
selamat membaca
setelah berbincang-bincang cukup lama, Xia'er meminta izin untuk kembali, ia mempunyai urusan penting di rumahnya saat ini, tapi ia kembali di hentikan oleh pangeran Zhu Zhang saat pangeran Long dan putri Lien Hua sudah terlebih dahulu pergi.
"Xia'er....!!!" panggil pangeran mahkota Zhu Zhang.
"ya ...yang mulia...?, apa masih ada sesuatu yang harus yang mulia bicarakan dengan ku..?" jawab Xia'er sambil berbalik dan bertanya kepada pangeran mahkota Zhu Zhang.
"kau bisa memanggil ku seperti biasanya, jangan berbicara formal kepada ku." ucap pangeran mahkota Zhu Zhang sambil berjalan mendekat ke arah Xia'er.
"bukankah aku biasanya memang memanggil yang mulia seperti ini...? aku memanggil nama yang mulia hanya saat kita masih kecil dan sekarang kita masih berada di istana yang mulia, aku pikir yang mulia juga harus memanggil ku dengan sebutan nona." jawab Xia'er dengan tenang dan juga tegas.
"ada apa dengan mu...?, kenapa kau bersikap seperti ini...?, sebelumnya kita baik-baik saja, apa kau marah karena aku bertunangan dengan putri Lien Hua...?, apa itu sebabnya kau bertingkah seperti tidak ingin dekat dengan ku lagi...?." ucap pangeran mahkota Zhu Zhang dengan wajah yang sangat kacau karena merasa bingung dengan tingkah Xia'er.
"yang mulia...., aku sama sekali tidak tertarik dengan urusan pertunangan mu, hubungan antara kita sudah lama selesai dan itu kau sendiri yang memutuskan karena merasa diriku tidak pantas mendampingi mu." jawab Xia'er masih dengan nada yang cukup tenang.
"dan satu hal lagi, sudah aku katakan kalau kita sedang berada di istana, perhatikan sopan santun yang mulia, dan yang paling penting adalah Yang mulia mempunyai tanggung jawab untuk kerajaan ini, pikirkan sesuatu yang jauh lebih penting untuk rakyat mu." sambung Xia'er lagi.
"aku hanya memberikan saran kepada yang mulia, putri Lien Hua adalah wanita yang sangat baik, dia terlalu sempurna jika hanya untuk menjadi pendamping mu, jangan sia-siakan itu dan mengulangi kesalahan yang sama." ucap Xia'er dan pergi meninggalkan pangeran mahkota Zhu Zhang yang terdiam tak berdaya mendengar perkataan Xia'er.
"nona...., apa semuanya baik-baik saja...?" tanya Xiongling saat melihat sorot mata Xia'er yang tenang berubah menjadi tajam.
__ADS_1
"aku baik-baik saja, kita kembali ke kediaman sekarang, aku masih harus melakukan pengobatan kepada Meng'er." jawab Xia'er dan langsung bergegas menuju kereta kudanya di susul oleh Jiangheeng dan Chyou di belakangnya.
"ah......, aku jadi kelepasan marah sekarang, ada apa dengan pangeran sialan itu....?, apa yang dia inginkan dari ku, apa aku harus terus meladeninya di saat dia sudah memiliki tunangan...?, seharusnya dia menjaga sikap dan memperhatikan perilakunya agar tidak membuat tunangannya yang baik dan cantik itu merasa kesepian." Xia'er mengoceh sendiri di dalam kereta kudanya.
"aku kan sudah bilang akan berteman dengannya, tapi tidak dengan menjalin hubungan lagi, bisa-bisanya dia menganggap ku marah hanya karena dia bertunangan, ada apa dengan otak nya...?" sambung Xia'er lagi.
