
selamat membaca
saat ini Xia'er sudah di bangunkan sejak pagi-pagi buta oleh Xiongling untuk bersiap ke istana, itu bukan karena Xiongling takut Xia'er terlambat, tapi itu lebih ke rasa rindu Xiongling melayani dan mendandani nonanya lagi.
"nona...., bangunlah segera, nona harus bersiap untuk menghadap raja." ucap Xiongling sambil menepuk-nepuk tubuh Xia'er dengan lembut.
"hmmmmm...., Jiji....., sebentar lagi, aku masih sangat mengantuk Jiji." jawab Xia'er dan kembali menarik selimutnya.
"tidak....,tidak ada kata sebentar lagi, air mandi nona sudah di siapkan, kita harus bergegas sebelum terlambat ke istana nona." balas Xiongling sambil menarik tangan Xia'er agar kembali bangun dari tempat tidur empunya.
"baiklah.... baiklah...., aku bangun Jiji." jawab Xia'er dengan pasrah.
butuh waktu berjam-jam hanya untuk mempersiapkan Xia'er berpakaian, mulai dari mandi, makeup dan berpakaian, setelah melewati hal yang melelahkan di pagi hari, akhirnya Xia'er sudah siap untuk menuju istana.
baju yang di kenakan Xia'er.
"nona...., kau sangat cantik, nona adalah wanita tercantik di kerajaan ini." ucap salah satu pelayan Xia'er yang membantunya berpakaian.
"apa yang kau katakan...?, nona kita adalah wanita tercantik di dunia ini." bantah Xiongling dengan cepat.
"betul....itu betul sekali, nona adalah wanita tercantik di dunia." ucap pelayan yang tadi dan di ikuti oleh pelayan yang lainnya juga.
"aku memang cantik, aku tau itu jadi berhentilah memujiku, apa yang lainnya sudah siap...?" ucap Xia'er dan bertanya kepada Xiongling jika Jiangheeng dan Chyou sudah bersiap.
__ADS_1
"mereka berdua sudah menunggu nona di depan." jawab Xiongling dengan senyum sambil menyodorkan satu buah cadar Kepada Xia'er.
"terimakasih Jiji, baiklah...., ayo kita berangkat sekarang, banyak yang harus di bahas di istana nanti." ucap Xia'er sambil memakai cadarnya dan langsung keluar dari ruangannya, ia pun di sambut oleh kedua anak didiknya.
"selamat pagi nona." ucap Jiangheeng dan Chyou bersamaan sambil menunduk hormat.
"selamat pagi..." jawab Xia'er dengan senyum.
"dimana ayah dan Gege ku...?" tanya Xia'er kepada Xiongling sambil berjalan menuju ke kereta kudanya.
"tuan besar sudah menuju ke istana sejak tadi, dan tuan muda sedang berada di tempat latihan." jawab Xiongling.
"baiklah...., aku mengerti." jawab Xia'er dan menaiki kereta kudanya di ikuti oleh Chyou dan Xiongling, sedangkan Jiangheeng mengikuti mereka dengan menggunakan kudanya.
setelah menempuh perjalanan selama sejam lamanya, akhirnya mereka sampai di istana, walaupun ada drama karena Xia'er masih sedikit mengeluh karena ia tidak menyukai naik kereta kuda dan ingin menunggangi kuda saja.
"terimakasih..." jawab Xia'er dan memegang tangan Jiangheeng.
"selamat datang nona Xia..." ucap raja Zhu Zhiking yang menyambut kedatangan Xia'er bersama pangeran mahkota Zhu Zhang dan yang lainnya, termaksud pangeran Long dan putri Lien Hua.
"salam kepada matahari kerajaan Zhu, semoga yang mulia raja hidup sehat dan panjang umur, salam kepada yang mulia pangeran mahkota, ucap Xia'er memberikan salam dan hormat kepada raja dan pangeran itu di ikuti oleh rombongan Xia'er juga.
"aku terima salam mu nona Xia, terimakasih karena sudah menerima undangan ku." ucap raja Zhu Shixing sambil tersenyum ramah.
