Perjalanan Reynata Mencari Cinta Sejati

Perjalanan Reynata Mencari Cinta Sejati
Part 87


__ADS_3

selamat membaca


saat Xia'er memasuki kamarnya, ia terlebih dahulu membersihkan diri dengan mandi, ia bisa saja mandi di ruang dimensi nya, tapi kali ini ia ingin berendam air panas untuk merilekskan diri.


setelah ia selesai membersihkan diri dan memakai pakaian, Xia'er keluar dan sudah ada Jiangheeng yang menunggunya untuk makan malam, lebih tepatnya makan tengah malam.


"ummmmm, kau juga sudah membersihkan diri, ayo kita makan...." ucap Xia'er sambil duduk di meja makan.


"nona....., aku sarankan untuk nona selalu memakai cadar saja." ucap Jiangheeng di tengah-tengah makan malam mereka.


"memangnya ada apa Jiangheeng....?" tanya Xia'er yang sebenarnya sudah tau apa maksud Jiangheeng menyuruhnya memakai cadar.

__ADS_1


"nona...., Anda itu terlalu indah untuk di lihat, setiap harinya nona semakin cantik dan anggun, akan sangat di sayangkan jika keindahan itu di lihat oleh sembarang orang." jawab Jiangheeng dengan jujur dan polosnya.


"kau bocah ingsan...., bisa juga kau berfikir seperti itu." jawab Xia'er sambil terkekeh ringan.


"nona...., aku akan menjadi dewasa saat beberapa tahun lagi, kini umur ku memang masih menginjak dua belas tahun, tapi aku bukanlah orang biasa, asal nona tau saja." jawab Jiangheeng berdecak kesal karena di bilang bocah.


"baiklah.... baiklah...., kau memang bukan orang biasa, aku sudah tau itu sejak pertama melihat mu, mata emas milik mu terlalu luar biasa untuk manusia daratan tengah ini." balas Xia'er lagi.


"aku akan selalu ada di samping mu, kau tak perlu terburu-buru untuk mengatakan atau menjelaskan tentang dirimu, tunggu sampai kau siap saja, anggap aku sebagai Jiji mu." ucap Xia'er lagi sambil tersenyum manis.


"selesaikan makan mu dan kembalilah untuk beristirahat." sambung Xia'er lagi dan di anggukan oleh Jiangheeng yang tersenyum sumringah karena rasa senang mendapat kakak yang sangat luar biasa seperti Xia'er.

__ADS_1


makan telah usai, Jiangheeng dan juga Xia'er sudah beristirahat di kamar masing-masing, tapi sejak tadi mata Xia'er belum bisa terlelap, jadi ia memutuskan bangun untuk mencari udara segar.


"hah ......., ada apa dengan ku, malam ini aku tak bisa tidur, aku merindukan keluarga ku di sana, apa mereka sedang merindukan ku juga...?" gumam Xia'er sambil bangkit dari tempat tidurnya.


"sebaiknya aku mencari udara segar dulu di luar sana." sambungnya lagi dan mulai memakai pakaian dan cadarnya, setelah itu ia keluar melalui jendela kamarnya, ia terus berjalan dari atap rumah satu ke rumah yang lainnya, sampai saat ia melihat sesuatu yang menarik perhatiannya.


sosok wanita kecil yang kira-kira seumuran dengan Jiangheeng, mata biru dan wajah yang cantik itu tidak dapat tertutupi dengan pakaian lusuh dan kotor yang ia kenakan.


"apa yang gadis kecil itu lakukan....?, kenapa ia mengendap-endap seperti itu...?, apa ia akan mencuri...?" Xia'er bertanya-tanya sendiri di dalam hati.


Xia'er terus memperhatikan gerak-gerik gadis kecil tersebut, mulai dari ia masuk sampai mengambil beberapa makanan di dapur, tapi gadis kecil itu tidak sengaja menyenggol sesuatu dan jatuh, sehingga menimbulkan suara yang cukup nyaring, hal itu membuat prajurit keluarga tersebut langsung berlari ke arah dapur tempat gadis kecil tersebut.

__ADS_1


"ho ho ho ho...., apa yang akan kau lakukan sekarang gadis kecil pencuri...?" gumam Xia'er yang masih memperhatikan dari atas pohon dekat dapur tersebut.


__ADS_2