
selamat membaca
saat Jiangheeng sudah merasa lega, tiba-tiba muncul sebuah kabut hitam yang mengelilingi tubuh monster yang sudah terbelah menjadi beberapa bagian, setelah kabut tersebut menghilang, monster itu kembali menyatu kembali, sehingga membuat Jiangheeng dan Xia'er cukup terkejut di buatnya.
"apa yang terjadi...?, bukannya dia sudah mati ..?" tanya Jiangheeng, ia sangat merasa kebingungan melihat kejadian di depan matanya itu.
"sepertinya ini tak semudah yang aku harapkan, pantas saja para prajurit ayah cukup mengalami kesulitan saat menghadapi para monster." ucap Xia'er, ia juga langsung memasang siaga, takutnya sang monster akan menyerang saat ia belum siap.
"aku tak boleh bertarung sia-sia, yang harus aku lakukan saat ini adalah mencari kelemahannya, itu akan berguna untuk pasukan ayah nanti." sambung Xia'er lagi.
Xia'er melejit kembali dan ingin menebas leher sang monster, tapi saat pedang Xia'er menyentuh leher sang monster, pedang itu terhenti dan patah akibat kulit sang monster yang menjadi semakin kuat.
__ADS_1
"sial...., kulitnya menjadi sekuat baja." gumam Xia'er, dan saat ia ingin melompat menjauh dari sang monster, tangan Xia'er sudah lebih dulu di pegang oleh sang monster dan.
"bang....." suara ledakan disertai pohon tumbang akibat di hantam oleh tubuh Xia'er yang terlempar akibat mendapat pukulan dari sang monster.
"nona........" teriak Jiangheeng sambil berlari menuju tempat Xia'er, tapi ia langsung di hadang oleh sang monster, Jiangheeng sempat melawan nya, tapi tubuh sang monster sangat kuat dan Jiangheeng tak bisa menggunakan mana saat ini, jadi dia bukan lawan yang pantas untuk sang monster.
"aku akan menyingkirkan mu terlebih dahulu." ucap sang monster dan siap mengeluarkan serangan yang di hadapkan ke arah jantung Jiangheeng.
"arrrggggg....., apa kau pikir dengan trik murahan seperti ini dapat menahan ku...?" tanya sang monster yang sudah terlilit sepenuhnya oleh tumbuhan merambat Xia'er.
"tapi itu bisa menghambat mu." jawab Xia'er sambil membawa Jiangheeng menjauh dari sang monster.
__ADS_1
"maaf kan aku nona..., aku tidak bisa membantu mu." ucap Jiangheeng penuh penyesalan.
"tidak apa, aku kan sudah bilang sebelumnya, kau akan melindungi ku nanti, saat dantian mu sudah sembuh sepenuhnya." balas Xia'er sambil mengusap kepala Jiangheeng yang tertunduk lemas.
"kau masih muda dan memiliki bakat yang hebat, kau akan menjadi pelindung ku dan juga akan selalu bertarung di samping ku nanti." sambung Xia'er lagi sambil tersenyum.
"tunggulah di sini, aku akan menyelesaikan pertarungan ini." ucap Xia'er sambil melihat ke arah sang monster yang makin mendekat ke arah mereka, tapi sebelum itu, ia memasang barer pelindung untuk menjaga Jiangheeng dari ledakan serangan saat ia dan sang monster bertarung.
"ini akan memicu ledakan yang hebat, aku tak pernah semangat ini." gumam Xia'er sambil tersenyum misterius dan melejit sambil mengeluarkan kekuatan cahaya nya yang berbentuk seperti bola.
"bom....." ledakan yang sangat dahsyat terjadi, kabut menyelimuti daerah sekitar ledakan, samar-samar Xia'er melihat sang monster terhempas cukup jauh dan mematahkan beberapa pohon yang ia lewati.
__ADS_1