
selamat membaca
mendapat perlakuan yang hangat dari sosok gadis bangsawan yang misterius, membuat sang gadis merasa senang dan sedikit terharu, pada umumnya, para bangsawan tak akan mau menyentuh sosok menjijikkan seperti dirinya, tapi sosok nona bercandar di depannya sangat jauh berbeda dengan sikap bangsawan lainnya.
"nona .... terimakasih banyak...!!!" ucap sang gadis dengan penuh rasa syukur, akhirnya ia mempunyai harapan untuk menyembuhkan adiknya.
"baiklah..., tapi sebelum itu, alangkah lebih baiknya lagi jika aku mengetahui nama nona yang cantik ini." ucap Xia'er dengan senyum yang di ketahui lewat matanya yang menyipit.
"ah ...., maafkan saya yang rendah ini nona, perkenalkan nama saya adalah Leng Meng nona." jawab sang gadis sambil menunduk hormat.
"baiklah Meng'er..., saatnya kita melihat kondisi adik mu." ucap Xia'er dan langsung di angguki oleh Leng Meng.
__ADS_1
mereka berjalan cukup jauh, setelah itu terlihatlah gubuk kecil di depan mereka, Leng Meng dengan cepat berlari untuk melihat keadaan adik satu-satunya, dan juga satu-satunya keluarga yang tertinggal.
"Mei-Mei....., Jiji membawa nona yang baik hati untuk datang melihat kondisi mu." ucap Leng Meng saat sudah berada di dalam gubuk mereka.
sang adik yang terbaring lemah hanya menorehkan senyuman saja di wajahnya, ia terlihat sangat lemah hanya untuk berbicara.
Xia'er dan juga Ling'er yang melihat kondisi adik Leng Meng merasa cukup prihatin, bagaimana tidak ..?, di tengah kondisinya yang sedang kesakitan, ia tak memperlihatkan rasa sakit ataupun wajah yang lesuh di raut wajahnya, padahal ia masih berusia sekitar sepuluh tahunan.
karena merasa kesakitan, adik Leng Meng hanya bisa mengangguk saja tanda ia mengizinkan Xia'er memeriksa kondisinya.
"Meng'er..., sudah berapa lama kondisi adik mu seperti ini...?" tanya Xia'er penuh tanda tanya di wajahnya.
__ADS_1
"adikku sudah lemah sejak lahir, tapi dia kehilangan suaranya sejak setengah tahun yang lalu, kondisinya berangsur-angsur memburuk setiap saat." jawab Leng Meng dengan raut wajah sedihnya.
"adik mu terkena racun bawaan sejak dari dalam kandungan, karena racun itulah yang membuat adik mu semakin parah, karena ia sudah masuk kedalam organ-organnya." ucap Xia'er saat sudah memeriksa kondisi adik Leng Meng.
"nona...., aku mohon sembuhkan adik ku, aku hanya memiliki dirinya seorang, aku sudah tidak punya siapa-siapa lagi, aku mohon nona..., aku akan melakukan apa saja, aku akan menjadi budak mu, asalkan nona mau menolong adikku." ucap Leng Meng memohon sambil bersujud dengan derai air matanya.
"bangunlah Meng'er...., mengobati adikmu cukup susah, racun ini adalah racun yang cukup berbahaya, racun ini tak langsung membunuh mu, tapi perlahan-lahan menggerogoti tubuh mu dan membuat mu lumpuh secara perlahan." ucap Xia'er dan berhenti sejenak.
"racun ini adalah racun ular berapi, racun ini biasanya ada di kerajaan Wei, kenapa ibu mu bisa mendapatkan racun ini...?" sambung Xia'er lagi.
"ibu ku dulu adalah seorang ratu di kerajaan Wei, tapi seorang selir memfitnah ibu ku melakukan kudeta, dan seluruh keluarga ibu ku di bunuh, aku dan adikku berhasil melarikan diri, saat itu aku masih berusia tujuh tahun, dan adikku masih berusia dua tahun, kami berhasil melarikan diri bersama pengasuh ku.
__ADS_1