Perjalanan Reynata Mencari Cinta Sejati

Perjalanan Reynata Mencari Cinta Sejati
Part 128


__ADS_3

selamat membaca


dengan kecepatan penuh para prajurit pengintai mengejar Xia'er, tapi tetap saja mereka tak bisa mengalahkan kecepatan Xia'er.


Xia'er yang sudah melihat gerbang istana langsung menerobos masuk dengan cara menghancurkan gerbangnya dalam satu kali serangan.


suara ledakan terdengar akibat ulah Xia'er, para prajurit langsung terkejut dan bergegas ke arah suara ledakan tersebut, mereka pikir terjadi suatu penyerangan di dalam istana, ya ... itu memang benar sih.


Xia'er mendarat tepat di halaman istana, prajurit yang mengejar pun juga langsung mengepung Xia'er.


"ada apa ini....???, siapa yang berani membuat keributan di istana ku....???." teriak raja Wei dengan marah, ia berjalan keluar dari ruang rapat bersama para petinggi istana.

__ADS_1


"maafkan atas kelancangan saya yang mulia..., saya hanya ingin melihat kondisi pangeran mahkota." jawab Xia'er sambil membalikkan badannya ke arah sang raja.


"kamu.....!!!, siapa yang memberi mu izin untuk menginjakkan kaki di istana ku...?" teriak raja lagi sambil menunjuk wajah Xia'er.


"bukankah yang mulia raja yang hendak mengundang saya ke istana...?, jika tidak..., apa maksud yang mulia mengirimkan banyak prajurit untuk mengikuti ku....?" tanya Xia'er dengan nada yang cukup mengejek.


"tak hanya itu, yang mulia juga mengirimkan ku terlalu banyak boneka kultivator untuk menemaniku bermain, tapi sayang sekali, bonekanya cepat sekali rusak, hanya sekali pukul, bonekanya langsung hancur." ucap Xia'er penuh penekanan.


"jika yang mulia mau mengirimi ku boneka lagi, berikan aku boneka yang kuat untuk menemani ku latihan yang mulia raja." sambung Xia'er sambil melirik raja Wei dengan mata tajamnya.


"hari ini, kau harus membalas kesombongan mu dengan nyawamu." sambung jendral lagi.

__ADS_1


"serang......." teriak jendral dan semua prajurit yang mengepung Xia'er bergerak menebas dan menusuk tubuh Xia'er dengan pedang dan tombak mereka, tapi...., tubuh Xia'er yang di tebas dan di tombak tak mengeluarkan darah sedikit pun, bajunya saja tak teriris sama sekali, itu membuat para prajurit yang menyerangnya terkejut.


"kalian masih terlalu lemah untuk membuat ku terluka." ucap Xia'er dan meledakkan cahaya di seluruh tubuhnya, prajurit yang mengelilingi nya terhempas dan langsung tak sadarkan diri di buatnya.


"hiyaaaaaaa......" tring....tring.....tring..." suara pedang saling beradu, sang jenderal yang sudah di selimuti rasa amarah menyerang Xia'er dengan membabi-buta, tapi Xia'er hanya membalas semua serangan sang jenderal dengan satu tangannya saja.


"aku akan membunuhmu mu di sini." teriaknya lagi.


"srak.....srak.....srak...." bunyi suara kulit yang teriris yang di sebabkan oleh belati cahaya milik Xia'er.


"aku hanya melumpuhkan pergerakan mu saja, aku akan mengambil nyawa mu nanti jendral." ucap Xia'er lagi.

__ADS_1


"kali ini aku datang tidak untuk membuat masalah, aku hanya ingin mengingatkan yang mulia untuk tidak mengikuti ku lagi, jika tidak...., kerajaan mu akan hancur jauh sebelum waktu yang ku tentukan." ucap Xia'er sambil menghancurkan gedung tempat raja dan para petingginya berdiri, setelah itu ia melayang di atas semua bangunan yang ia hancurkan dan berkata.


"aku akan datang nanti dan membawa sesuatu yang berharga untuk mu yang mulia, jadi duduk diam dan tunggulah." ucapnya lagi dan langsung menghilang bagaikan cahaya.


__ADS_2