
selamat membaca
setelah berhasil mengeluarkan jiwa Bima dari dalam jiwanya, Xia'er melanjutkan kultivasinya, ia harus mencapai tingkat kaisar akhir untuk bisa masuk ke daratan atas.
"saat ini aku sudah mencapai tahap kaisar awal, di dunia bawah ini, aku sudah termasuk dalam kultivator yang terkuat, aku rasa ini sudah cukup untuk menghadapi serangan para monster nanti." gumam Xia'er seorang diri.
"tapi tahap itu belum cukup untuk mencapai tahap dimana aku bisa melangkahkan kaki ku di daratan atas tempat para kultivator hebat yang tak terbatas." ucap Xia'er lagi dan kembali bermeditasi untuk mengumpulkan mana.
"di ruang dimensi milik ku memang kaya dengan mana, tapi untuk mencapai tingkat kaisar selanjutnya masih sangat jauh." ucapnya dalam hati.
beberapa hari kemudian telah berlalu di dalam ruang dimensi Xia'er, dan untuk dunia luar kini sudah menjelang pagi.
"sudah saatnya aku keluar, aku harus menyembuhkan Meridian Jiangheeng saat ini." ucap Xia'er saat membuka matanya dan mengakhiri kultivasinya.
sebelum keluar dari dimensinya, Xia'er lebih dulu mandi dan mengganti pakaiannya, dan saat ia keluar dari ruangannya, ia sudah di sambut oleh Xiquan yang sudah menunggunya di depan pintu.
__ADS_1
"selamat pagi yang mulia, apakah yang mulia membutuhkan sesuatu...?" tanya Xiquan dengan hormat.
"tidak ..tidak ada, aku akan keluar sekarang." jawab Xia'er.
"oh....ia..., bagaimana kabar anak-anak ku saat ini...?" tanya Xia'er lagi tiba-tiba.
"maaf yang mulia...!!!, maksudnya anak-anak yang mulia....?" tanya Xiquan yang bingung dengan ucapan Xia'er.
"ah ....., maksud ku para beast kesayangan ku." ucap Xia'er yang membetulkan ucapnya tadi.
"apa kau tidak menanyakan kabar ku juga yang mulia...?" suara yang di kenal Xia'er terdengar dari arah belakangnya, tapi rupanya terlihat berbeda dari yang di kenalnya.
"oh ... siapa lelaki berambut aneh itu...?" tanya Xia'er kepada Xiquan dengan ekspresi wajah yang bingung.
"oh...., kau melupakan diri ku yang mulia....?, ini aku Phoenix agung yang tampan dan rupawan." ucapnya dengan nada yang terdengar menyebalkan di telinga Xia'er.
__ADS_1
"oh...., kau rupanya, kau bisa berubah wujud juga ternyata." jawab Xia'er dengan wajah datarnya.
"oh sang pencipta dunia, kenapa bisa kau memberikan nya ekspresi wajah yang datar seperti itu, itu terlihat menyedihkan untuk ku." ucapnya dengan dramatis
"tapi yang mulia..., kau belum memberikan ku nama, yang ku dengan yang mulia sudah memberikan nama pada si kedua cecunguk itu." ucapnya lagi dengan wajah memohon.
"maksud mu white and black...?." tanya Xia'er sambil berjalan keluar, Xiquan dan si Phoenix cerewet.
"ya ...., betul yang mulia." jawab nya dengan cepat.
"karena kekuatan mu api yang berwarna merah dan ice, jadi aku memberimu nama Redice." ucap Xia'er yang memberhentikan langkahnya dan melihat ke arah si Phoenix.
"aku selalu mendengar kisah cerita rakyat jika Phoenix dan naga selalu saja bertengkar jika bertemu, dan ternyata itu benar." ucap Xia'er lagi sambil manggut-manggut memikirkan apa yang akan terjadi jika mereka berkumpul bersama.
"itu karena mereka selalu saja bersaing untuk mendapatkan posisi yang terkuat yang mulia." bisik Xiquan dengan pelan kepada Xia'er.
__ADS_1