
selamat membaca
seminggu sudah Xia'er berada di dalam hutan kematian, meditasi nya juga berjalan lancar seperti yang ia harapkan, bahkan kini ia mendapatkan makhluk mitos yang sama legendaris nya dengan kedua beast nya.
ya..., Xia'er mendapatkan burung Phoenix yang paling langka, Phoenix milik Xia'er memiliki dua elemen api dan es.
"aku akan kembali sekarang, aku juga tak butuh inti dari es lagi, karena kini aku sudah memiliki itu, rumput petir juga ada di hutan ini, jadi bahan untuk memulihkan Meridian Jiangheeng sudah lengkap." ucap Xia'er yang merasa senang.
ia kembali mengingat kejadian saat burung Phoenix muncul di hadapannya saat proses meditasi nya selesai, dan burung Phoenix muncul dari belakang Xia'er yang terdapat tato ukiran Phoenix yang tiba-tiba muncul saat segel yang ada di tubuh Xia'er lepas.
"grurrrrr....,grerrrrrrr....,grurrrrr...." suara petir dan badai, dan itu tidak hanya terjadi di daratan tengah, daratan bawah dan atas pun ikut terguncang dengan fenomena langka tersebut.
entah mengapa, seakan semua lapisan daratan dan alam memberikan sebuah tanda akan lahirnya sosok kuat di dunia.
__ADS_1
"selamat kepada yang mulia, aku sudah lama menunggu datangnya hari ini untuk bertemu dengan yang mulia." ucap Phoenix tersebut saat pertama kali Xia'er membuka matanya.
"apa maksud mu...?, dan kenapa kau memanggilku dengan sebutan yang mulia...?" tanya Xia'er yang masih bingung.
"hamba adalah Phoenix penjaga yang di segel di tubuh yang mulia, karena yang mulia adalah sosok yang terpilih." jawab sang Phoenix.
"terpilih....?, lagi-lagi kata yang ambigu untuk di dengar." ucap Xia'er sambil terkekeh.
saat Xia'er keluar hutan, ia sudah di sambut oleh Li Yuang dan ke seratus prajurit bayangan nya yang sudah menunggunya di depan hutan kematian.
"lagi-lagi aku di panggil dengan sebutan yang mulia, aku sungguh tidak paham Yuang Gege." jawab Xia'er dengan sedikit menghela nafas.
"kalian semua bangunanlah." perintah Xia'er kepada prajuritnya.
__ADS_1
"bagaimana dengan kedua bocah itu...?" tanya Xia'er pada Li Yuang.
"mereka ada di penginapan tempat yang mulia dulu singgah." jawab Li Yuang.
"bagaimana dengan raja Wei...?" tanya Xia'er lagi, tapi sebelum itu, ia menyuruh prajurit nya yang lain untuk kembali.
"ia masih sering mengirim kultivator, tapi semuanya sudah di bereskan Tampa jejak yang mulia." jawab Li Yuang.
"kerja bagus Gege, tapi berhenti memanggilku dengan sebutan yang mulia, kita tidak berada di istana, dan aku bukan ratu." ucap Xia'er sedikit kesal dengan kata yang mulia.
"tapi yang mulia memang ratu kami." jawab Li Yuang dengan wajah datarnya.
"aku mengerti apa maksud mu, burung Phoenix sudah bercerita kepada ku, tapi untuk saat ini, jangan panggil aku dengan sebutan itu." ucap Xia'er, ia juga mengingat saat Phoenix menceritakan asal-usul nya yang berasal dari kerajaan kegelapan di daratan atas dan mengapa ibunda Xia'er yang merupakan tuan putri berada di daratan tengah.
__ADS_1
"aku mengerti nona, tapi kita harus segera kembali ke kerajaan secepatnya, dunia atas juga sedang tidak stabil saat ini, yang mulia raja sedang membutuhkan bantuan nona." ucap Li Yuang yang memang masih berhubungan dengan raja dari kegelapan yang juga merupakan kakek Xia'er.