Perjalanan Reynata Mencari Cinta Sejati

Perjalanan Reynata Mencari Cinta Sejati
Part 93


__ADS_3

selamat membaca


mendengar pertanyaan sang raja, para dayang hanya bisa saling menatap satu sama lain, sang putri memang kerap membuat masalah dengan para gadis bangsawan yang di rasanya dapat menyaingi kecantikannya.


"apa kalian tidak mendengar perkataan yang mulia ..?, kenapa kalian tidak menjawab nya...?" ucap sang Kasim menatap marah kepada para dayang putri.


"mohon ampuni kami yang mulai, kami pantas mati...." ucap mereka bersamaan sambil bersujud.


"jawab saja apa yang ku tanyakan tadi...?, apa putri berbuat ulah lagi saat keluar tadi...?" ucap raja Wei sekali lagi.


"izin menjawab yang mulia, putri memang tadi mendapat sedikit masalah." jawab sang dayang pribadi putri dan lanjut menceritakan semua yang terjadi di toko pakaian tadi siang Tampa melewatkan sepotong cerita pun.


"baiklah...., aku mengerti sekarang, itu memang kesalahan Putri." ucap raja Wei sambil memijat kepalanya, ia sudah sering mendapatkan laporan tentang tingkah laku putrinya itu, tapi baru kali ini ada kasus yang seperti ini.

__ADS_1


"segera undang nona muda tersebut ke istana, aku akan berbicara padanya, semoga nona tersebut mau mengobati putri." perintah raja Wei kepada sang Kasim pribadi.


"akan segera saya laksanakan yang mulia." jawab sang Kasim yang menerima titah sang raja.


"mohon maaf yang mulia, sebentar lagi pangeran kedua akan sampai ke istana, apa kita tidak akan menyambutnya...?" tanya sang Kasim kembali dengan berbisik ke telinga raja Wei.


"baiklah...., ayo kita kembali." jawab raja Wei dan keluar dari kamar sang putri.


sesuai dengan jadwal, pangeran kedua sampai ke istana dan di sambut oleh sang raja, berbincang sebentar hanya sekedar untuk menyapa, setelah itu raja kembali ke ruangannya, dan pangeran juga kembali ke kediamannya.


"utusan yang mulia raja telah sampai, di harapkan kepada nona muda untuk mendengarkan titah yang mulia raja." ucap prajurit pendamping sang Kasim.


"kenapa aku harus mendengarkan titah raja mu, dia itu bukan raja ku, dia tidak berhak untuk itu." jawab Xia'er sambil menikmati teh di kedai bawah tempat mereka menginap.

__ADS_1


"maafkan kami nona, sepertinya ada kesalahpahaman, yang mulia raja tidak memberikan titah, tetapi mengundang nona ke istana." jawab sang Kasim.


"nona kami tidak mempunyai urusan di istana kalian, dan untuk apa nona kami ke sana...?" balas Jiangheeng dengan ketus.


"jika bisa nona memberikan kami kesempatan untuk memperbaiki kesalahpahaman yang terjadi antara nona dan tuan putri" ucap sang Kasim.


"Yang mulia berpesan, jika nona mau melupakan kesalahan yang di lakukan oleh putri dan mau memberikan penawar atas racun yang nona berikan kepada putri, yang mulia akan memberikan imbalan nona." sambung sang Kasim lagi.


"imbalan....?, apa yang bisa kudapatkan dari raja Wei...?, uang..., perhiasan....?, atau senjata...?" ucap Xia'er yang masih tetap santai dengan teh nya.


"kita bisa membicarakan tentang itu, yang penting yang mulia putri bisa sembuh kembali." jawab sang Kasim lagi.


"aku mempunyai uang, perhiasan dan senjata yang banyak, aku tak membutuhkan itu dari raja kalian." jawab Xia'er

__ADS_1


"tapi kenapa kalian bisa menyimpulkan jika aku yang telah meracuni putri kalian, apa kalian punya bukti tentang itu...?" tanya Xia'er sambil berbalik menatap sang Kasim.


__ADS_2