
selamat membaca
Xia'er dan Ling'er sudah berada di dalam toko alkimia Ying Yang yang merupakan toko alkimia terbesar di kerajaan Zhu, Xia'er tak membuang-buang waktunya dan langsung memberikan kepada pelayan tentang pesanan yang ia butuhkan.
"selamat datang di toko kami, apakah kira-kira yang nona muda ini butuhkan...?" tanya sang penjaga toko dengan ramah.
"aku membutuhkan satu set jarum akupuntur dan juga pot penyulingan obat, apakah kalian memilikinya...?" tanya Xia'er langsung to the points
"kami memiliki yang nona pelanggan butuhkan, tapi ada beberapa jenis dan juga tingkatan, kami memiliki pot penyulingan dengan tingkat satu sampai dengan tingkat ke empat, nona pelanggan membutuhkan pot penyulingan di tingkat berapa...?" ucap sang penjaga toko.
__ADS_1
"berikan aku yang berada di tingkat ke empat." jawab Xia'er langsung.
"baiklah, silahkan nona pelanggan melihat-lihat selama kami menyiapkan pesanan nona pelanggan." ucap sang penjaga toko lagi.
di saat Xia'er dan Ling'er sedang melihat-lihat beberapa barang yang ada di dalam toko tersebut, seseorang wanita muda yang berpakaian lusuh masuk ke dalam toko Ying Yang dengan membawa beberapa koin perak miliknya, ia sedang ingin meminta seorang tabib untuk mengobati adiknya yang sedang sakit, tapi sepertinya sang tabib tak mau mengobati adik sang gadis yang berpakaian lusuh tersebut.
"dengan beberapa perak mu itu tak bisa membayar sang tabib untuk mengobati adik mu, sudah berapa kali aku katakan, biayanya lebih dari seratus koin perak, jika kurang dari itu, tabib tak bisa meladeni mu." jawab sang penjaga toko sambil menarik sang gadis berpakaian lusuh tersebut keluar toko dan mendorongnya hingga terjatuh ke tanah, tak cukup sampai di situ, uang perak sang gadis juga di lemparkan ke tanah.
"tapi adikku sedang kesakitan saat ini, kumohon belas kasih kalian." ucap sang gadis sambil merangkak memohon sambil bersujud dengan air mata yang berderai di depan toko, tapi tetap saja sang penjaga tak menghiraukan dan kembali masuk kedalam toko.
__ADS_1
sedangkan Xia'er yang melihat kejadian tersebut hanya diam sambil memperhatikan, ketika pesanan mereka sudah selesai di kemas, Ling'er langsung mengambil dan membayarnya, di saat mereka keluar dari toko, sang gadis masih ada di depan toko dengan posisi yang sama, masih bersujud dan memohon.
merasa kasian, Xia'er berhenti dan berdiri di depan sang gadis, dengan cepat ia meminta sang gadis untuk berdiri.
"bangunlah...., untuk apa kau bersujud dan memohon seperti itu, kau sudah tau hasilnya jika itu akan sia-sia." ucap Xia'er dengan nada datarnya, sedangkan sang gadis hanya mengangkat kepalanya dan menatap dengan wajah lesuh ke arah Xia'er.
"walaupun aku sudah tau ini sia-sia, setidaknya aku harus berusaha, siapa yang tahu dengan tekat ku yang memohon seperti ini, Mereka mau memberikan ku rasa iba nya dan mengobati adikku." jawab sang gadis dengan penuh tekat.
"bangunlah..., hantarkan aku ke tempat adik mu berada sekarang, aku akan memeriksanya." ucap Xia'er sambil membantu sang gadis untuk berdiri.
__ADS_1