
selamat membaca
orang-orang berpakaian serba hitam tersebut merasa bingung dengan keadaan Xia'er yang masih sadar dan tidak terpengaruh oleh obat bius yang mereka berikan.
"bukankah ini lebih baik jika dia masih sadar, kita akan mendengar desahannya yang mengerang kenikmatan di bawah tub..." ucapan salah satu dari mereka terputus karena kepalanya sudah terpisah dari tubuhnya.
sontak saja mereka semua langsung waspada, mereka merasa jika Xia'er memiliki seseorang yang kuat untuk melindunginya, tebakkan itu benar adanya, karena pasukan bayangan Xia'er masih setia mengikutinya, hanya saja bukan mereka yang membunuh salah satu anggota berpakaian hitam tersebut, itu adalah ulah Xia'er sendiri.
ia menggunakan kekuatan cahaya dan membentuknya seperti sebuah belati untuk memisahkan kepala dan tubuh manusia yang menjijikkan itu.
__ADS_1
"siapa itu ..?, berani-beraninya kau bermain-main dengan kami, jika berani, keluarlah...., jangan menyerang secara diam-diam." teriak salah satu dari mereka dengan penuh emosi, senjata sudah siap di tangan mereka masing-masing.
"kenapa kalian datang dan membuat keributan di kamar ku, manusia menjijikkan seperti kalian tidak pantas menginjakkan kaki kalian di kamar ku." ucap Xia'er sambil memperbaiki posisinya yang tadi masih tiduran, kini sudah duduk dengan anggun.
"diamlah wanita jalan*, setelah kami mengurus orang penakut yang menyerang secara diam-diam, akan tiba waktunya untuk mu memuaskan kami." jawab Manusia bodoh lainnya lagi.
"orang yang kalian cari ada di sini." ucap Xia'er sambil mengeluarkan kekuatan cahaya lagi dan menjentikkan jarinya untuk menyerang ke empat orang berpakaian hitam tersebut, Xia'er hanya meninggalkan satu orang saja yang sudah penuh dengan luka sayatan, Xia'er hanya terkekeh melihat kebodohan orang-orang tersebut dan kembali berdiri dan mendekat ke arah satu orang yang masih hidup itu.
"si...siapa...ka..kamu sebenarnya...?, sambungnya lagi sambil menatap Xia'er dengan wajah penuh ketakutan, Dimatanya Xia'er nampak seperti seorang Dewi, tapi siapa sangka jika Dewi yang di anggapnya mampu membunuh seseorang Tampa mengedipkan mata, bahkan ekspresi wajahnya saja tak menunjukkan ketakutan, seakan dia adalah seorang psikopat gila.
__ADS_1
"kenapa nanti sekarang kau bertanya..?, aku adalah nona muda dari kediaman Jendral Yu, Yu Xia He, siapa lagi menurut kalian..?, lebih baik hemat tenaga mu dan jawab pertanyaan ku." ucap Xia'er dan menginjak dada si pembunuh bayaran tersebut.
"siapa yang mengirim kalian...?" tanya Xia'er sambil menekan luka si penjahat dengan kakinya.
"argggg...., a...aku a..aakan menjawab, tapi tolong ampuni nyawaku." jawab si pembunuh bayaran.
"hmmmm, dasar tidak tau diri, apa kau pikir kau dalam kondisi bisa tawar menawar dengan ku saat ini...?" ucap Xia'er dan menambahkan tekanan di kakinya, membuat si pembunuh bayaran semakin mengerang kesakitan.
"dasar kau wanita iblis..., lepaskan aku wanita jalan* rendahan." teriaknya dengan penuh kesakitan.
__ADS_1
"aku paling benci di sebut wanita jalan*." ucap Xia'er dan langsung menebas leher si pembunuh bayaran, cipratan darah kembali mengenai baju Xia'er yang putih polos, wajahnya yang cantik juga ikut terkena cipratan darah, membuat wajah Xia'er nampak seperti seorang pembunuh berdarah dingin.