Perjalanan Reynata Mencari Cinta Sejati

Perjalanan Reynata Mencari Cinta Sejati
Part 216


__ADS_3

Selamat Membaca ☺️☺️☺️


Ruang pertemuan terasa sangat sunyi, padahal pihak dari raja Wei dan Xia'er sudah ada di ruangan tersebut.


"jadi......, ada keperluan apa Baginda raja ingin bertemu dengan ku....???" tanya Xia'er sekedar basa-basi.


"sesuai dengan peraturan pelelangan kali ini, aku berkesempatan bertemu dengan sosok berbakat seperti nona...." ucap Baginda raja Wei.


"jadi...., apa yang Baginda inginkan....???, aku tau Baginda menginginkan sesuatu terhadap ku, sampai-sampai berusaha keras ingin bertemu dengan ku." ucap Xia'er lagi.(Xia'er memakai cadar sehingga ia tak di kenali yah...!!!)


"bekerjalah di istana...., aku akan memberikan semua yang kau butuhkan, tempat khusus untuk pembuatan pil, istana yang megah dan juga popularitas akan kau miliki, jadi bergabunglah dengan pihak kerajaan." ucap Baginda raja Wei dengan nada angkuhnya.


"ha.....hahahaha......." suara tawa Leng Sumi terdengar nyaring di belakang Xia'er.


"dasar tidak sopan...., anak kecil seperti mu harus di beri hukuman, berani-beraninya kau tertawa di hadapan Baginda raja." ucap sang Kasim membentak keras.

__ADS_1


"itu terdengar lucu kakek ....., bisa-bisanya dia menawarkan sesuatu kepada nona hal yang tidak seberapa itu, jadi aku tidak bisa menahan rasa ingin tertawa ini." ucap gadis berusia 11 tahun itu.


"tidak seberapa kata mu....???" ucap si Kasim lagi dengan wajah memerah menahan amarahnya.


"sudah...., hentikan.....!!!, kita ke sini bukan untuk mencari ribut." ucap Baginda raja Wei menghentikan sang Kasim yang terlihat cukup marah.


"maafkan hamba Baginda." ucap sang Kasim lagi.


"aku tidak membutuhkan sesuatu seperti itu Baginda, harta dan popularitas tidak membuat ku tertarik." ucap Xia'er dengan nada yang lembut seperti biasanya, gerakan anggun tangannya yang mengangkat cangkir teh-nya membuat Baginda raja Wei terpana merona merah di pipinya.


"ungkapkan saja apa yang nona inginkan, apapun itu pasti akan ku kabulkan." ucap Baginda raja Wei sambil tersenyum menjijikan.


"dasar tua Bangka sialan....., berani-beraninya dia menginginkan ku...!!!" ucap Xia'er dalam hati yang memang menembus isi hati raja Wei.


"bagaimana dengan posisi tertinggi di istana, tepat di samping bagian raja....???" ucap Xia'er mulai memainkan peran.

__ADS_1


"apa maksud nona....???, posisi tertinggi di samping ku adalah permaisuri....." ucap Baginda raja Wei sedikit terkejut dengan keinginan Xia'er.


"dasar lancang....!!!, beraninya wanita tak jelas asal-usulnya ini menginginkan posisi permaisuri....!!!" teriak sang Kasim lagi.


"diam lah kasim Lu ....!!!" bentak Baginda raja Wei.


"nona ...., itu terdengar......." ucap Baginda raja Wei terhenti.


"Baginda tenang saja..., aku hanya bercanda..., aku tau itu terdengar lancang, tapi akhir-akhir ini aku mendengar rumor yang sedikit lucu." ucap Xia'er sambil tersenyum kecil dari balik cadarnya.


"sepertinya permaisuri terdahulu sering mengunjungi permaisuri Tiang Zhi lewat mimpi, tapi bukan kah itu bagus....???, itu tandanya permaisuri terdahulu merestui permaisuri Tiang Zhi, tapi kenapa rumor yang beredar malah terdengar seperti permaisuri Tiang Zhi seperti ketakutan....!!!" ucap Xia'er lagi.


"itu rumor yang tidak berdasar, permaisuri Tiang Zhi hanya sedikit kurang enak badan saja, sehingga ia sering bermimpi buruk." ucap Baginda raja.


"ah......, jadi seperti itu...." ucap Xia'er lagi.

__ADS_1


"aku tidak bisa bekerja di istana, tapi aku akan membantu Baginda, aku tau tujuan Baginda sesungguhnya, karena putra mahkota Wei Changxi bukan....???.


__ADS_2