut adalah keponakan ratu yang sekarang nona." sambung Menglin lagi.


__ADS_2