
selamat membaca
Xia'er masih duduk di kursi dengan santainya, dia bahkan masih sempat meminta kepada pemilik kedai untuk memberikannya teh untuk dia nikmati, walaupun dalam keadaaan sangat ketakutan, tapi sang pemilik kedai tetap mengikuti keinginan Xia'er.
"Jiangheeng....., apa kau perlu bantuan ku...?, jika ia ....., katakan saja pada ku." ucap Xia'er sambil menikmati tehnya.
"itu tidak perlu nona, nona duduk dengan santai saja sambil menikmati pertunjukan ku." balas Jiangheeng sambil terus memukul anak buah para bandit.
"seni bela diri yang di gunakan Jiangheeng adalah seni beladiri yang ada di duniaku, bagaimana bisa dia mengetahui itu ...?, itu adalah teknik tekondo." gumam Xia'er dalam hatinya, ini menjadi misteri tersendiri yang harus ia gali.
"apa mungkin ada orang lain yang bernasip sama sepertiku....?, jika ia....., itu adalah sebuah berita yang paling membahagiakan, aku akan segera menemui nanti." sambung Xia'er lagi di dalam hatinya.
__ADS_1
"teknik apa yang dia gunakan....?, dia tidak menggunakan mana, tapi mampu melawan anak buah ku yang berada di tingkat alam bawah." gumam sang ketua bandit, ia merasa sangat marah saat ini.
"jika seperti ini, satu-satunya cara adalah dengan mengancam wanita itu." ungkapnya sambil tersenyum misterius.
"hmmmm...., dia mengincar ku...., dasar bodoh..., laki-laki yang taunya hanya mengincar wanita lemah adalah sampah yang paling buruk." ucap Xia'er menangkis serangan ketua bandit yang di arahkan padanya.
"menyerahlah..... , dengan begitu aku akan memperlakukan mu dengan sedikit lembut nona." ucap sang ketua bandit.
"kau hanya tau bermulut besar saja, jika kau mampu, maka lawanlah aku." ucap Xia'er dan langsung menggunakan kekuatan cahaya dan membentuk nya menjadi sebuah pedang.
"kau lumayan juga, padahal basis kultivasi mu masih di tahap bumi." ungkap sang ketua bandit, setelah itu dia langsung menyerang Xia'er dengan membabi-buta, dan jenis kekuatan nya adalah tanah.
__ADS_1
tapi sekuat apapun dia menyerang Xia'er, tak satupun yang berhasil menyentuh Xia'er, bahkan baju Xia'er pun masih sangat bersih.
"sial....., siapa mereka sebenarnya...?, yang satunya tak memiliki kultivasi, tapi mampu menumbangkan semua anak buah ku, dan yang satunya lagi, mempunyai kultivasi yang lebih rendah dari ku, tapi dia berhasil menghindari semua serangan ku." ucap sang ketua bandit dalam hati.
"apa kau sudah selesai dengan serangan mu...?, kalau begitu...., kini giliran ku..." ucap Xia'er dan mengeluarkan jurus pedang seribu cahaya.
"jurus pedang seribu cahaya" gumamnya dan muncullah seribu pedagang yang langsung melejit kearah sang ketua bandit.
"dinding perisai tanah." ucap sang ketua bandit, seketika muncul bongkahan tanah yang membentuk seperti bola untuk melindungi tubuh sang ketua bandit.
"kau pikir, serangan seperti itu bisa melukai ku...?, jangan bermimpi, kau masih jauh dari kata layak untuk mengalahkan ku." ucap sang ketua bandit sambil tertawa mengejek.
__ADS_1
"aku tak pernah bilang kalau aku cuma bisa menguasai satu elemen saja, berhubung kau ada di dalam perisai pelindung mu, maka aku akan membantu mu untuk menatanya dengan bunga-bunga di dalam sana." ucap Xia'er sambil menggunakan kekuatan tumbuhan.
"apa kau tau...?, kelemahan tanah adalah tumbuhan, sekeras apapun tanahnya, pasti ada satu tumbuhan di sana." sambung Xia'er lagi.