
selamat membaca
setelah Xia'er membuka cadarnya, Leng Meng yang memang di buat penasaran sedari tadi tetap di buat terkejut dengan kenyataan yang ada di depan matanya, walaupun ia sudah menebaknya jika itu adalah nona muda kediaman Jendral Yu.
tapi melihat kenyataan yang ada di depan matanya dan membandingkan dengan rumor yang beredar di kalangan rakyat, itu sangat jauh berbeda.
"ada apa Meng'er...?" tanya Xia'er dengan senyum, ia merasa ekspresi wajah Leng Meng terlihat lucu, karena saat ini mulut Leng Meng masih terbuka lebar dengan mata yang terus melotot ke arah Xia'er.
"ah...., maafkan ketidak sopanan hamba nona." ucap Leng Meng sambil menunduk malu.
__ADS_1
"tidak apa-apa, aku mengerti dengan rasa keterkejutan mu, tapi inilah diri ku, aku tidak bisa memungkiri dengan sikap ku yang dulu sangat jahat dan arogan terhadap orang lain, tapi aku akan tetap seperti itu kepada orang yang pantas saja, kau tak usah takut pada ku." ucap Xia'er dengan santainya.
Leng Meng yang mendengarkan hanya mengangguk tanda mengerti, sedangkan Ling'er hanya tersenyum melihat interaksi nona mudanya dengan dayang barunya.
"kau tenang saja, nona kita adalah orang yang sangat baik, jangan dengarkan rumor yang ada di luar sana, kau bisa menilai sendiri dengan kedua mata mu." bisik Ling'er ke telinga Leng Meng, setelah mendengar kata-kata itu, keduanya saling menatap dan tersenyum.
setelah beberapa saat, akhirnya kereta kuda mereka memasuki gerbang kediaman Jendral Yu, dengan cepat Ling'er turun dan membantu nona nya menuruni kereta kuda, setelah itu Leng Meng juga ikut turun dan menunggu Ling'er yang memanggil para prajurit penjaga untuk membantu mereka membawa Leng Sumi kedalam kediaman Xia'er.
"makanlah terlebih dahulu, kau akan mulai bekerja besok pagi, pakaian ganti mu ada di dalam lemari di samping sana, dan untuk kamar mandinya ada di bagian sana." ucap Ling'er memberikan instruksi.
__ADS_1
"jika ada apa-apa, kau bisa langsung menanyakan nya kepada ku, kamar ku ada di samping kamar nona muda." sambung Ling'er lagi.
"baik Jiji ling'er." jawab Leng Meng dengan senyum bahagia, bagaimana tidak, kamar tempat ia dan adiknya di tempatkan terbilang cukup besar dan nyaman.
" tapi jiji ..., apa kamar ini tidak terlalu mewah untuk kami...?" tanya Leng Meng sedikit merasa khawatir dengan para dayang-dayang yang sudah lama bekerja di bawah kediaman nona Xia.
"He hehe, kau tak perlu khawatir, semua dayang yang bekerja di kediaman nona muda memiliki kamar yang sama dengan mu." jawab Ling'er di selingi tawa karena merasa lucu dengan rasa khawatir Leng Meng.
"kami para dayang sangat senang dengan nona muda karena telah memperlakukan kami semua layaknya manusia, nona tak pernah melakukan kekerasan lagi kepada kami, nona sudah banyak berubah, dan kami semua sangat bersyukur." ucap Ling'er dengan senyum bahagia.
__ADS_1
"nona yang dulu memang terlihat sangat arogan dan suka menyiksa para dayang, tapi itu karena dayang-dayang yang tak tau diri, mereka tak tau sifat asli nona dan rasa sakit yang nona derita, sehingga mereka dengan seenak hatinya membicarakan nona yang tidak-tidak." sambung Ling'er lagi, kini ada guratan kesedihan di wajah cantik Ling'er.
"aku mengerti Jiji." ucap Leng Meng dengan senyum yang tegas tanda ia paham dengan apa yang di katakan Ling'er.