"berteman juga harus membatasi diri jika seseorang sudah menjalin hubungan dengan yang lain, aku tak mau jika nanti terjadi gosip murahan lagi." oceh Xia'er tak henti-hentinya, sedangkan Xiongling dan Chyou hanya bisa diam dan mendengarkan saja.
beda Xia'er beda pula cerita yang ada di istana, saat ini raja Zhu Shixing dan para petingginya sedang melakukan rapat tertutup, tak lupa juga pangeran mahkota Zhu Zhang dan pangeran mahkota Long juga ikut dalam rapat rahasia tersebut.
"kali ini kita akan membahas masalah pertunangan antara pangeran mahkota Zhu Zhang dan putri Lien Hua." ucap raja Zhu Shixing dan di lanjutkan oleh Kasim Yong.
"kita akan melakukan pertunangan tersebut dua bulan lagi, tapi informasi ini sudah harus kita sebarkan." sambung Kasim Yong.
"itulah yang kita inginkan, berita pertunangan tersebut hanya sebagai jebakan kepada mereka yang sedang ingin memberontak." jawab Jendral besar Yu.
"tapi sebelum itu, kita harus membuat seolah-olah istana sedang kekurangan prajurit, sehingga mereka berpikir jika istana sedang dalam kondisi tidak stabil." sambung Jendral besar Yu lagi.
"aku setuju dengan itu, kita buat seolah-olah prajurit kita sedang bertugas melawan monster di ujung perbatasan, dengan begitu mereka akan terkecoh dan berfikir jika istana sedang kekurangan prajurit." ucap pangeran mahkota Zhu Zhang.
"dan karena rencana ini membutuhkan kerjasama dengan pihak kerajaan Long, aku ingin meminta pendapat dari putra mahkota Long Ying....?" tanya raja Zhu Shixing.
__ADS_1
"rencana ini memang sangat sempurna, aku dan adikku akan senang membantu, aku juga akan mengirimkan surat kepada ayah Handa perihal rencana ini." jawab pangeran mahkota Long Ying.
"baiklah...., semuanya sudah sepakat, kita akan mulai dengan penyebaran informasi pertunangan terlebih dahulu, sebulan kemudian kita akan membuat rencana seolah-olah perbatasan sedang di serang oleh monster dan mengirim pasukan dalam jumlah yang banyak, Jendral besar Yu beserta Jendral muda Qiangfang dan Jendral muda Yun Shang juga harus terlihat berada di perbatasan." ucap raja Zhu Shixing mengambil semua kesimpulan dalam rapat rahasia tersebut.
"laksanakan peran kalian dengan baik." sambung raja Zhu Shixing lagi sambil menatap mereka satu persatu.
"kami siap melaksanakan perintah yang mulia." ucap yang lainnya sambil memberikan hormat, kecuali pangeran mahkota Long saja.
setelah rapat rahasia tersebut, mereka semua bubar dan menjalankan perannya masing-masing, sedangkan Xia'er yang baru sampai di kediamannya langsung bergegas menuju tempat Leng Meng untuk melihat keadaannya.
"selamat datang kembali nona." ucap para pelayan sambil menunduk hormat saat Xia'er sedang melewati mereka, dan Xia'er sendiri hanya terus berjalan menuju tempat Leng Meng.
"bagaimana kabarmu Meng'er....?" tanya Xia'er saat baru membuka pintu kamar Leng bersaudara.
"nona...., aku baik nona, itu berkat perawatan yang nona berikan pada ku." jawab Leng Meng, ia masih terbaring lemah di pembaringannya, hanya saja raut wajahnya jauh lebih baik dari sebelumnya.
"nona...." panggil Leng Sumi yang baru masuk kedalam kamar karena sedang mengambil makanan untuk Leng Meng.
"oh.... Sumi'er...., kau merawat adik mu dengan baik selama aku tiada." ucap Xia'er dengan bangga.
"itu semua karena arahan yang nona ajarkan kepada ku." jawab Leng Sumi dengan senyum.
__ADS_1
"hari ini aku akan menyembuhkan Meng'er, dia akan kembali seperti semula lagi, bisa berjalan dan bergerak bebas seperti yang dia inginkan." ucap Xia'er sambil menatap kedua bersaudara itu