
selamat membaca
Xia'er mulai membantu mengobati dan membalut luka luar pangeran dari kerajaan Wei, tak lupa juga Xia'er memberikan obat penawar dari racun pelumpuh organ, sedangkan untuk para prajurit Yang lain, Xia'er cukup membiarkan mereka seperti itu karena mereka semua akan bangun dalam beberapa jam kedepan.
tapi yang masih membayang-bayangi pikiran sang pangeran adalah kata-kata Xia'er yang mengatakan jika ia menolongnya demi orang lain, karena rasa penasaran itu, pangeran mulai mengajak Xia'er berbicara dengan saling memperkenalkan diri terlebih dahulu.
"sekali lagi terimakasih karena sudah membantu kami, walaupun nona berkata jika itu bukan untuk diri ku, tapi demi orang lain." ucap sang pangeran yang sedang dibaluri obat oleh Xia'er.
"walaupun ini sudah sedikit terlambat, tapi izinkan saya memperkenalkan diri dengan layak, nama saya adalah Wei Xian Su, jika boleh tau, siapakah gerangan nama nona yang baik hati ini...?" tanya sang pangeran dengan wajah sedikit meringis menahan rasa sakit pada lukanya.
__ADS_1
"aku akan memberitahukan nama ku nanti, saat kita bertemu kembali." jawab Xia'er dan langsung berdiri untuk meninggalkan sang pangeran karena ia sudah selesai membalut semua luka pangeran Xian.
"aku pergi dulu, sampai jumpa di pertemuan selanjutnya." ucap Xia'er dan ia kembali melayang menggunakan kekuatan anginnya untuk kembali mencari hewan buruan, Xia'er sudah sangat yakin jika Jiangheeng saat ini sedang menunggu nya dalam keadaan cemas.
"di depan ada kijang yang sangat besar, aku yakin itu cukup untuk bekal dalam beberapa hari." ucap Xia'er sambil mengeluarkan busur hitam yang ia dapatkan dari sang raja pada saat pesta ulang tahun putra mahkota.
dalam radius yang cukup jauh, Xia'er menarik ujung panahnya dan melepaskannya, itu tepat tertancap di tubuh sang kijang, Xia'er tersenyum senang, ia merasa cukup senang dengan berburu, karena itu hobinya saat masih menjadi Reynata dulu, karena selalu berkeliling dunia dan memasuki tempat-tempat kuno, ia terbiasa melakukan perburuan di waktu senggangnya.
saat ia tiba, terlihat Jiangheeng yang sudah mondar-mandir karena merasa cemas, wajah gelisah dari raut wajah Jiangheeng sangat terlihat jelas di wajahnya.
__ADS_1
"Jiangheeng....." panggil Xia'er dari arah belakang Jiangheeng.
"ya dewa kehidupan....., syukurlah nona sudah kembali, aku sangat khawatir, aku takut nona mengalami masalah saat berburu.
"apa yang kau takutkan....?, aku bukanlah nona muda yang lemah ..." ucap Xia'er sambil mengeluarkan kijang buruannya.
"kita bisa makan malam dengan ini, sebaiknya kita bersihkan saja dulu di sungai itu." ucap Xia'er, karena merasa memang membuat tempat peristirahatan dekat dengan sungai.
"sebaiknya nona istirahat saja, biar aku yang membersihkannya." balas Jiangheeng sambil mengangkat kijang tersebut dan membawanya ke dekat sungai untuk di bersihkan, sedangkan Xia'er membuat semacam tempat pemanggang dari batu yang lebar, ia juga mengeluarkan beberapa bumbu yang akan cocok untuk di gunakan membuat stik daging kijang.
__ADS_1
setelah semuanya di bersihkan, Xia'er memulai ritual meracik bumbu, sedangkan Jiangheeng bertugas untuk memanggang, setelah itu mereka memulai makan malamnya dengan hikmat.