"suatu kehormatan hamba bisa menerima dan bertemu yang mulia raja." jawab Xia'er dengan lembut dan sopan.
__ADS_1
"kau semakin cantik dan anggun saja, jendral Yu pasti sangat senang memiliki putri yang baik dan berbakat seperti mu." ucap raja Zhu Shixing lagi sambil mengarahkan tangannya untuk mengikutinya masuk kedalam istana.
"yang mulia terlalu memuji, hamba tidak sebaik dan berbakat seperti yang mulia kira, hamba masih perlu banyak belajar lagi." jawab Xia'er pula.
"ha ha ha...,kau terlalu merendahkan dirimu nona Xia." ucap raja lagi sambil terkekeh pelan.
setelah mereka sampai di tempat pertemuan, raja Zhu Shixing, pangeran mahkota Zhu Zhang, pangeran Long dan putri Lien Hua duduk bersama di taman sambil menikmati teh.
"aku mengundang kalian ke sini hanya untuk membahas sesuatu tentang monster yang menjadi ancaman buat kerajaan kita, seperti yang kalian tahu jika monster tiba-tiba muncul dan mengancam kerajaan, untung saja nona Xia menemukan sesuatu yang dapat mengalahkan mereka." ucap raja yang memulai pembicaraannya.
"untuk itu aku sebagai raja negara ini sangat berterima kasih kepada nona Xia." sambung raja Zhu Shixing lagi.
"yang mulia tidak perlu berterimakasih, sudah menjadi kewajiban hamba untuk membantu kerajaan yang mulia." jawab Xia'er dengan anggun.
melihat ke anggunan Xia'er, yang mulia raja Zhu Shixing hanya tersenyum, sedangkan kedua pangeran hanya bisa mencuri-curi pandang kepada Xia'er, begitupun dengan putri Lien Hua, ia juga sudah mengetahui jika Xia'er adalah orang yang telah membantunya.
"terimakasih atas perhatian mu kepada kerajaan ini, karena masalah inilah aku ingin membahasnya dengan mu, pihak kerajaan Long ingin memintanya bantuan kita terkait dengan ramuan pelebur ciptaan mu, bagaimana menurut mu....?, kami tidak bisa memutuskan begitu saja Tampa bertanya kepada mu." ucap raja Zhu Shixing, ia memang menghargai Xia'er.
"seperti yang hamba katakan sebelumnya, hamba hanya ingin membantu kerajaan ini, terkait permintaan kerajaan Long, kurasa itu ku serahkan kepada Yang mulia saja, tapi jika di tanya tentang pendapat hamba, maka hamba akan dengan senang hati membantu, kerajaan Long dan kerajaan kita sudah lama berteman baik, tidak ada salahnya berbagi pengetahuan, dan bukannya akan lebih baik lagi jika kita mempunyai sekutu yang hebat untuk membantu kita melawan monster demi dunia ini....?, monster tidak hanya akan membahayakan kerajaan kita, tapi seluruh daratan tengah ini akan terancam oleh keberadaan monster yang mulia." ucap Xia'er memberikan pendapatnya.
"kau memang gadis yang bijaksana, baiklah...., kurasa kita sudah mendapatkan jawabannya, jika begitu aku pamit terlebih dahulu, kalian bisa berbincang bersama." ucap raja Zhu Shixing dan berdiri pergi untuk melakukan tugas kerajaan lagi.
"terimakasih karena nona Xia sudah mau berbagi pengetahuan kepada kerajaan kami." ucap pangeran Long dengan senyum.
"sama-sama pangeran" jawab Xia'er dengan lembut.
__ADS_1
"nona Xia, aku juga ingin mengucapkan terimakasih atas pertolongan nona Xia kepada ku, jika bukan karena nona Xia, aku mungkin sudah tiada." ucap putri Lien Hua yang bergegas pindah ke samping tempat Xia'er duduk.
"aku tidak berbuat banyak, dan itu mungkin sudah menjadi takdir kita bertemu sehingga aku bisa menolong putri." jawab Xia'er dengan senyum.