Perjalanan Reynata Mencari Cinta Sejati

Perjalanan Reynata Mencari Cinta Sejati
Part 64


__ADS_3

selamat membaca


kini Xia'er dan Jiangheeng sudah bersiap untuk melakukan perjalanan, ia juga sudah berpamitan kepada ayahnya, tapi yang paling merasa sedih adalah Ling'er, itu karena ia tak ikut di bawah oleh Xia'er dalam perjalanan kali ini, Xia'er hanya berpesan agar Ling'er menjaga kediaman dan mengurus segala sesuatunya selama ia tak ada, tak lupa juga ia memberikan Ling'er sebuah pil dan beberapa atribut yang berfungsi sebagai pengumpul mana, ia ingin agar Ling'er lebih giat berlatih dan menjadi kuat saat ia kembali nanti.


"kita pergi sekarang nona" ucap Jiangheeng, sekarang ia sudah lebih menghormati Xia'er dan menganggap nya sebagai seseorang yang harus dia lindungi.


"um...., perjalanan kita akan cukup panjang, tujuan pertama adalah ke hutan menuju ke kerajaan Wei, lebih tepatnya hutan beracun." ucap Xia'er sambil naik di atas kuda putihnya.


"baik nona." balas Jiangheeng dan mereka berdua sama-sama memacu kudanya.

__ADS_1


Xia'er dan Jiangheeng sudah memacu kudanya cukup lama, dan kini mereka sudah berada di salah satu pedesaan, merasa cukup lelah, mereka berdua memutuskan untuk beristirahat di salah satu kedai makanan, sekalian juga untuk mengisi perut karena sudah waktunya makan siang.


"nona ..., lebih baik kita beristirahat sejenak, ini perjalanan pertama nona, kita bisa bergerak pelan-pelan saja, aku takut nona merasa kelelahan." ucap Jiangheeng saat mereka tiba di gerbang desa.


"baiklah...., kita akan mencari kedai makan untuk beristirahat dan makan siang, selepas itu, kita harus melanjutkan perjalanan lagi." balas Xia'er dan mendapat anggukan dari Jiangheeng.


"sepertinya kedai itu cukup baik, kita makan di sana saja." sambung Xia'er lagi saat melihat salah satu kedai yang cukup ramai di depan mereka.


"tuan...., bisakah kau memberikan mereka makan dan minuman selagi kami masih beristirahat, berikan saja mereka masing-masing 1 keranjang buah apel." ucap Xia'er sambil memberikan 2 koin emas kepada si penjaga kuda.

__ADS_1


"maaf nona, ini terlalu banyak, harga 2 keranjang apel hanya beberapa perak saja." jawab sang penjaga kuda lagi, ia cukup merasa terkejut dengan 2 koin emas yang ada di tangannya.


"gunakan sisa uangnya untuk persiapan istri mu melahirkan nanti." jawab Xia'er sambil tersenyum, setelah itu ia meninggalkan si tukang kuda untuk masuk kedalam kedai untuk menyusul Jiangheeng yang sudah lebih dulu masuk untuk memesan makanan, ia sengaja memberikan uang lebih, karena Xia'er tau jika si tukang jaga kuda sedang dalam kesulitan untuk mendapatkan uang, itu semua berkat kekuatan membaca pikiran Xia'er.


"whohhhhh..., kau memesan cukup banyak makan." ucap Xia'er yang merasa terkejut dengan banyaknya hidangan di atas meja.


"ini adalah hal yang di ajarkan oleh Ling'er, katakan aku harus memastikan nona makan teratur dan tak boleh kekurangan nutrisi." jawab Jiangheeng dengan jujur.


"hmmmm..., Jiji memang paling perhatian, tapi jika sebanyak ini, yang ada aku mati karena kekenyangan." balas Xia'er sambil menghela nafas.

__ADS_1


saat mereka berdua sedang menikmati makan siangnya, tiba-tiba sekelompok bandit datang untuk membuat rusuh, mereka menendang kursi dan meja, mendorong dan memukul orang lain dengan seenaknya saja, melihat itu, Xia'er dan Jiangheeng tak menghiraukannya, di saat yang lain sudah ketakutan, mereka berdua malah masih sibuk dengan makanan nya, membuat para bandit sangat marah.


__ADS_2